Connect with us

Terpilih Secara Aklamasi, Ir.Ediaman Sinaga Pimpin PPTSB Wilayah Kepri

More Videos

9info.co.id – Ir.Ediaman Sinaga dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru ( PPTSB) Wilayah Provinsi Kepri.
Terpilihnya Ediaman Sinaga, berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah ke -II yang dilaksanakan PPTSB wilayah Kepri, di Aula SP Plaza Batu Aji, Sabtu (26/3/22).

Ketua Panitia pelaksana Muswil Ke-II PPTSB Provinsi Kepri, Ir. sahat Mangapul Tua Sinaga menyatakan, Pelaksanaan Munas Ini setelah Berakhirnya Masa kepengurusan PPTSB Wilayah Kepri yang di jabat oleh Radiapoh Hasiholan Sinaga, SH.MH.

Pelaksanaan Muswil ke-II PPTSB Kepri

“Telah berakhirnya masa kepengurusan PPTSB provinsi Kepri yang dinahkodai Bupati Simalungun tersebut, sehingga seluruh pengurus dan Ketua Cabang yang ada di Kepri, sepakat melakukan Muswil ke -II PPTSB Kepri pada hari ini,” terangnya.

“Karena telah berakhirnya masa kepengurusan serta kesibukan ketua wilayah Kepri yang saat ini menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Simalungun, Seluruh pengurus dan 6 Ketua Cabang yang ada di kepulauan Riau pun sepakat untuk memilih pengurus baru. Dalam Muswil ke -2 yang disaksikan langsung oleh Pengurus PPTSB Pusat, Dr.Timbul Sinaga Selaku Wakil Ketua Umum dan Edward Sinaga sebagai Sekjend PPTSB Se-Dunia, Ir. Ediaman Sinaga terpilih secara aklamasi menjadi ketua Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boruna (PPTSB-DPW Kepri),”tambahnya.

Ketua PPTSB Wilayah Kepri, Ir.Ediaman Sinaga

Dalam Sambutanya, Radiapoh Hasiholan Sinaga menjelaskan “Karna tuntutan kerja, saya menyampaikan agar ketua PPTSB Wilayah Kepri dapat dipilih dari Pomparan Toga Sinaga yang ada di Wilayah Kepri ini,” ujar Radiapo Hasiholan Sinaga saat menghadiri Muswil II PPTSB Kepri.
“Roda organisasi Keluarga besar PPTSB di Kepulauan Riau harus tetap berjalan, untuk itu, perlu adanya regenerasi dan keinginan bersama seluruh keluarga besar Toga Sinaga untuk tetap melanjutkan kepengurusan PPTSB di Kepri untuk tetap lebih baik dan solid,” jelasnya.

Foto Bersama Pengurus Cabang PPTSB se Kepri

Menyikapi hal ini, Ketua terpilih PPTSB Wilayah Kepri ,Ediaman Sinaga menjelaskan, “Sebelumnya Ketua PPTSB Wilayah Kepri dijabat oleh Radiapo Hasiholan Sinaga yang saat ini menjabat sebagai Bupati Simalungun,Karena tuntutan kerja beliau sebagai kepala daerah,”jelasnya.

Ediaman Sinaga pun mengucapkan terimakasih kepada Ketua PPTSB Wilayah Kepri sebelumnya. Terbukti sampai saat ini seluruh Pomparan Toga Sinaga dan Boru di Wilayah Kepri tetap bersatu.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada bapak Radiapo Sinaga yang telah memimpin PPTSB Kepri selama ini dengan baik,” ucapnya usai terpilih.
Selain itu, Ediaman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Ketua Cabang PPTSB yang telah memilihnya secara aklamasi menjadi ketua PPTSB Wilayah Kepri dan menyatakan siap untuk menjadi menjalankan roda organisasi ini.

Bersama Pengurus Pusat PPTSB

Namun, ia tetap meminta dukungan kepada seluruh keluarga besar PPTSB yang ada di Kepri dalam hal untuk kemajuan PPTSB Kepri kedepan.

Menurutnya, adapun program yang akan di laksanakan setelah dilantik, “Kita akan kembali melakukan pendataan sumberdaya manusia dan peningkatan tata kelola organisasi, pemberdayaan sumberdaya manusia serta peningkatan dan pengelolaan aset PPTSB Kepri,” terangnya.

“Dalam memimpin PPTSB Kepri ke depan, mari seluruh Ketua Cabang PPTSB untuk bekerja sama, saling mendukung, agar PPTSB Kepri bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.(mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version