Connect with us

9info.co.id – Usai mengeluarkan Surat Keputusan menonaktifkan Benyamin Hasibuan, S.H sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya IPK Provinsi Kepulauan Riau. Kali ini, Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPK mengeluarkan Surat mandat, pada Senin (27/02/2023).

Surat mandat tersebut bernomor : SM.095/A/DPP-IPK/II/2023 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Ikatan Pemuda Karya (IPK) Budi Panggabean dan Sekretaris Jenderal H. Arfan Maksum Nasution, SH.

Berdasarkan surat tersebut memutuskan, memberikan mandat kepada Budi Bukti Purba, untuk melakukan konsolidasi organisasi. Selain itu, melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengembangkan dan memajukan organisasi IPK Kepri, serta menyusun kepengurusan Defenitif DPD IPK Kepri periode 2022-2027.

Dalam surat mandat tersebut, juga melampirkan beberapa nama diantaranya, Zeonri Ginting, Ariston Ginting, Rahman Simbolon, Darma Uli Sianipar.

Sebegagai penerima Mandat, Budi Bukti Purba menuturkan, Pihaknya baru saja menerima mandat dari Sekretariat DPP IPK. Mandat tersebut diberikan kepadanya pada Rabu (01/03/2023), untuk membentuk kembali kepengurusan defenitif yang ada di kepri.

“Setelah di Non aktifkannnya pengurus Kepri, kami menerima mandat dari DPP. Tentunya, tugas tersebut akan kami terima dan jalankan dengan sungguh-sungguh,” ungkapnya pada Rabu (01/03/2023).

    Surat Mandat yang dikeluarkan oleh Sekretariat DPP IPK

Lanjut Budi, pihaknya siap mengambil alih tanggung jawab yang diberikan oleh DPP. Untuk kembali menghidupkan IPK di Kepri. Selain itu, pihaknya akan bekerja keras agar IPK di Kepri tetap berjaya.

“Kami akan menuruti semua apa yang dimandatkan oleh DPP. Ini amanat yang harus saya jalankan, melakukan konsolidasi organisasi, melakukan berbagai kegiatan untuk pengembangan dan memajukan organisasi. Serta menyusun kepengurusan definitif DPD Tingkat I IPK Provinsi Kepri,” ujarnya.

Budi juga mengatakan, Setelah mendapatkan kepercayaan penuh oleh DPP IPK, ia akan merangkul semua pengurus-pengurus lama, baik di kepengurusan Batam maupun kepengurusan IPK Provinsi Kepri.

“Saya mengajak teman-teman yang tetap solid untuk mengembangkan IPK Kepri. Mari kita kibarkan bendera IPK di Kepri, tentunya kita akan berbuat dan berkarya disini. Dimanapun, Kepri adalah rumah kita, jadi kita harus memajukannya bersama,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pemuda Karya (IPK) melayangkan surat untuk menonaktifkan Benyamin Hasibuan, S.H sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPK Provinsi Kepulauan Riau. Penonaktifan Benyamin Hasibuan sebagai Ketua DPD IPK Provinsi Kepulauan Riau tertuang dalam Surat Keputusan Nomor : SK.094/A/DPP-IPK/II/2023 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Ikatan Pemuda Karya (IPK) Budi Panggabean dan Sekretaris Jenderal H. Arfan Maksum Nasution, SH.

Dalam surat keputusan itu memutuskan, menonaktifkan saudara Benyamin Hasibuan, SH dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya Provinsi Kepulauan Riau periode 2020-2025.

Kemudian, mencabut Surat Keputusan Nomor : SK.039/A/DPP-IPK/II/2022 tentang revisi sususnan komposisi dan personalia pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya Provinsi Kepulauan Riau periode 2020-2025.

Selanjutnya, Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pemuda Karya Provinsi Kepulauan Riau untuk sementara diambil alih oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Karya.

Seluruh jajaran kepengurusan di semua tingkat struktur organisasi Ikatan Pemuda Karya Provinsi Kepulauan Riau tetap berorientasi dan berkoordinasi dengan Dewan Pusat Ikatan Pemuda Karya. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Albert Gultom Gabung Demokrat Batam, Modal Politik dan Basis Massa Jadi Kekuatan Baru

Albert Gultom Gabung Demokrat Batam, Modal Politik dan Basis Massa Jadi Kekuatan Baru

9info.co.id | BATAM – Peta politik Kota Batam kembali menarik perhatian setelah politisi Albert Gultom resmi bergabung dengan Partai Demokrat Kota Batam.

‎Langkah politik tersebut dinilai dapat menjadi tambahan energi bagi Demokrat dalam memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan daya tawar politik menghadapi dinamika Pemilu dan kontestasi politik mendatang.

‎Albert Gultom dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki jaringan sosial dan politik cukup luas, khususnya di kalangan masyarakat Batak dan komunitas marga Gultom. Kehadirannya di Partai Demokrat pun dipandang bukan sekadar perpindahan kendaraan politik, tetapi berpotensi membawa basis dukungan dan jaringan yang telah dibangunnya selama berkiprah di dunia politik.

‎Sebelum bergabung dengan partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut, Albert Gultom tercatat pernah berkiprah di Partai Perindo dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Partai Perindo Kota Batam.

‎Dalam kiprahnya bersama Perindo, Albert disebut memiliki pengalaman dalam membangun mesin politik dan mengonsolidasikan kekuatan partai di tingkat daerah. Bahkan, pada momentum Pemilu sebelumnya, ia turut mengantarkan salah satu kader Perindo hingga berhasil duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau.

‎Pengalaman tersebut menjadi modal politik yang dinilai penting bagi Demokrat Kota Batam. Terlebih, Albert tidak hanya membawa pengalaman organisatoris, tetapi juga jejaring sosial yang selama ini telah terbentuk di tengah masyarakat.

‎Bukan Sekadar Pindah Partai Bergabungnya Albert Gultom ke Demokrat dinilai memiliki arti strategis.

‎Di tengah persaingan partai politik untuk memperkuat basis elektoral di Batam, masuknya figur yang telah memiliki pengalaman politik dan jaringan massa dapat menjadi salah satu faktor yang memperkuat konsolidasi partai.

‎Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana Demokrat mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi kekuatan politik yang nyata.

‎Popularitas seorang tokoh tidak secara otomatis berbanding lurus dengan perolehan suara partai. Diperlukan konsolidasi organisasi, komunikasi politik yang efektif, serta kemampuan membangun hubungan dengan masyarakat secara berkelanjutan.

‎Karena itu, bergabungnya Albert Gultom dapat menjadi momentum bagi Demokrat Kota Batam untuk melakukan konsolidasi lebih luas sekaligus memperkuat positioning partai di tengah masyarakat.

‎Membawa Pengalaman, Menghadapi Tantangan Baru Bagi Albert sendiri, keputusan bergabung dengan Demokrat menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya.

‎Dengan pengalaman memimpin partai politik di tingkat Kota Batam, membangun jaringan politik, serta pernah terlibat dalam keberhasilan mengantarkan kader ke DPRD Provinsi Kepri, Albert kini menghadapi tantangan baru untuk membuktikan kontribusinya bersama Demokrat.

‎Jika mampu mengintegrasikan pengalaman politik, jaringan sosial, dan kekuatan organisasi partai, kehadiran Albert Gultom berpotensi menjadi salah satu kekuatan baru dalam peta politik Demokrat Kota Batam.

‎Perjalanan politik Albert di Demokrat pun menarik untuk dicermati. Sebab, pertaruhan sesungguhnya bukan hanya mengenai perpindahan seorang politisi dari satu partai ke partai lainnya, melainkan sejauh mana kehadirannya mampu diterjemahkan menjadi kekuatan elektoral dan peningkatan elektabilitas Partai Demokrat di Kota Batam. (Mat).

Continue Reading

Berita Lain