Connect with us

9Info.co.id | Simalungun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun pada pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke-49 Tahun 2023 di Jalan Gatot Subroto, Medan, menampilkan keindahan seni dan budaya daerah Simalungun, Sabtu malam (15/7/2023)

Penampilan seni dan budaya daerah Simalungun yang bertajuk Malam Puncak Pagelaran Budaya Simalungun itu, dihadiri langsung oleh Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga didampingi ketua TP PKK Ny Ratnawati Sidabutar bersama Ketua DPRD Simalungun Timbul Jaya Sibarani dan para pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemkab Simalungun.

Sebelumnya, saat memasuki arena PRSU, Bupati Simalungun beserta rombongan di sambut langsung dengan penampilan Tortor Simalungun. Acara tahunan yang di selenggarakan oleh provinsi Sumatera Utara tersebut, Kabupaten Simalungun menampilkan beberapa kesenian dan kebudayaan, disamping itu Kabupaten Simalungun juga menampilkan berbagai produk unggulan di Paviliun Simalungun.

Bupati Simalungun Radiapoh H.Sinaga., S.H.,M.H.

Bupati Simalungun Radiapoh H.Sinaga., S.H.,M.H.

Bupati Simalungun saat membuka malam puncak pagelaran budaya Simalungun, dalam sambutannya mengucapkan selamat malam pesona Simalungun.  Dihadapan para pengunjung dan undangan yang hadir, Bupati menyampaikan bahwa, pertunjukan budaya Simalungun ini nantinya akan menjadi kalender tahunan di Kabupaten Simalungun.

“Jadi kita tidak perlu jauh – jauh lagi untuk berlibur, datang saja ke Simalungun yang memiliki wisata yang sangat indah,”ucap Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati Simalungun juga menyampaikan berbebagai prestasi yang telah di raih oleh Kabupaten Simalungun. Menurut Bupati prestasi prestasi itu merupakan hasil kebersamaan yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah dan masyarakat.

Di PRSU Ke - 49 Tahun 2023, Pemkab Simalungun Tampilkan Keindahan Seni Budaya Daerah

Di PRSU Ke – 49 Tahun 2023, Pemkab Simalungun Tampilkan Keindahan Seni Budaya Daerah

“Dengan kebersamaan kita, masyarakat Simalungun banyak meraih prestasi. Ini merupakan prestasi masyarakat Simalungun. Dan baru-baru ini, kita juga mendapat prestasi Manggala Karya Kencana, prestasi ini juga berkat kebersamaan kita masyarakat Simalungun,”sebut Bupati.

Bupati Simalungun berharap, melalui kegiatan ini, dapat meningkatkan wisatawan di kabupaten Simalungun kedepannya. “Dan tidak hanya itu saja, diharapkan dengan kegiatan ini produk di Kabupaten Simalungun juga akan meningkatkan, sehingga perekonomian di Kabupaten Simalungun akan semakin meningkat,”kata Bupati dengan semangat.

Selanjutnya, Bupati Simalungun juga mengatakan bahwa, ada satu produk dari Simalungun yang telah menjadi minuman sehat, dan sudah menjadi minuman favorit di Ibukota yakni Minuman Sehat Jahe Merah.

“Produk jahe merah ini sudah menjadi minuman khusus di Senayan Jakarta dan ini adalah produk UMKM milenial Simalungun. Produk ini adalah minuman sehat khas Simalungun dan asli buatan anak milenial Simalungun,”sebut Bupati sembari mengajak para pengunjung untuk mencoba rasa dan kenikmatan produk jahe merah.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Simalungun dalam sambutannya mengungkapkan kegembiraan yang mendalam, dimana Kabupaten Simalungun bisa menampilkan keindahan budaya Simalungun dan dapat menampilkan produk Simalungun.

“Kami dari DPRD Simalungun sangat mendukung, dan semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pengunjung di pariwisata Simalungun dan juga produk Simalungun dapat di pasarkan ke luar. Dan kita ketahui ini semua berkat upaya dari Bupati Simalungun dan juga ketua TP PKK Kabupaten Simalungun,”kata Ketua DPRD. (SM).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain