Connect with us
Dukung Pelestarian Kearifan Lokal, Amsakar Achmad Ajak Masyarakat Batam Bangun Energi Kolektif

Dukung Pelestarian Kearifan Lokal, Amsakar Achmad Ajak Masyarakat Batam Bangun Energi Kolektif

More Videos

9info.co.id | BATAM –  Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi membuka Festival Mancing Ngarong V di Pantai Camar Teluk Mata Ikan, Nongsa, Minggu (20/7/2025), dalam rangka memperingati Hari Bakti TNI AU ke-78.

Amsakar mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dan memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Batam.

Di samping sebagai wadah membangun energi kolektif masyarakat, Festival Mancing Ngarong juga berpotensi untuk mendorong pengembangan potensi wisata bahari di Kota Batam.

“Kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi kita dalam membangun Batam lebih baik. Untuk membuat suatu lompatan dalam pembangunan Batam, kita harus menumbuhkan spirit bersama dengan dukungan seluruh stakeholder,” ujar Amsakar dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Amsakar juga mendorong agar tradisi ini masuk dalam kalender event pariwisata Batam.

Selain melestarikan kearifan lokal, ia meyakini tradisi yang sarat nilai budaya ini dapat menarik minat wisatawan. Baik lokal maupun mancanegara.

“Tradisi ini layak untuk kita jaga dan lestarikan. Semangat seperti ini juga harus terus kita rawat agar Batam bisa tumbuh lebih baik,” pesannya.

Hadir dalam kegiatan antara lain Direktur Pengelolaan Lahan BP Batam Harlas Buana, Ketua DPRD Batam Kamaluddin, Komandan Lanud Hang Nadim Batam Letkol Pnb Hendro Sukamdani, dan Kepala Stasiun Bakamla Batam Mayor Bakamla Margaretha Kirana Lestari. (AS)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

PLN Batam Tegaskan Komitmen Transparansi dan Pemenuhan Hak Pelanggan Pasca-Gangguan Kelistrikan Batam–Bintan

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam memahami berbagai masukan dan aspirasi pelanggan terkait pemberian kompensasi atas gangguan pasokan listrik yang terjadi di wilayah Batam dan Bintan pada 12 Oktober 2026 lalu. Perusahaan menyadari bahwa gangguan tersebut telah berdampak pada aktivitas masyarakat, dunia usaha, serta berbagai sektor pelayanan publik.

Manager Komunikasi dan Humas PLN Batam, Vidya Kartika, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Berbagai masukan yang disampaikan masyarakat menjadi perhatian perusahaan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan sistem kelistrikan.

“Terkait pemberian kompensasi, PLN Batam menjelaskan bahwa mekanisme dan perhitungannya mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN Batam, serta Keputusan Direksi PT PLN Batam Nomor 0023.K/DIR/2017,” ujar Vidya.

Vidya menambahkan, dalam ketentuan tersebut, pemberian kompensasi didasarkan pada pencapaian indikator Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan. Besaran kompensasi dihitung berdasarkan ketentuan dan parameter yang berlaku dengan mempertimbangkan kategori layanan pelanggan.

Bagi pelanggan reguler pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan sesuai formula yang ditetapkan. Sementara bagi pelanggan prabayar, kompensasi diberikan melalui penambahan energi listrik dalam bentuk token dengan nilai yang setara sesuai ketentuan. Adapun pelanggan layanan khusus atau business-to-business (B2B) mengikuti mekanisme kompensasi berdasarkan jenis layanan dan perjanjian yang berlaku.

Proses perhitungan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi data dan indikator mutu pelayanan melalui sistem administrasi pelayanan perusahaan. Dengan mekanisme tersebut, pemberian kompensasi dilaksanakan secara terukur, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, PLN Batam memahami bahwa kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun melalui pemenuhan kewajiban kompensasi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas dan keandalan pasokan listrik. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, penguatan infrastruktur, serta penyempurnaan langkah-langkah pengamanan dan mitigasi risiko gangguan.

PLN Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat komunikasi dengan pelanggan, serta menjadikan setiap masukan masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.

“Terkait kompensasi ini, kami juga sangat terbuka dan pelanggan dapat melihat langsung besarannya di aplikasi bright by PLN Batam, situs resmi kami, atau mendatangi Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di Baloi, Nagoya, Tiban, dan Batu Aji,” tutup Vidya. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version