Connect with us

9info.co.id – Seorang pelaku pencurian hape dibekuk polisi. Dia beraksi di sebuah laundry atau tempat pencucian pakaian. Saat hape diletakkan di atas meja setrika, pelaku langsung beraksi.

Namun korban langsung melaporkan kasusnya ke Polsek Seibeduk. Setelah melakukan pengejaran, polisi berhasil membekuk pelaku.

Unit Opsnal Reskrim Polsek Sei Beduk yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Shigit Sarwo Edhi, berhasil menangkap DRS (34) maling handphone di Simpang Dam, Kampung Aceh, Mukakuning, Minggu (3/7/2022).

Kronologis kejadian berawal pada hari Jumat (1/7/2022) sekira pukul 16.40 WIB, korban inisial SN sedang berada di TKP yang juga di tempat usaha korban, meletakkan handphone di atas meja gosokan.

Setelah itu korban keluar untuk memanggil anak pertama yang sedang bermain di luar rumahnya, setelah masuk kembali ke dalam, didapati handphone sudah tidak ada lagi, dengan rincian berupa 1 unit handphone merk infinix Hot 10 Play warna Morandi Green.

“Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sejumlah total Rp 2,6 juta dan kemudian korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Seibeduk,” kata Kapolsek Seibeduk AKP Betty Novia di dampingi oleh Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, Kanit Reskrim Polsek Sei Beduk Ipda Shigit Sarwo Edhi saat konferensi pers, Selasa (19/7/2022).

Ia menjelaskan, hasil penyelidikan tim unit opsnal Reskrim Seibeduk mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di Simpang Dam Kampung Aceh.

Unit opsnal reskrim Polsek Seibeduk yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda Shigit Sarwo Edhi langsung menuju ke TKP dan berhasil menangkap pelaku DRS.

Atas perbuatannya pelaku terancam Pasal 362 KUHPidana tentang Pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Ikuti Survey Penilaian Integritas KPK RI

BP Batam Ikuti Survey Penilaian Integritas KPK RI

9Info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Satuan Pemeriksan Intern menggelar sosialisasi Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024. Sosialisasi ini diikuti Pejabat Eselon I, II, III dan IV BP Batam di Balairungsari, Batam Center, Rabu, (4/9/2024).

Direktur Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Aida Ratna Zulaiha dalam sambutannya mengapresiasi keikutsertaan BP Batam dalam SPI 2024. Ia mengatakan SPI merupakan program yang diinisiasi oleh KPK sebagai bagian dari upaya nasional dalam menekan risiko korupsi dan meningkatkan integritas serta kualitas layanan publik.

“Outputnya adalah score atau nilai yang diikuti dengan rekomendasi perbaikan sistem pencegahan korupsi yang harus dilakukan organisasi publik baik di kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah,” kata Ratna.

Lebih lanjut ia terangkan tujuan penting SPI adalah agar organisasi publik bisa meningkatkan kesadaran risiko korupsi dan mendorong perbaikan sistem anti korupsi.

Senada, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain menyambut baik supervisi yang dilakukan bersama KPK. Menurutnya, pelaksanaan survei dilakukan secara obyektif sehingga bisa memetakan resiko korupsi dan rencana mitigasi bagi pihaknya.

“Rekomendasi-rekomendasi yang nantinya diberikan tentu akan sangat berguna, penting bagi kami untuk mengetahui tingkatan integritas di BP Batam,” ujar Alexander.

Oleh karenanya, ia mengajak bagi para responden baik dari internal maupun eksternal nantinya dapat menjawab dengan jujur dan terbuka untuk mendapatkan hasil yang optimal. Mengingat, responden dilakukan secara anonim sehingga dapat mengungkapkan perasaan dan pengetahuan yang pernah dialami.

“Mari bersama kita sukseskan pelaksanaan survei ini, SPI tidak hanya memberikan nilai tambah bagi BP Batam namun juga upaya memperbaiki integritas dan pemberantasan korupsi di negeri ini,” serunya dihadapan para peserta sosialisasi.

Sosialisasi SPI 2024 ini turut mengundang narasumber Tim KPK RI, Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Timotius Hendrik Partohap. Adapun hasil SPI akan diumumkan secara nasional melalui kanal media sosial milik KPK dan website jaga.id. (*)

Continue Reading

Berita Lain