Connect with us

9info.co.id – Sejumlah warga Perumahan Marchelia Tahap 2 menggelar Rapat Dengar Pendapar (RDP) bersama Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto.
Adapun persoalannya, di perumahan Marcelia Tahap II tersebut ada PL Perusahaan lain, sehingga membuat penghuni rumah tak bisa memperpanjang UWTO ke BP Batam.

Ketua Forum Komunikasi Penyelesaian Perumahan Marchelia Tahap II, Noviar mengatakan, awalnya waktu beli rumah, hanya ada satu developer, yaitu PT Anugerah Cipta Segara.

Terlepas dari itu perusahaan ada konflik internal, pihak yang memiliki HPL dengan yang mengelola ada selisih paham, sehingga konflik yang terjadi di Internal pengembang ,Konsumen menjadi korban.

“Persoalan ini telah sampai ke tingkat Mahkamah Agung. Dan sampai sekarang masih menunggu. Kami bosan, akhirnya kami mengadu ke DPRD agar bisa duduk bersama ke pihak yang terkait,” kata Noviar, Senin (28/11/2022).

Ironisnya beberapa waktu terakhir ada PT Karimun Pinang Jaya, kembali mengklaim legalitas tanah rumah di lokasi tersebut.
Bahkan PT Karimun Pinang Jaya sedang membersihkan lahan tersebut, sehingga membuat warga resah.

“Dulu sudah di bangun. Ada 1 PL Induk, setelah diproses ada beberapa warga kita yang ingin memperpanjang UWTO. Namun hasilnya ada beberapa rumah yang bisa diperpanjang dan ada yang tak bisa diperpanjang UWTO nya,” ujarnya.

Dalam permasalahan Perumahan Marcelia Tahap II ini, ternyata ada 4 orang Anggota DPRD Kota Batam turut menjadi korbannya. Yakni Udin P Sihaloho, Aman, Arlon Veristo dan Biyanto.

Udin P Sihaloho, Anggota DPRD Batam yang turut menjadi salah satu Korban di Perumahan Marcelia Tahap II ini menyampaikan. “Sejak tahun 2020 UWTO rumah saya habis, dan pada tahun 2018 lalu sudah saya ajukan perpanjangan. Sayangnya upaya untuk memperpanjang UWTO tersebut tidak bisa dilakukan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Arlon Veristo. Rumah tersebut saya beli sejak tahun 2021 lalu, sewaktu saya bekerja di Industri. Upaya saya untuk memperpanjang UWTO nya juga tidak bisa dilakukan.

Demi menghindari terjadinya konflik dan kenyaman bersama, ” Kami sebagai Korban memohon kepada pimpinan DPRD kota Batam untuk segera mengeluarkan surat rekomendasi, penghentian sementara Aktifitas di atas lahan lokasi yang dimaksud. Jangan ada aktifitas apapun di atas lahan tersebut, ” . Harap para warga yang menjadi Korban.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengaku warga mengadu sudah beli rumah dan pecah PL, ternyata rumah dan tanahnya diklaim dengan PT yang lain.
Dalam rapat ini, DPRD Kota Batam telah mengundang PT yang terkait dan Perwakilan BP Batam, namun sayangnya ada beberapa pihak yang tidak hadir.
“Kita sangat kecewa dan rapat ini ditunda. Kita jadwalkan ulang minggu depan. Pihak-pihak yang terkait harus hadir,” kata Nuryanto.

Demi kekondusifan dan kenyamanan “Kami mengeluarkan surat agar tidak ada aktivitas dilokasi, sebelum adanya solusi penyelesaian permasalahan tersebut,” tutupnya.( Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam dan Polda Kepri Siap Bersinergi Jaga Pasokan Listrik Andal dan Aman

PLN Batam dan Polda Kepri Siap Bersinergi Jaga Pasokan Listrik Andal dan Aman

9Info.co.id | BATAM – Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggan menjelang momen hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, PT PLN Batam bersinergi dengan Kepolisan Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) untuk pengamanan instalasi dan aset ketenagalistrikan PLN Batam yang berstatus objek vital nasional.

Kapolda Kepri Irjen. Pol. Drs. Yan Fitri Halimansyah, M.H., dalam sambutannya mengatakan jajaran Polda Kepri berkesempatan untuk melakukan koordinasi dengan rekan-rekan dari PLN Batam.

“Polda Kepri mengapresiasi upaya PT PLN Batam dalam menjaga pasokan listrik tetap aman selama periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah,” ucap Yan Fitri.

“Tugas Polda adalah menjaga keamanan, ketertiban masyarakat sangat penting, PLN Batam juga sangat berperan penting untuk hal tersebut,” jelas nya lagi.

Yan Fitri menambahkan bahwa PLN Batam harus melakukan tindakan preventif dan efektif terhadap peralatan-peralatan dan sistem ketenagalistrikan yang tidak hanya dilakukan pada momen Idul Fitri maupun Natal dan Tahun Baru saja, melainkan dilakukan secara rutin.

“Tindakan preventif seperti ini tidak hanya dilakukan saat mengantisipasi Ramadhan, Idul Fitri, maupun saat Nataru saja, tapi Saya yakin ini sudah menjadi bagian yang rutin yang dilakukan PLN Batam supaya pelayanannya bisa maksimal dan tidak ada gangguan listrik kepada masyarakat,” pungkas Yan Fitri.

Sementara itu Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra kesuksesan PLN Batam sebagai pelaksana dalam pelayanan kelistrikan baik kegiatan operasional maupun pembangunan sistem kelistrikan Batam-Bintan, benar-benar dapat terjamin berkat sinergi yang dilakukan bersama dengan Polda Kepri.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik serta dukungan penuh dari Kepolisian Daerah Riau dalam rangka menjaga pasokan listrik yang andal dan aman. Guna menunjang pertumbuhan perekonomian, meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Provinsi Kepri,” ujar Irwansyah.

Irwansyah menambahkan bahwa selama ini Polda Kepri telah memberikan dukungan penuh kepada PLN Batam dalam rangka pengamanan Aset dan Objek Vital nasional serta kegiatan operasional lainnya sehingga PLN bisa bekerja dengan aman dalam melayani masyarakat di Kepri.

Lebih lanjut, Irwansyah menyatakan bahwa antara PLN dan POLRI sudah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU). Ditingkat daerah Polda Kepri dan PLB Batam sudah meninindaklanjutinya dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Sehingga dalam hal sinergi antar instansi telah terbentuk tim kerjasama untuk saling mendukung antara PLN Batam dan Polda Kepri untuk mencapai tujuan dan kepentingan bersama. Yaitu Memenuhi kebutuhan listrik yang andal dan menunjang berbagai kegiatan masyarakat, semoga apa yang telah kita lakukan bersama Polda Kepri tersebut dapat menjadi amal ibadah kita,” tutup Irwansyah.(DN).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain