Connect with us

9info.co.id – Universitas Batam berlokasi di Jalan Uniba Nomor 5, Kota Batam, Indonesia yang didirikan oleh Yayasan Griya Husada Kota Batam pada tahun 2000. Universitas Batam didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia Nomor: 58/D/O/2000 tertanggal 4 Mei 2000.

Universitas Batam mempunyai misi untuk mempersiapkan tenaga-tenaga muda /sarjana yang terampil, berdedikasi tinggi, ulet, punya kompetensi dibidangnya serta bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa.

Universitas Batam merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang mempunyai Fakultas Kedokteran di provinsi Kepulauan Riau. Universitas Batam saat ini mempunyai 4 Fakultas dengan 14 Program Studi S1 (sarjana), 4 Program Studi S2 (Magister) dan 1 Program Studi S3 (Doktoral).

Pada Rabu 3 Agustus 2022 Uniba melakukan Syukuran Akreditasi Unggul Fakultas Kedokteran.

Dekan Fakultas Kedokteran Uniba Dr.dr.Ibrahim SH. M.Sc.,M.Kn.,MPd. Ked. Sp.KKLP. ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan sejumlah kemajuan dan capaian Fakultas Kedokteran Universitas Batam, hingga mendapatkan akreditasi Unggul.

“Fakultas kedokteran dakreditasi mulai tahun 2012 dengan status C, dilanjutkan pada tahun 2017 dan 2022 dengan akreditasi unggul,” Dr.dr Ibrahim mengungkapkan capaian Fakultas kedokteran Universitas Batam.

Dilanjutkannya, khusus untuk akreditasi unggul tahun 2022, dengan penilaian 9 Standart lebih detail. Dengan 16 SKS dan KUAS.

“Yang membanggakan dari lulusan Fakultas Kedokteran UNIBA, tenaga kesehatannya semua memiliki sertifikasi kompetensi yang diakui Ketenagakerjaan, sehingga benar benar memahami dan siap kerja,” tegas Ibrahim.

Dr.dr Ibrahim mengharapkan. Dengan capaian akreditasi unggul yang telah dicapai fakultas kedokteran UNIBA, yang diakuinya sebagai hasil dari kerjasama team UNIBA dan yayasan yang solid.

“Saya ingin apa yang sudah dicapai saat ini. Agar dapat lebih ditingkatkan lagi dan memberi kesempatan kepada lulusan sendiri untuk berkarya di fakultas kedokteran, agar lebih all out dengan peningkatan SDM,” pungkas Ibrahim.

(*/lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

Tokoh Masyarakat Sei Beduk Desak BP Batam Evaluasi Alokasi Lahan di Dekat Oleana Park Usai Dua Anak Tewas Tenggelam

9info.co.id | BATAM – Tragedi meninggalnya dua anak akibat tenggelam di kawasan dekat Perumahan Oleana Park, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, memicu desakan keras kepada BP Batam untuk segera mengevaluasi alokasi lahan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

‎Tokoh masyarakat Sei Beduk, Asian Sinaga, meminta BP Batam turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap keberadaan kolam dan area bukit di sekitar perumahan yang selama ini kerap dijadikan tempat bermain anak-anak.

‎Menurut Asian Sinaga, kondisi kolam yang cukup dalam sangat berisiko dan dikhawatirkan kembali memakan korban jiwa apabila tidak segera ditimbun atau diamankan. Senin (25/05/2026).

‎“Lokasi itu sangat berbahaya karena sering dijadikan tempat bermain anak-anak. Kami meminta BP Batam mengevaluasi alokasi lahan tersebut apabila memang tidak dimanfaatkan,” ujar Asian Sinaga.

‎Asian yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SDN 08 Kelurahan Duriangkang menegaskan, tragedi ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terlebih salah satu korban diketahui merupakan siswa di sekolah tersebut.

‎“Jangan sampai ada lagi korban berikutnya. Kami berharap pemilik lahan segera menimbun kolam tersebut demi keselamatan warga,” tegasnya.

‎Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I DPRD Kota Batam yang turut dihadiri pihak BP Batam, Camat Sei Beduk, Kapolsek Sei Beduk, perwakilan warga, serta pengurus RT dan RW Perumahan Oleana Park.

‎Sementara itu, pihak pengembang Oleana Park melalui perwakilannya, Reevan Simanjuntak bersama Teguh Broto, telah turun langsung meninjau lokasi kejadian sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pada Jumat (15/05/2026).

‎Reevan menjelaskan, kolam tempat terjadinya musibah bukan merupakan lahan milik perusahaan maupun berada di dalam kawasan PL pengembang Oleana Park. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen membantu mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Lokasi kolam tersebut bukan lahan kami dan tidak berada dalam kawasan PL perusahaan kami. Namun demi keselamatan warga, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, khususnya Anggota DPRD Kota Batam Jimmy Siburian, untuk memfasilitasi pemilik lahan agar lokasi kolam tersebut dapat segera ditimbun,” ujar Reevan.

‎Ia menambahkan, pihak pengembang juga akan meminta izin kepada pemilik lahan terkait rencana penimbunan kolam tersebut.

‎“Terkait kolam tersebut akan kami koordinasikan dan dalam waktu dekat akan dilakukan penimbunan,” tambahnya.

‎Selain meninjau lokasi kejadian, pihak pengembang juga mendatangi rumah keluarga korban dan memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian serta belasungkawa.

‎“Kami hadir sebagai pengembang Perumahan Oleana Park dan turut merasakan duka yang mendalam atas musibah ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ungkap Reevan.

‎Ketua RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Andika, juga berharap seluruh pihak segera mengambil langkah nyata demi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi.

‎“Kami meminta agar kolam tersebut segera ditimbun. Kami juga mengapresiasi niat baik dan empati pihak pengembang yang hadir langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujarnya.

‎Peristiwa tragis yang merenggut nyawa dua anak itu kini menjadi perhatian masyarakat Sei Beduk. Warga berharap pemerintah dan pemilik lahan segera mengambil tindakan cepat agar kolam berbahaya tersebut tidak kembali menjadi “jebakan maut” bagi anak-anak di kawasan Tanjung Piayu. (Mat).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain