Connect with us

Nyanyang Apresiasi Ketahanan Pangan TNI AD, Dorong Munculnya para Petani Milenial di Kepri

More Videos

9info.co.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi Komandan Kodim 0316/Batam Letnan Kolonel Inf Galih Bramantyo, S.E,. M.Si, yang dianggapnya telah menjalankan dengan baik Program Ketahanan Pangan TNI AD di kota Batam.

Menurutnya, tanpa mengenal lelah Dandim 0316/Batam turun langsung menemui para petani guna untuk memimpin pelaksanaan Panen Raya Timun di lahan milik petani yang ada di Desa Pasir Panjang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang kota Batam pada, Kamis (19/1/2023) lalu.

“Salut dan apresiasi untuk pak Dandim (Letkol Inf Galih Bramantyo,_red),” ucap Nyanyang saat ditemui di salah satu kedai kopi di bilangan Batam Center pada, Rabu (25/1/2023) petang.

Dikatakannya, Program Ketahanan Pangan ini sangat bagus sekali dilaksanakan di kota Batam. Mengingat, Batam tidak memiliki lahan pertanian yang bisa untuk mencukupi semua kebutuhan pokok masyarakat seperti, beras, sayur-sayuran dan buah-buahan. Semuanya didatangkan dari luar daerah atau provinsi lain di Indonesia.

“Hampir semua kebutuhan pokok masyarakat kota Batam didatangkan dari provinsi lain yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Nyanyang yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Batam menambahkan, ketahanan pangan merupakan tugas kita bersama. Maka dari itu, dibutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh lapisan masyarakat baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya.

“Pemangku pemerintah dan stakeholder wajib hukumnya untuk mendukung ketahanan pangan ini,” tegasnya.

Kemudian, ketahanan pangan itu harus juga disesuaikan dengan teknologi. Artinya, para petani harus bisa mengupgrade pengetahuannya dalam bidang pertanian supaya mendapatkan hasil panen yang lebih memuaskan.

Lanjutnya, untuk mewujudkan keinginan itu, pihaknya di DPRD Provinsi Kepri terus berupaya untuk mendukung para petani. Karena kota Batam belum bisa mandiri terkait dengan ketahanan pangan, perlunya pembinaan dari pemerintah dan instansi terkait lainnya.

“Harusnya ada anggaran khusus untuk pertanian diseluruh kabupaten dan kota di Kepri. Kita harus mandiri, tidak bergantung pada daerah lain,” imbuhnya.

Masih menurut dia, Provinsi Kepri harus ada alokasi khusus di bidang pertanian. Selain itu, Kepri juga harus bisa mandiri sendiri, produktivitas yang bagus didampingi dengan teknologi yang bagus juga dan subsidi pupuk yang sesuai dengan kebutuhan di kora Batam dan juga Kepri, sehingga akan meningkatkan kualitas dari pada hasil pertanian tersebut.

“Saya ingin tanaman seperti cabai, tomat, bawang, timun, sayur mayur dan tanaman holtikultura lainnya bisa ditanam di kota Batam dan Kepri pada umumnya,” harapnya.

Kemudian, terkait dengan rekayasa tempat dan tanah bisa dilakukan di kota Batam dan Kepri dengan cara memberikan pelatiihan-pelatihan kepada para petani untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang pertanian.

“Saya meminta kepada Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian Provinsi dan kota Batam supaya lebih intens lagi dalam mendukung program ketahanan pangan,” harapnya.

Terkait dengan apa saja yang menjadi kendala yang dihadapi oleh para petani ialah tingginya harga pupuk yang melonjak naik hingga melebihi 100 persen dari harga saat ini. Ini menjadi salah satu faktor penyebab kurang maksimalnya produktivitas hasil pertanian.

“Melonjaknya harga pupuk hingga 100 persen lebih menjadi penyebab kurangya produktivitas hasil pertanian. Dimana NPK untuk Vegetatif, NPK untuk Generative pembuahan atau pembungaan ataupun hasil daripada umbi-umbian, sangat mahal sekali harganya,” sebut Nyanyang.

Sementara, untuk tanah yang direkayasa menjadi lahan pertanian membutuhkan pupuk organik. Dan, pupuk organik itu sumber utamanya berasal dari kotoran hewan.

“Kita ambil contoh di daerah, Tangerang, Bogor, Cianjur dan Berastagih, daerah itu mampu menghasilkan pupuk kompos organik, dan tidak bergantung kepada pupuk kimia.

Oleh karenanya, dia mengharapkan di Batam ini supaya lebih banyak lagi jumlah masyarakat yang beternak Sapi, Ayam dan Kambing, supaya para petani bisa lebih gampang mendapatkan pupuk organik.

“Kalau tidak ada peternakan tersebut, mustahil para petani bisa mendapatkan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan,” tuturnya.

Kemudian, melalui program ketahanan pangan ini diharapkan mampu menekan angka inflasi dalam bidang pangan. Selain itu, diharapkan juga bermunculan petani-petani yang produktif.

“Kalau di daerah lain itu ada namanya petani millenial. Walaupun usia muda namun bisa berkarya di bidang pertanian,” jelasnya.

Lalu, untuk mewujudkan munculnya petani produktif ataupun petani millenial di Batam dan Kepri, secepatnya dia akan melakukan koordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) untuk membantu para petani-petani melalui Kredit Usaha Mikro, sehingga para petani itu bisa mandiri sendiri.

“Kita akan terus mendorong supaya bermunculan para petani milenial yang produktif di Batam khususnya dan Kepri pada umumnya,” pungkasnya. (sal)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Kasus Kematian Bripda NS Mengemuka, Kapolda Kepri Tegaskan Tak Ada Toleransi Kekerasan Internal

9info.co.id | BATAM – Kasus meninggalnya seorang personel Bintara Remaja Polda Kepulauan Riau, Bripda NS, yang diduga akibat tindak kekerasan oleh sesama anggota, kini menjadi perhatian serius publik.

‎Kapolda Kepulauan Riau, Asep Safrudin, menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis tersebut. Ia menegaskan bahwa kejadian ini merupakan pukulan berat bagi institusi Polri, khususnya di wilayah Polda Kepri.

‎Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.50 WIB. Korban sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 01.00 WIB dini hari di Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

‎“Pertama-tama kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Ini menjadi duka bagi kami seluruh jajaran Polda Kepri,” ujar Kapolda.

‎Sebagai respons cepat, Kapolda bersama jajaran Pejabat Utama langsung mendatangi rumah sakit dan memerintahkan Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh tanpa kompromi.

‎Sejauh ini, satu orang anggota telah diamankan dan diduga sebagai pelaku utama. Selain itu, tiga anggota lainnya juga turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan karena berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.

‎Untuk memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan, proses autopsi telah dilakukan dengan melibatkan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia serta tim forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

‎Selain penanganan melalui kode etik oleh Propam, kasus ini juga telah ditingkatkan ke ranah pidana dan kini ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri.

‎Kapolda menegaskan bahwa institusi Polri tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang dilakukan oleh anggotanya sendiri.

‎“Kami akan memproses perkara ini secara tegas dan tuntas, baik melalui jalur pidana maupun kode etik. Sanksi berat termasuk Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) akan dijatuhkan apabila terbukti. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

‎Sementara itu, Kabid Propam Polda Kepri, Eddwi Kurniyanto, menyampaikan bahwa proses pendalaman masih terus berjalan dengan memeriksa sejumlah saksi serta pihak terkait guna mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian.

‎“Proses berjalan secara profesional, terbuka, dan sesuai ketentuan hukum,” jelasnya.

‎Polda Kepri juga membuka ruang pengawasan publik sebagai bentuk komitmen transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara ini.

‎Di akhir rangkaian proses, jenazah Bripda NS telah diserahkan kepada pihak keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Batam dengan penuh penghormatan. Polda Kepri turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban sebagai bentuk empati dan tanggung jawab institusi.

‎“Atas nama pribadi dan institusi, kami memohon maaf kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat. Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara profesional, transparan, dan berkeadilan,” tutup Kapolda. (Hum).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version