Connect with us

9Info.co.id | Batam  – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) meresmikan launching Geoportal Spasial BP Batam di Balairungsari, Batam Center, Senin (24/7/2023).

Peluncuran tersebut dilakukan langsung oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Muh Aris Marfai.

Bersama BIG, BP Batam Launching Geoportal Spasial

Bersama BIG, BP Batam Launching Geoportal Spasial

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, dengan peluncuran Geoportal Spasial BP Batam ini tentunya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi BP Batam. Sebab, dari seluruh Kabupaten dan Kota di Kepri, baru BP Batam mempunyai data geospasial yang dapat dimanfaatkan.

“Saya kira BP Batam yang paling sempurna. Saya sudah keliling banyak kabupaten lainnya, sepertinya masih manual. Kita mau tanya ROW jalannya aja bingung,” kata Muhammad Rudi.

Banyak data geospasial yang dapat dimanfaatkan. Diantaranya data Pertanahan, Fatwaplanologi, Infrastruktur, Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Pelabuhan, Bandara, Objek Wisata dan lainnya. Sehingga, lanjut Muhammad Rudi penyelenggaraan geoportal spasial BP Batam merupakan wujud implementasi Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial dan amanat pemerintah pusat melalui kebijakan satu peta.

Bersama BIG, BP Batam Launching Geoportal Spasial

Bersama BIG, BP Batam Launching Geoportal Spasial

“Kebijakan satu peta ini tidak hanya bermanfaat bagi BP Batam, namun juga berguna bagi perencanaan pembangunan Indonesia dengan data geospasial yang terintegrasi dan tersinkronisasi dengan Satu Data Indonesia dan Simpul Jaringan Nasional,” ujar orang nomor satu di Batam itu.

Senada dengan yang disampaikan oleh Kepala BP Batam Muhammad Rudi, Kepala Badan Informasi Geospasial, Muh. Aris Marfai mengatakan, data geospasial ini sangat penting bagi dunia investasi di Kota Batam. Sebagaimana modal dari investasi adalah adanya ketersediaan lahan.

“Nah, kalau lokasi kita mesti ngomong ruang, kalau ruang mesti harus ada petanya. Sehingga BP Batam melaunching geoportal BP Batam yang akan menyediakan seluruh data spasial di Batam dalam rangka untuk mempermudah investasi,” ujar Aris.

Ia melanjutkan, sesuai dengan amanat dari UU Nomor 4 Tahun 2011, Badan Informasi Geospasial bertugas sebagai penyelenggara informasi geospasial. Serta melakukan pembinaan informasi geospasial, baik itu kepada kementrian, lembaga, pemda hingga badan.

“Kami menyambut baik, mensupport serta menyampaikan selamat atas launching geoportal ini. Semoga geoportal yang disusun dan dikembangkan ini menjadi bagian yang sangat penting dalam rangka investasi di Batam,” tutupnya. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kegiatan Industri Bangkit, Muhammad Rudi Optimistis Pertumbuhan Investasi Meroket

Kegiatan Industri Bangkit, Muhammad Rudi Optimistis Pertumbuhan Investasi Meroket

9Info.co.id | BATAM – Pertumbuhan investasi Batam mengalami peningkatan yang luar biasa sepanjang tahun 2023 lalu.

Kementerian Investasi RI mencatat, realisasi investasi di Batam meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya.
Bahkan, nilai tersebut memberikan kontribusi besar terhadap nilai investasi di Kepri secara keseluruhan.
Dimana, Batam menjadi daerah dengan sumbangan investasi terbesar yang mencapai 77,5 persen.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak atas pencapaian tersebut.
Menurut Muhammad Rudi, pertumbuhan investasi yang positif dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap kebangkitan ekonomi Batam dan Kepri.

“Peningkatan nilai investasi di Batam butuh stimulus agar terus tumbuh positif. Peningkatan nilai investasi akan memberikan multiplier effect yang besar bagi ekonomi masyarakat,” ujar Rudi, Selasa (16/4/2024).

Muhammad Rudi mendorong seluruh pihak untuk tidak memperlambat pemberian izin investasi.
Dengan terbukanya lahan investasi baru, kata Rudi, maka peluang untuk terbukanya lapangan kerja cukup besar.

Sehingga, serapan terhadap tenaga kerja lokal pun meningkat. “Saya optimis, nilai investasi tahun 2024 akan kembali naik. Yang terpenting, kemudahan perizinan dan kualitas pelayanan harus terus dijaga,” tambahnya.

Optimisme orang nomor satu di Kota Batam tersebut beralasan. Dari total 31 kawasan industri di KPBPB Batam, sebanyak 6 kawasan memiliki luas mulai dari 50 sampai 320 hektare dari total luas lahan peruntukan industri yang mencapai 1660,9 hektare atau 4 persen dari luas Batam.

Melalui kegiatan industri yang terus bangkit, khususnya kegiatan manufaktur dan jasa, maka potensi peningkatan nilai investasi Batam pada tahun 2024 cukup besar. “Investasi tumbuh baik maka ekonomi pun akan bangkit. Ini yang mesti kita upayakan bersama-sama dengan menjaga iklim investasi di Batam agar tetap kondusif,” tutup Rudi. (DN)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain