Connect with us

9info.co.id | BATAM – Setelah sukses membangun jaringan kerja sama internasional yang kuat di pasar Singapura, Panbil Hospitality Group melalui dua properti unggulannya, Wyndham Panbil Batam dan Panbil Residence Serviced Apartment, kini melebarkan sayap ke Kuala Lumpur, Malaysia sebagai bagian dari strategi ekspansi pasar internasional.

‎Langkah strategis tersebut diambil berdasarkan hasil analisis internal yang menunjukkan tren pertumbuhan positif dan signifikan dari pasar Malaysia dalam beberapa tahun terakhir.

‎Data kunjungan tamu sepanjang tahun 2025 memperlihatkan peningkatan konsisten jumlah wisatawan maupun pelaku bisnis asal Malaysia yang memilih menginap di kedua properti tersebut.

‎Sebagai upaya memperkuat penetrasi pasar Malaysia, manajemen Wyndham Panbil Batam dan Panbil Residence berkolaborasi dengan Wyndham Suite Kuala Lumpur City Centre (KLCC) menggelar kegiatan bertajuk Dinner & Learn pada akhir Mei 2026.

‎Acara yang berlangsung di Sky Lounge lantai 46 Wyndham Suite KLCC itu dihadiri puluhan undangan yang terdiri dari pelaku industri perjalanan, pimpinan korporasi, hingga Key Opinion Leader (KOL) dan influencer di Kuala Lumpur.

‎Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai berbagai fasilitas dan keunggulan Wyndham Panbil Batam serta Panbil Residence. Acara berlangsung hangat dengan sesi networking, makan malam bersama, pembagian lucky draw, hingga pemberian cendera mata kepada para tamu undangan.

‎Corporate Director of Sales Panbil Hospitality Group, Hikmawati, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut.

‎”Kami sangat mengapresiasi seluruh tamu undangan yang hadir. Kami ucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk menghadiri acara Dinner & Learn ini. Dapat berjumpa langsung dengan para mitra dan tamu di Kuala Lumpur merupakan momen berharga untuk memperkuat sinergi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa depan,” ujarnya.

‎Wyndham Panbil Batam dikenal sebagai salah satu hotel bintang lima premium di Batam yang menawarkan pengalaman menginap berstandar internasional dengan fasilitas bisnis lengkap serta panorama alam yang eksklusif. Sementara itu, Panbil Residence Serviced Apartment hadir sebagai pionir hunian vertikal eksklusif di Batam dengan berbagai fasilitas premium, termasuk tipe kamar penthouse mewah yang menjadi satu-satunya di Kota Batam.

‎Melalui ekspansi ke Kuala Lumpur ini, Panbil Hospitality Group berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan pelaku bisnis dari Malaysia ke Batam.

‎Selain itu, langkah tersebut juga diyakini akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai destinasi unggulan untuk investasi, bisnis, pertemuan, insentif, konvensi dan pameran (MICE), serta pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

‎Ekspansi pasar ke Malaysia sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kerja sama sektor pariwisata antara Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun, sekaligus membuka peluang pertumbuhan industri perhotelan dan pariwisata yang lebih besar bagi Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

HMI Badko Riau-Kepri Soroti Lemahnya Pengawasan Imigrasi Kepri

HMI Badko Riau-Kepri Soroti Lemahnya Pengawasan Imigrasi Kepri, Siap Geruduk Kantor Imigrasi

9info.co.id | KEPRI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi (Badko) Riau-Kepulauan Riau menyoroti kinerja jajaran Imigrasi Kepulauan Riau yang dinilai lemah dalam melakukan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA) di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.

‎Kritik tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Hukum dan Advokasi HMI Badko Riau-Kepri, Bagus Wahyuda Utama, melalui pernyataan tertulis berjudul “Apa Kabar Imigrasi Kepri?” yang menyoroti sejumlah kasus pelanggaran keimigrasian yang belakangan mencuat di Kepulauan Riau.

‎Menurut Bagus, Kepulauan Riau sebagai salah satu gerbang utama Indonesia memiliki posisi strategis yang menuntut pengawasan ketat terhadap lalu lintas orang asing. Namun, sejumlah kasus yang terungkap justru menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem pengawasan keimigrasian. Kamis (04/06/2026).

‎Ia menyinggung kasus penggerebekan terhadap 210 warga negara asing di Batam yang diduga terlibat dalam berbagai aktivitas ilegal, seperti penipuan daring, judi online, hingga kejahatan terorganisir lintas negara. Para WNA tersebut diketahui masuk menggunakan izin kunjungan namun diduga melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan izin yang dimiliki.

‎Selain itu, Bagus juga menyoroti temuan puluhan tenaga kerja asing di Bintan yang disebut bekerja menggunakan visa kunjungan tanpa dilengkapi izin kerja resmi.

‎“Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa sistem pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas WNA di Kepri perlu dievaluasi secara menyeluruh. Pengawasan tidak boleh hanya dilakukan saat kedatangan, tetapi juga setelah mereka berada dan beraktivitas di wilayah Indonesia,” ujarnya.

‎HMI Badko Riau-Kepri mempertanyakan efektivitas fungsi pengawasan dan intelijen keimigrasian yang menjadi tugas utama instansi tersebut. Mereka meminta Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepulauan Riau memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait berbagai pelanggaran yang berhasil terungkap setelah dilakukan operasi penegakan hukum oleh aparat.

‎Dalam pernyataannya, HMI juga mengaitkan kondisi tersebut dengan sejumlah kasus dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang pernah mencuat di tingkat nasional dalam sektor keimigrasian. Oleh karena itu, mereka meminta adanya langkah konkret untuk memastikan tidak terjadi praktik serupa di wilayah Kepulauan Riau.

‎Sebagai bentuk tuntutan, HMI Badko Riau-Kepri meminta pihak Imigrasi untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, membongkar dugaan jaringan mafia atau pihak-pihak yang melindungi pelanggar keimigrasian, membersihkan oknum internal yang terlibat praktik ilegal, serta memperkuat sistem pengawasan terhadap WNA secara menyeluruh.

‎Bagus menegaskan bahwa masyarakat dan kalangan mahasiswa akan terus mengawal kinerja Imigrasi Kepulauan Riau demi menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah perbatasan Indonesia.

‎“Kami tidak membutuhkan janji, tetapi tindakan nyata. Kepri adalah benteng negara yang harus dijaga dengan pengawasan yang kuat, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang melanggar hukum,” tegasnya.

‎HMI Badko Riau-Kepri juga menyatakan kesiapan untuk menggelar aksi penyampaian aspirasi ke Kantor Imigrasi Kepulauan Riau apabila tuntutan tersebut tidak mendapatkan perhatian dan respons yang memadai dari pihak terkait. (Tim).

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain