Connect with us


9info.co.id – Aksi dua remaja di Sekupang Kota Batam ini termasuk nekat. Keduanya nekat mencuri motor milik warga. Motor kemudian dijual melalui media sosial facebook. Hasilnya keduanya langsung dibekuk polisi dari laporan korban.

Dua remaja berinisial ACD (16) dan AVP (18) diringkus Polisi usai memposting sepeda motor merek Mio Sporty hitam BP 4105 E hasil curiannya di media sosial Facebook di Grup Jual Beli Batam,

Keduanya berhasil diamankan di Mitra Mall Kecamatan Batu Aji, pada Kamis (29/7/2022). setelah sebelumnya Tim Opsnal Polsek Sekupang yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Muhammad Ridho melakukan undercover untuk membeli sepeda motor hasil curian tersebut.

Kapolsek Sekupang, Kompol Yudha Suryawardana membenarkan telah mengamankan dua orang remaja laki-laki yang diduga telah melakukan Tindak Pidana Pencurian sepeda motor.

“Iya benar. Saat ini kedua pelaku sudah kita amankan di Mapolsek Sekupang,” ungkap Yudha.

Dijelaskannya, kedua remaja tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP-B/106/VII/ 2022/SPKT/KEPRI/BRL/Sek Sekupang, tanggal 28 Juli 2022.

Lanjutnya, kejadian berawal sewaktu korban yang bernama Miftachussurur pulang kerumah pada, Rabu (27/7/2022) sekira pukul 23.00 Wib menggunakan sepeda motor. Korban kemudian memarkirkan sepeda motornya didepan rumah.

Selanjutnya, korban langsung masuk rumah dan tidur. Lalu sekira pukul 05.30 Wib korban bangun tidur dan melihat motor yang sebelumnya terparkir didepan rumah sudah tidak ada alias hilang.

“Alangkah terkejutnya korban ketika melihat motor yang diparkirkan didepan rumahnya sudah tidak ada lagi alias hilang,” jelasnya.

Lanjutnya, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 3 juta rupiah. Korban pun kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Sekupang.

Masih menurut Yudha, setelah pihaknya mendapatkan informasi dari korban, bahwasannya sepeda motor miliknya sedang diposting di media sosial Facebook di Grup Jual Beli Batam.

Mengetahui hal tersebut, Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Muhamad Ridho, bersama-sama korban melakukan undercover untuk membeli sepeda motor hasil curian tersebut

“Kemudian sekira pukul 22.30 Wib pelaku berhasil diamankan di Mitra Mall Kecamatan Batu Aji,” imbuhnya.

Setelah berhasil mengamankan 2 orang yang diduga pelaku selanjutnya dilakukan pengecekan terhadap barang bukti untuk memastikan apakah motor tersebut milik korban. Setelah diperiksa sesuai dengan surat-surat milik korban.

Selanjutnya dilakukan Interogasi terhadap pelaku. Pelaku mengakui bahwa benar telah mencuri barang milik korban di Perumahan Citra Renggali Anselir Kecamatan Sekupang.

“Selanjutnya para pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Sekupang untuk dilakukan proses lebih lanjut,” pungkasnya. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

9info.co.id | BATAM – Perkara dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang sempat menjadi perhatian publik di Kota Batam akhirnya diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, Jumat (17/04/2026).

‎Penyelesaian tersebut difasilitasi oleh Unit Reserse Kriminal Polsek Batam Kota melalui mediasi yang dipimpin Kanit Reskrim, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi, S.H., dengan menghadirkan kedua belah pihak beserta kuasa hukum masing-masing.

‎Dalam proses tersebut, terlapor RS didampingi kuasa hukum Rio F. Napitupulu, S.H., M.H., sementara pelapor AM didampingi kuasa hukum Saferiyasa Hulu, S.H., M.H.

‎Hasil mediasi menghasilkan kesepakatan damai antara kedua pihak yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi. Sebagai tindak lanjut, pelapor juga mengajukan pencabutan laporan polisi terkait dugaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP. sebagaimana telah dirubah dalam KUHP Baru UU No 1 Tahun 2023 dalam Pasal 492 dan/atau Pasal 486 UU No 1 Tahun 2023.

‎Selain itu, kesepakatan juga mencakup penyelesaian kewajiban antara para pihak, sehingga tidak ada lagi tuntutan hukum lanjutan di kemudian hari.

‎Kuasa hukum terlapor, Rio F. Napitupulu SH,MH mengapresiasi itikad baik kliennya sejak ini diberitakan langsung di media untuk dalam menyelesaikan perkara ini, termasuk pengembalian sejumlah dana 80% yang diminta dengan catatan untuk 3 tuntuntan yamg diberikan pelapor dihapuskan.

‎Ia menegaskan bahwa kliennya telah menjalankan seluruh pekerjaan sesuai kesepakatan diawal dan , khususnya dalam pengurusan proses Balik nama rumah kavling.

Menurutnya, proses yang telah dilakukan meliputi permohonan dan pengajuan ,pengecekan lapangan serta penerbitan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga juga permohoan,pengajuan penerbitan faktur UWTO serta penandatanganan AJB notaris yang telah di lalui dan dikerjakan dan sudah diserahkan kepada pihak terkait.

‎“Tidak benar jika klien kami disebut melakukan penipuan atau bagian dari sindikat atas pemberitaan yang menyudutkan klien kami,Hubungan para pihak adalah hubungan kerja profesional,” tegasnya.

‎Terkait kewajiban pembayaran UWTO,perlu kami tegaskan disini bahwa kepada pihak terlapor bahwa hal tersebut sejak awal bukan menjadi tanggung jawabnya klien kami, sebagaimana tertuang dalam kesepakatan serta didukung bukti awal yang tertera di kwitansi.

‎Lebih lanjut, pihak terlapor membantah tudingan yang menyebut dirinya mengaku sebagai notaris atau pengacara. Pernyataan tersebut dinilai sebagai narasi yang tidak sesuai fakta dan berpotensi merugikan nama baik.

‎Melalui kuasa hukumnya, pihak terlapor juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap reputasi serta pemberitaan yang berimbang. Hal itu merujuk pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 5 ayat (2) dan (3) terkait hak jawab dan hak koreksi.

‎Namun demikian, terkait pemberitaan yang dinilai mencemarkan nama baik, pihak kuasa hukum menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.

‎“Persoalan pemberitaan yang merugikan nama baik klien kami masih menjadi bahan pertimbangan, apakah akan dilanjutkan ke proses hukum atau tidak,” ungkapnya.

‎Penyelesaian melalui pendekatan restorative justice ini diharapkan dapat memberikan rasa keadilan yang berimbang bagi para pihak, sekaligus menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain