Connect with us

9info.co.id – PT ECKS memasarkan lahan kosong kepada masyarakat dengan modus kavling kampung tua Sei Binti tahap II di daerah Sei Binti, Kecamatan Sagulung. Harga yang di pasarkan perusahaan tersebut sebesar Rp 35 juta s/d 55 juta per kavlingnya, harga itu belum termasuk pengurusan UWTO ke BP Batam dan Sertifikat di Badan Pertahanaan Nasional.

Di kantor PT ECKS jelas terpajang draff Petak Letak (PL) yang peruntukannya disebutkan Kavling Kampung tua Sei Binti tahap II. Bahkan, kwintansi pembayaran dan kartu tahapan cicilan kavling yang diberikan kepada masyarakat menggunakan kop surat perusahaan PT ECKS.

Anehnya, saat masyarakat memesan lahan kavling yang diperjualbelikan itu, oknum perusahaan memberikan lembaran perjanjian dengan menggunakan PT PKJ dengan menggunakan materai Rp 10.000.

“Saya baru kasih uang muka bang, ini lah lembaran yang diberi, katanya itu lahan kavling kampung tua. Coba Abang tanyakan lah dulu BP Batam, benar ngak ada lahan kampung tua dijual di Sagulung ini, saya takut kena tipu juga bang,” ucap R, salah satu calon pembeli kavling yang baru saja memberikan uang muka. (10/12/2022).

Terkait adanya penjualan lahan kavling di Sei Binti itu, awak media ini pun mencoba mengkonfirmasi pejabat BP Batam. Dan setelah dilakukan pengecekan, Sazani selaku pejabat BP Batam menghubungi awak media ini, dan menyarankan agar melakukan konfirmasi ke Pemko Batam.

“Itu lahan memang Kampung Tua bang, dan kalau kampung tua, itu urusan Pemko Batam, bukan BP Batam,” sebutnya, (13/12/2022) lalu.

Kemudian, pada hari Jumat (27/1/2023) awak media ini pun menyambangi lokasi lahan dimaksud. Di dilokasi lahan yang dimaksud beberapa pekerja dan dua alat berat buldoser dan escapator (parkir-red), dan kuat dugaan posko tempat pekerja duduk itu disinyalir salah satu tempat pusat informasi penjualan kavling tersebut.

Dan pantauan tim awak media ini, lahan kosong yang diperjual belikan PT ECKS dan PT PKJ itu tepatnya bersebelahan dengan kampung tua. Dan diduga kuat BP Batam memberikan lahan tersebut kepada PT PKJ dengan modus pelebaran lahan kampung tua dimaksud.

Hingga berita ini diunggah, Kepala BP Batam Muhammad Rudi belum merespon konfirmasi awak media ini. Dan kedua perusahaan yakni PT PKJ dan ECKS belum berhasil dimintai keterangannya.

Sekedar diketahui, Kampung tua merupakan pemukiman masyarakat atau penduduk disuatu tempat yang tinggal dengan menggunakan rumah-rumah semi apung (terapung) dilaut atau rumah semi permanen didaratan. Pada umumnya penduduk dikampung tua memenuhi kehidupannya dengan cara bercocok tanam, bertani ataupun nelayan.

Berdasarkan statepmen Muhammad Rudi selaku walikota Batam yang juga ketua BP Batam, jumlah Kampung tua di kota Batam sebanyak 37 kampung.

“Untuk Kampung Tua ada 37 titik saat ini, sementara KSB kurang lebih 100 ribuan,” Ujar Rudi, Senin (26/9/2022) saat kunjungan kerja DPD RI dalam rangka Pengawasan Pelaksanaan Program Reforma Agraria di Pemko Batam. Dikutip dari Media Center Batam). ( Tim )

 

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.

‎Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

‎Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.

‎Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.

‎Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.

Isye

Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

Bukan Sekadar Seremonial

‎REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.

‎Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.

‎REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.

‎Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.

‎Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.

‎“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.

Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi

‎Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.

‎Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.

‎“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

isye 2

Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam

Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan


‎REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.

‎Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

‎Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.

‎Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).

Continue Reading

Berita Lain