Connect with us

9info.co.id – Kecamatan Tanah Jawa melakukan perekaman elektrik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) terhadap masyarakat yang belum meliki e-KTP di Kantor Camat Tanah Jawa Kabupaten SImalungun, Sumut, Selasa (17/5/2022).
Perekaman elektrik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) terhadap masyarakat yang belum meliki e-KTP ini sengaja dilakukan pemerintah Kabupaten Simalungun, agar memudahkan akses Jangkauan masyarakat dalam kepengurusan administrasi Kependudukan.
Masyarakat yang melakukan perekaman e-KTP berasal dari Kecamatan Tanah Jawa, Hutabayu Raja, Hatonduhan dan Jawa Maraja Bah Jambi.

Pelaksanaan perekaman e-KTP tersebut langsung di koordinir oleh Sekretaris Camat Tanah Jawa, bersama Kasi Pemerintahan dan dibantu dengan 2 orang staf untuk mengarahkan masyarakat yang akan melakukan perekaman e-KTP tentang budaya antri dan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Dihari yang sama, Camat Tanah Jawa diwakili Kasi EKbang bersama staf melakukan koordinasi dengan Pangulu Nagori Marubun Jaya dan perangkatnya terkait pendataan wajib retribusi persampahan.

Koordinasi tersebut juga terkait dengan upaya Kecamatan Tanah Jawa dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pihak kecamatan Tanah Jawa juga meminta kepada para perangkat dan stakeholder yang ada untuk menggali potensi yang ada di Nagori untuk diberdayakan sebagai sumber-sumber PAD di Kabupaten Simalungun.
Diharapkan dengan mempermudah akses Masyarakat untuk melakukan Perekaman elektrik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di tingkat kecamatan , Warga Kabupaten Simalungun bisa mengurus dokumen kependudukanya tepat waktu. (Sim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Terdampak Rempang Eco City, 146 KK Telah Tempati Hunian Sementara

Terdampak Rempang Eco City, 146 KK Telah Tempati Hunian Sementara

9Info.co.id | BATAM – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap warga yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City.

Sebanyak 8 Kepala Keluarga (KK) bersedia pindah ke hunian sementara pada Senin, (22/7/2024). Jumlah tersebut menambah total warga yang telah menempati hunian sementara menjadi sebanyak 146 KK.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan masyarakat terdampak perlahan mulai membuka diri terhadap pengembangan kawasan Rempang.

“Sejak awal, BP Batam selalu mengedapankan pendekatan dan komunikasi persuasif saat melaksanakan sosialisasi. Hal itu, membuat warga mulai menerima rencana investasi disana,” kata Ariastuty di Batam Centre.

Ia kemudian menekankan bahwa pembangunan dan pengembangan kawasan Eco City di Rempang merupakan langkah positif menuju pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, pihaknya senantiasa mengajak seluruh komponen daerah berkolaborasi mensukseskan proyek tersebut.

“Pembangunan Rempang Eco City akan memberikan banyak manfaat ekonomi, oleh karenanya dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan,” ujar Ariastuty.

Sementara, Warga Pasir Panjang, Nuryanto mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah membantu pergeseran. Ia dan keluarga bersedia pindah tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

“Saya mendaftar seperti ini atas keinginan saya bukan dari keinginan orang lain. Gak ada istilahnya keinginan orang lain,” ungkapnya.

“Semoga Rempang ini semakin baik kedepannya. Saya ingin Rempang jadi bersih, indah, aman dan nyaman,” harapnya. (DN).

Continue Reading

Berita Lain