Connect with us

9info.c0.id – Polda Kepri melaksanakan pemaparan Laporan Satuan Polda Kepri kepada Kapolda Kepri yang baru Irjen Pol Drs. Tabana Bangun, M.Si yang dilaksanakan di Rupatama Polda Kepri pada hari Senin (30/01/2023).

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Irjen Pol. Dr. Aris Budiman M.Si, Wakapolda Kepri, Irwasda Polda Kepri, PJU Polda Kepri serta Kapolres/ta jajaran Polda Kepri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam Sambutannya, Irjen Pol. Dr. Aris Budiman M.Si menyampaikan bahwa situasi dan kondisi di wilayah Kepri ini aman dan kondusif, tindak kejahatan di wilayah Kepri ini tidak separah ketika berdinas di Ibu Kota Jakarta.

Kita ketahui bersama bahwa wilayah kepri ini terdiri dari 96% Lautan dan 4% Daratan, oleh karena itu penyebaran narkotika di wilayah Kepri ini perlu di antisipasi agar tidak menjadi permasalahan.

“Selama saya berdinas di sini sudah harmpir kurang lebih 500 kg narkotika yang sudah diamankan.

Kapolda Kepri Irjen Pol Drs. Tabana Bangun,M,Si mengucapkan terima kasih atas paparan Laporan Satuan Polda Kepri pada hari ini,

“Saya melihat berbagai prestasi yang sudah dicapai di Polda Kepri, dari capaian prestasi yang sudah dicapai saat ini, mari secara bersama kita pertahankan,” ujar Tabana Bangun

Kegiatan Laporan Satuan dari Kapolda Kepri yang lama juga ditandai dengan penyerahan memori serah terima jabatan Kapolda Kepri dan penyerahan Buku Profil Polda Kepri dari Bidhumas Polda Kepri.

Penyerahan Buku Profil Polda Kepri merupakan sebagai bentuk penghargaan dan rasa hormat dari Polda Kepri kepada Irjen Pol Dr. Aris Budiman,M.Si yang telah menjalankan tugas dan pengabdian untuk masyarakat di wilayah Kepulauan Riau.

Terakhir, Plh Kabidhumas Polda Kepri AKBP Surya Iswandar, S.H menyampaikan bahwa Buku Profil Polda Kepri ini berisi tentang seluruh kegiatan Polda Kepri serta Pencapaian keberhasilan Polda Kepri selama dibawah kepemimpinan Irjen Pol Dr. Aris Budiman,M.Si. (Int)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Setelah 2 Kali Gagal, Akhirnya Niat Memperjuangkan Perda-Perda yang Memfasilitasi Program Home Industri,  Menjadi PR Pertama Tumpal Ari M. Pasaribu di DPRD Kepri.

Setelah 2 Kali Gagal, Akhirnya Niat Memperjuangkan Perda-Perda yang Memfasilitasi Program Home Industri,  Menjadi PR Pertama Tumpal Ari M. Pasaribu di DPRD Kepri.

9Info.co.id | BATAM – Dalam pleno yang digelar oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), nama Tumpal Ari M. Pasaribu mencuat sebagai sosok yang meraih suara terbanyak di internal Partai Perindo. Dengan perolehan suara yang signifikan, Tumpal Ari M. Pasaribu siap memperjuangkan aspirasi masyarakat di DPRD Provinsi Kepri.

Menanggapi kemenangannya, Tumpal Ari M. Pasaribu menyatakan komitmennya untuk fokus pada pembahasan peraturan daerah (perda) serta pengembangan home industri. “Saya akan mengabdikan diri untuk memperjuangkan perda dan mendorong perkembangan home industri demi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau,” ujarnya.

Dengan semangat yang membara, Tumpal Ari M. Pasaribu berjanji untuk menjadi suara yang menggema bagi rakyat Kepulauan Riau di tingkat legislatif, memastikan bahwa kepentingan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan yang diambil.

Kegagalan dan Pengalaman Merupakan Guru Terbaik.

Setelah puluhan tahun berjuang masuk ke dunia politik dengan sejumlah lika-liku, tahun 2024 ini akan jadi moment bersejarah sekaligus jawaban akan perjuangan Tumpal Pasaribu merebut kursi legislatif untuk duduk sebagai anggota DPRD Kepri.

Pria kelahiran Medan (18/01/1973) ini dipastikan lolos jadi anggota DPRD Kepri dari Dapil 5 setelah mendapat suara terbanyak sesuai data internal perolehan suara Partai Perindo sebanyak 18.500 lebih.

Secara ekslusif, Tumpal Pasaribu menceritakan bahwa perjalanan nya masuk ke dunia politik sudah sejak tahun 2012 silam.

Pada tahun 2012. Ia adalah Ketua Partai Damai Sejahtera (PDS) Kepulauan Riau, waktu itu, ia gencar melakukan sosialisasi ke sejumlah daerah di Kepulauan Riau untuk melebarkan sayap kepengurusan.

“Pada masa itu, untuk verifikasi tingkat Kepri kami berhasil, namun untuk skala nasional kami gagal. Sehingga, PDS gagal ikut jadi peserta pemilu pada tahun 2014,” kata Tumpal.

Imbas ketidak ikutsertaan PDS waktu itu, sehingga Tumpal melangkah ke Partai Nasdem sebagai Wakil Ketua DPW Kepri sekaligus Ketua SPR (serikat pedagang restorasi) dan mendaftar sebagai calon anggota DPRD Kepri pada tahun 2014 dari Partai itu. Namun, perjuangannya saat itu gagal dikalahkan rekannya Sahmadin Sinaga.

“Disitu dulu ada Petra Tarigan, Sahmadin Sinaga bertarung di Dapil yang sama yakni Dapil 5. Waktu itu memang perolehan suara beda tipis dengan Sahmadin Sinaga,” ucapnya.

Setelah kalah pada tahun 2014, Tumpal kembali membangun kekuatan untuk bertanding di Tahun 2019. Namun pada saat itu ia harus berpindah Partai lagi karena analisanya tidak mungkin 2 orang Batak dari Partai Nasdem.

“Horjani turun gunung jadi calon anggota DPRD Kepri dari Partai Nasdem, padahal Sahmadin tetap maju. Prediksinya orang Batak yang dipastikan menang ada 4, Sahmadin, Onward, Jumaga dan Hotman. Tapi bisa 5, sehingga disitu saya pindah ke Partai Perindo,” terangnya.

Ia waktu itu memutuskan untuk bertanding dari Partai Perindo dengan mendapat nomor urut 1. Namun lagi-lagi usahanya gagal karena terkendala jumlah caleg yang maju dari Partai Perindo hanya 6 orang.

“Kendalanya waktu itu karena kami caleg dari Partai Perindo cuma 6 dari 10. Sosialisasi juga kita gencar waktu itu, tapi gimana lah, partai baru. Tapi waktu itu kita masuk perolehan suara 10 besar. Padahal waktu itu seperti partai PKB bisa dapat kursi dengan suara tertinggi 3.000, namun karena mereka ada 10, jadi total suara partainya bisa mendapat 1 kursi,” ucap pria yang pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Batam pada tahun 1997 ini.

Berlanjut pada tahun 2024, status Tumpal Pasaribu di Partai Perindo adalah sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD Kepri. Sehingga ia merancang kembali strategi untuk kembali bertarung merebut kursi di Gedung DPRD Kepri.

Diakuinya, tim dan para relawan pada tahun 2019 masih setia untuk berjuang bahkan ada tenaga baru. Sehingga ia makin yakin dan bersemangat untuk membuat terobosan-terobosan agar masyarakat menaruh pilihan kepadanya.

“Puji Tuhan dengan berkat dukungan masyarakat dan semangat para caleg kami, pada pemilu kali ini perolehan suara partai melesat hingga 18.500 lebih. Mungkin juga karena saya sudah gagal 2 kali, sehingga kasihan mungkin masyarakat kan? Terimakasih lah,” ucapnya.

Setelah 2 Kali Gagal, Akhirnya Niat Memperjuangkan Perda-Perda yang Memfasilitasi Program Home Industri,  Menjadi PR Pertama Tumpal Ari M. Pasaribu di DPRD Kepri.

Setelah 2 Kali Gagal, Akhirnya Niat Memperjuangkan Perda-Perda yang Memfasilitasi Program Home Industri,  Menjadi PR Pertama Tumpal Ari M. Pasaribu di DPRD Kepri.

Program Partai Perindo Berhasil merebut hati masyarakat.

Tumpal Pasaribu mengucapkan terimakasih kepada Albert Gultom. Ia menyakini keberhasilan Partai Perindo mendapat kursi DPRD Kepri pada pemilu tahun 2024 berkat usaha dan kerja keras Albert Gultom.

“Beliau turun langsung memperkenalkan Partai Perindo kepada masyarakat Batam dengan sejumlah kegiatan-kegiatan dan bantuan kemasyarakatan seperti penyediaan ambulance gratis, gerobak bagi masyarakat pedagang, kursus gratis bagi anak kurang mampu dan pemberian nasi bungkus,” tuturnya.

Terobosan-terobosan yang dilakukan itu kata Tumpal secara spesifik berpengaruh kepada image Partai. Tak terkecuali juga yang ia lakukan dengan sejumlah terobosan bisnis nya sebagai pengusaha di bidang ATK.

“Banyak perusahaan ataupun masyarakat yang memesan ATK dari saya. Dalam hal ini saya tidak mengambil untung demi memprioritaskan pengenalan Partai Perindo yang andil dalam membantu masyarakat,” katanya.

Disinggung soal aspirasi yang akan diperjuangkan di Gedung DPRD Kepri nantinya. Tumpal menjelaskan bahwa ia akan fokus terhadap kesejahteraan masyarakat Batam dengan adanya perda dan program home industri serta keberpihakan dan memprioritaskan para pengusaha lokal.

“Saya nanti akan memperjuangkan perda-perda yang memfasilitasi program home industri. Kenapa, kita tahu bahwa perusahaan-perusahaan besar di Batam ini karyawan usianya dibatasi. Sehingga banyak masyarakat yang tidak bekerja. Padahal banyak usaha yang bisa Pemerintah program kan secara home industri seperti pembuatan map, sandal, tusuk gigi, menjahit baju dan banyak lagi. Selain itu adanya aturan agar pengusaha lokal diprioritaskan,” tegasnya.

Tumpal menambahkan bahwa kesejahteraan dan jaminan pekerjaan bagi masyarakat Batam penting diperjuangkan agar jadi perhatian pemerintah.

“Karena pada dasarnya, masyarakat akan sejahtera jika memiliki pekerjaan yang menghasilkan uang untuk kebutuhan sehari-hari,” tutupnya. (PS).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain