Connect with us
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang

Dari Rempang untuk Masa Depan Indonesia: Sekolah Terintegrasi Merah Putih Siapkan Generasi Unggul

More Videos

9info.co.id | BATAM – Keceriaan ratusan anak-anak Rempang-Galang mewarnai kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih pada Minggu (2/8/2026). Tawa riang, semangat bermain, dan wajah-wajah penuh harapan menjadi pemandangan yang menggambarkan optimisme baru bagi masa depan pendidikan di wilayah tersebut melalui kegiatan Rempang Ceria Bersama Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Kegiatan yang digelar di lokasi pembangunan sekolah itu tidak sekadar menjadi ajang hiburan bagi anak-anak. Lebih dari itu, acara tersebut membawa pesan bahwa setiap anak di Rempang-Galang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita melalui pendidikan yang berkualitas.

Suasana semakin hangat dengan kehadiran Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Keduanya tidak hanya meninjau kegiatan, tetapi juga membaur bersama ratusan anak, menyapa mereka dengan penuh keakraban, berbincang, hingga memberikan semangat secara langsung.

Momen sederhana berupa senyuman, sapaan hangat, dan genggaman tangan itu menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan masyarakat, sekaligus menghadirkan harapan bahwa pembangunan pendidikan di Rempang-Galang benar-benar menjadi prioritas.

Kegiatan Rempang Ceria juga dirangkaikan dengan berbagai perlombaan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi bagian dari rangkaian Hari Anak Nasional 2026.

Berbagai permainan tradisional, lomba hiburan, hingga aktivitas edukatif berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari anak-anak maupun masyarakat. Sorak-sorai peserta menciptakan suasana penuh kebersamaan yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul sebagai generasi penerus pembangunan Rempang-Galang dan Kota Batam.

Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare itu diharapkan menjadi pusat pendidikan modern yang mampu melahirkan generasi cerdas, berprestasi, berkarakter, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah di masa depan.

“Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan menjadi wadah untuk mencetak generasi berprestasi, khususnya bagi anak-anak kita di Rempang-Galang,” ujar Amsakar.

Di akhir sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh masyarakat dan berbagai pihak yang telah mendukung proses pembangunan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak akan terwujud tanpa sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak kita harus terus dimotivasi dan didorong agar tumbuh menjadi generasi hebat yang mampu menjaga dan mengawal pembangunan Batam. Atas nama BP Batam dan Pemerintah Kota Batam, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh masyarakat atas dukungannya sehingga pembangunan ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan wajah-wajah ceria anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut menjadi penyemangat bagi pemerintah untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata bagi anak-anak Rempang-Galang.

Melalui fasilitas pendidikan yang representatif, pemerintah berharap anak-anak dapat tumbuh dalam lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki.

“Keceriaan anak-anak hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat. Kami berharap Sekolah Terintegrasi Merah Putih menjadi tempat lahirnya generasi Rempang yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong masa depan,” ujar Li Claudia.

Bagi anak-anak yang hadir, Sekolah Terintegrasi Merah Putih bukan lagi sekadar kawasan pembangunan. Di mata mereka, lokasi itu telah berubah menjadi simbol harapan—tempat lahirnya ruang-ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan bermain, hingga tempat mereka menata mimpi dan mengejar cita-cita.

Melalui pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih yang bertepatan dengan semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah berharap tidak hanya menghadirkan sarana pendidikan yang berkualitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai persatuan, gotong royong, nasionalisme, serta kecintaan terhadap tanah air kepada generasi penerus bangsa.

Dengan hadirnya sekolah ini, Rempang-Galang diharapkan tidak hanya menjadi kawasan yang berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga menjadi tempat tumbuhnya generasi unggul yang akan menjadi pilar kemajuan Batam dan Indonesia pada masa mendatang. (EI)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version