Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Asian Regional Training and Development Organisation (ARTDO) International World Conference digelar di Batam, bertempat di Batam View Beach Resort, 26 hingga 29 Agustus 2023 di Kota Batam. Konferensi bertaraf internasional yang telah berlangsung secara rutin selama 50 tahun ini dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 135 peserta yang berasal dari 15 negara, dian South Sudan, Sudan, Korea Selatan, Kamboja, Malaysia, singapura, Vietnam, Hongkong, diantaranyaTaiwan, Nedherland, Philipina dan Indonesia.

Pembukaan ditandai dengan pemotongan Nasi Besar oleh Restog Krisna Kusuma, Staf Ahli Menparekraf Bidang Inovasi dan Kreativitas didampingi sejumlah pejabat, diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, H.T.S. Arif Fadillah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, Ketua Adat Melayu (LAM) Nongsa, Agus Wahab serta General Manager Batam View Resort, Anddy Fong, yang sekaligus sebagai Presiden (ARTDO) International kali ini.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengapresiasi kegiatan ARTDO yang mengangkat kearifan lokal Batam dengan menghadirkan nasi besar sebagai tanda pembukaan acara. Selain nasi besar, Batik Batam juga ditampilkan dalam stand pameran produk.

Sebagai informasi, nasi besar merupakan salah satu tradisi Melayu, yang ada di rangkaian setiap acara kebesaran. Menurutnya, nasi besar kini tak hanya disajikan pada saat acara pernikahan, Khataman Alquran atau Sunatan saja. Nasi besar juga sudah mulai hadir diberbagai acara, seperti peringatan hari kelahiran, hari jadi kota dan sebagainya.

“Seperti acara ARTDO Ke-50 Tahun, pembukaannya ditandai dengan pemotongan nasi besar,” terangnya.

Lanjut Ardi, nasi besar tetap ada ciri khasnya yakni pulut kuning, bunga telur warna merah, dan bunga puncak. “Untuk acara perayaan hari jadi dan perayaan lainnya bisa namun ciri khasnya jangan sampai hilang,” ucapnya.

Lanjut Bang Ardi sapaannya, Pemerintah Kota (Pemko) mendukung adanya kegiatan ARTDO karena dapat mendorong wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) karena Batam memiliki amenitas yang lengkap seperti hotel 241, 1037”kafe dan restoran, 12 pusat perbelanjaan, dan ragam destinasi wisata.

Ia mengucapkan terima kasih kepada President Asian Regional Training and Development Organization (ARTDO) 2022- 2023 sekaligus General Manager Batam View Beach Resort, Andy Fong atas terselenggaranya kegiatan ini. Ardi menyampaikan, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menyambut baik atas kegiatan ini.

“Semua pihak mendukung kegiatan ini, Pak Wali (Muhammad Rudi), Menparekraf, termasuk teman-teman media yang selalu memberitakan tentang kegiatan ini,” ucapnya. (DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

9info.co.id | BATAM – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain