Connect with us

9Info.co.id | Batam – Dalam perhelatan politik yang semakin dekat dengan Pemilihan Legislatif (Pemilu) 2024, Ketua Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono, mengumumkan niatnya untuk kembali maju sebagai calon legislatif DPRD Batam.

Dengan pengalaman dan komitmen yang dimilikinya, Djoko Mulyono bertekad untuk terus mewakili dan mengadvokasi kepentingan masyarakat Batam.

Sebagai Ketua Komisi III DPRD Batam, Djoko Mulyono telah terbukti sebagai pemimpin yang berdedikasi dan berkompeten.  Dalam masa jabatannya, Ayah dari 4 orang anak ini pun telah memainkan peran penting dalam mengawal kebijakan dan legislasi yang berkaitan dengan bidang infrastruktur, lingkungan, dan sektor pariwisata di Batam.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Djoko Mulyono saat Memimpin Rapat

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Djoko Mulyono saat Memimpin Rapat

Dedikasinya untuk melayani masyarakat dan kemampuannya dalam menjalankan tugas-tugasnya telah memperoleh apresiasi yang luas dari rekan politik dan warga Batam khususnya dari daerah pemilihan IV kecamatan Sagulung Kota Batam.

Djoko Mulyono memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang solid dalam dunia politik. Sebelum menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Batam, ia telah aktif dalam berbagai organisasi masyarakat dan telah teruji dengan menjabat sebagai anggota dewan di DPRD Kota Batam selama dua periode.

Dalam karirnya, Djoko Mulyono telah menunjukkan komitmen yang kokoh dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batam. khusunya dalam bidang Insfratruktur.

Djoko Mulyono Bersama Tim dan Relawan

Ketua Komisi III DPRD Kota Batam Djoko Mulyono Bersama Tim dan Relawan

Dalam pengumumannya, Sekretaris Partai Golkar DPC Kota Batam ini pun menegaskan, bahwa fokus utamanya sebagai calon legislatif DPRD Batam adalah untuk memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Ia berkomitmen untuk melanjutkan upaya dalam memajukan infrastruktur, mengatasi isu-isu lingkungan yang kompleks, serta mendukung pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Djoko Mulyono

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Djoko Mulyono

Djoko Mulyono juga berjanji untuk menjadi penyambung suara warga Batam di tingkat legislatif, mendengarkan aspirasi mereka, dan berperan sebagai penghubung yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

Pada Pemilu 2024 mendatang, Djoko Mulyono akan menjalankan kampanye dengan visi yang jelas dan program-program yang terukur untuk masyarakat Batam.

Djoko yang masih aktif di kepengurusan Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (GAPENSI) Provinsi Kepri ini, akan berupaya memperkuat kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait untuk mencapai tujuan bersama dalam membangun kota Batam yang lebih baik. Djoko Mulyono juga akan berfokus pada upaya peningkatan kualitas hidup warga, peningkatan lapangan kerja, dan pemberdayaan masyarakat.

Tanggapan positif dan dukungan dari rekan politik serta tokoh masyarakat telah diberikan kepada Djoko Mulyono dalam pencalonannya melalui partai berlambang pohon beringin tersebut. Bahkan mereka telah mengakui integritas kepemimpinan yang kuat, dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

Pemilu 2024 akan menjadi momen penting bagi Djoko Mulyono dan calon-calon lainnya. Warga Batam akan memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin yang paling sesuai dengan harapan mereka di tingkat legislatif.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Djoko Mulyono

Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Djoko Mulyono

Diharapkan bahwa para calon dapat menyampaikan program-program yang jelas dan mampu menjawab aspirasi masyarakat untuk mewujudkan Batam yang lebih maju dan sejahtera.

Djoko Mulyono siap melanjutkan kampanyenya dan berdialog dengan masyarakat secara langsung dalam waktu yang akan datang. “Ia berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan warga Batam dan bekerja keras demi kemajuan kota ini. Semoga Pemilu 2024 dapat menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab dan mampu membawa perubahan positif bagi warga Batam.”Tutupnya. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Pengamanan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Berlangsung Humanis, Petugas Cegah Situasi Memanas

ARIASTUTY SIRAIT

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam memastikan kegiatan yang berlangsung di kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang pada Kamis (13/8/2026), merupakan bagian dari pengamanan dan pengawalan proses pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Kehadiran personel di lokasi dalam rangka menjaga keamanan kawasan, memastikan aktivitas pembangunan berjalan tertib, serta mencegah terjadinya gesekan antara petugas dan masyarakat.

BP Batam menegaskan kegiatan tersebut bukan merupakan penggusuran sebagaimana narasi yang berkembang dan disampaikan oleh sejumlah pihak.

Personel yang bertugas di lokasi melakukan pengamanan dan pengawalan, dengan mengedepankan sikap persuasif, pengendalian diri, serta tidak melakukan tindakan provokatif.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih tersebut dibangun di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare. Sebelum diterbitkannya HPL atas lahan tersebut, BP Batam telah melaksanakan proses penanganan terhadap empat pihak yang menyampaikan klaim atas lahan dimaksud, sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Dari empat klaim tersebut, dua di antaranya telah ditindaklanjuti, sementara dua pihak lainnya hingga saat ini belum menyampaikan dokumen pendukung yang diperlukan untuk proses verifikasi.

Dalam proses penanganannya, BP Batam telah membuka ruang komunikasi dan dialog dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Sejumlah pertemuan dan tatap muka telah dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memperoleh informasi dan dokumen yang diperlukan, sekaligus memastikan setiap klaim dapat ditangani secara objektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Namun demikian, hingga saat ini proses verifikasi terhadap dua klaim tersebut belum dapat dilanjutkan karena dokumen pendukung yang diperlukan belum disampaikan kepada BP Batam.

BP Batam tetap menghormati hak setiap pihak untuk memperoleh kepastian dan menyelesaikan persoalan sesuai dengan mekanisme yang tersedia. Apabila diperlukan, pihak yang bersangkutan juga dapat menempuh upaya hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, BP Batam memastikan setiap klaim yang disampaikan tetap mendapatkan ruang untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan kehadiran personel pengamanan di lokasi merupakan bagian dari dukungan BP Batam terhadap pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.

“Petugas difokuskan untuk menjaga keamanan kawasan pembangunan sehingga proses pekerjaan dapat berjalan dengan tertib.” jelasnya, Selasa (18/8/2026).

Ia menegaskan, sejak awal seluruh personel telah diarahkan hanya untuk melakukan pengawalan dan pengamanan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Dalam perkembangan pada Kamis (13/8/2026), situasi di lokasi sempat diwarnai tindakan dari dua peserta aksi yang berupaya membuka pakaian. Kondisi tersebut segera direspons secara persuasif oleh personel pengamanan perempuan dengan memberikan kain penutup.

Ariastuty menjelaskan, tindakan itu dilakukan untuk menjaga privasi dan martabat perempuan tersebut, sekaligus mencegah bagian tubuhnya terekspos di ruang publik maupun terekam kamera.

“Kami memang telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya situasi itu dengan menyiapkan kain jarit untuk digunakan sebagai penutup. Kain tersebut kemudian digunakan untuk menutupi tubuh peserta aksi,” jelasnya.

Ia menekankan, tindakan petugas tersebut bukan untuk menghadapi ataupun membatasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya. Sebaliknya, langkah itu dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi.

“Langkah tersebut dilakukan semata-mata sebagai bentuk perlindungan terhadap privasi, martabat, dan kehormatan peserta aksi, serta untuk mencegah kondisi tersebut semakin terbuka atau terdokumentasikan secara visual,” terang Ariastuty.

Situasi tersebut sempat dipersepsikan sebagai aksi saling dorong. Namun, BP Batam menjelaskan bahwa tindakan petugas pada saat itu diarahkan untuk mencegah tubuh peserta aksi semakin terbuka sekaligus menjaga agar situasi tidak berkembang menjadi ketegangan yang lebih besar.

“Sikap tersebut juga merupakan bagian dari arahan pimpinan yang mengedepankan pengendalian diri dan pendekatan persuasif,” tuturnya.

Ariastuty menambahkan, perbedaan pandangan yang muncul di lapangan tidak mengubah pendekatan BP Batam dalam menjalankan tugas. Personel tetap diminta menahan diri, menjaga keamanan kawasan, serta memastikan proses pengawalan pembangunan berlangsung secara tertib.

“Yang dilakukan petugas pada 13 Agustus 2026 adalah pengamanan dan pengawalan kegiatan pembangunan. Kami memastikan seluruh personel bekerja sesuai tugasnya dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan menjaga situasi tetap kondusif,” tegasnya.

BP Batam juga memastikan penanganan terhadap klaim masyarakat dilakukan melalui mekanisme yang tersedia.

Di sisi lain, BP Batam terus membuka ruang komunikasi dan dialog dengan dua warga bersangkutan. Setiap proses penyiapan lahan dilakukan dengan mengedepankan ketentuan hukum, verifikasi dokumen, serta penyelesaian secara terukur.

Dengan tetap memastikan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang-Galang. (EI)

 

Continue Reading

Berita Lain