Connect with us

9info.co.id | BATAM – Pimpinan DPRD Kota Batam menghadiri doa syukuran dalam rangka Milad ke-58 Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Haji Amsakar Achmad, yang digelar di Wisma Batam, Sekupang, Sabtu (1/8/2026).

‎Kehadiran jajaran pimpinan legislatif tersebut menjadi wujud penghormatan sekaligus komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Batam.

‎Hadir secara lengkap Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin, Wakil Ketua I Haji Aweng Kurniawan, Wakil Ketua II Budi Mardiyanto, SE., MM., serta Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda, SE.

‎Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Kota Batam Haji Muhammad Kamaluddin menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa kepada Amsakar Achmad yang genap berusia 58 tahun.

‎”Kami hadir lengkap untuk mengucapkan selamat atas hari kelahiran Bapak Wali Kota yang ke-58. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan, umur yang berkah, rezeki yang melimpah, serta petunjuk dalam memimpin Kota Batam menuju kemajuan yang lebih baik,” ujar Kamaluddin.

‎Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, pimpinan DPRD Kota Batam juga menyerahkan cinderamata berupa karikatur Wali Kota Amsakar Achmad.

‎Karikatur tersebut menampilkan Amsakar mengenakan pakaian adat Melayu lengkap dengan tanjak dan kain samping, mengendarai Vespa klasik dengan latar sejumlah ikon Kota Batam, yang menggambarkan kedekatan dirinya dengan budaya lokal sekaligus semangat membangun daerah.

‎Kamaluddin menegaskan, hubungan harmonis antara DPRD dan Pemerintah Kota Batam merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi yang telah terjalin selama ini harus terus dipertahankan dan diperkuat demi menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎”Terima kasih atas sinergi yang selama ini terbangun dengan sangat baik antara Pemerintah Kota Batam dan DPRD Kota Batam. Semoga ke depan hubungan ini semakin solid sehingga mampu melahirkan berbagai terobosan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Batam,” tambahnya.

‎Sementara itu, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Haji Amsakar Achmad menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan pimpinan DPRD Kota Batam pada momen hari ulang tahunnya.

‎”Terima kasih kepada Ketua dan para Wakil Ketua DPRD Kota Batam atas doa, ucapan, serta cinderamata yang diberikan. Semoga kebersamaan, kekompakan, dan sinergi yang telah terjalin dapat terus kita pelihara demi kemajuan Batam yang kita cintai bersama,” ujar Amsakar sambil memperlihatkan karikatur yang diterimanya.

‎Doa syukuran Milad ke-58 Amsakar Achmad berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan khidmat.

‎Acara tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, para pejabat di lingkungan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (SD).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain