Connect with us

9info.co.id | BATAM – DPRD Kota Batam menerima kunjungan kerja (kunker) rombongan anggota DPRD Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Selasa (14/7/2026). Kunjungan tersebut diterima oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Muhammad Syafei, ST., MT., dan anggota Komisi II H. Sulaiman, serta anggota Komisi IV, H. Hery Herlangga, ST., M.Ak.

Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Khalis Mustiko, SH, mengatakan kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mempelajari pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta peningkatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam mendukung pembangunan daerah.

Muhammad Syafei menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan DPRD Kabupaten Tebo dan berharap kunjungan tersebut dapat menjadi sarana bertukar pengalaman serta mempererat hubungan antarlembaga legislatif.

“Kami ucapkan selamat datang rekan-rekan dari Kabupaten Tebo, Jambi. Semoga pertemuan ini bermanfaat bagi kedua daerah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Muhammad Syafei juga memaparkan profil singkat DPRD Kota Batam yang saat ini beranggotakan 50 orang. Selain itu, beliau menjelaskan secara ringkas kondisi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Batam, termasuk hubungan kerja antara BP Batam dan Pemerintah Kota Batam yang menjadi salah satu keunikan dalam tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tebo, Khalis Mustiko, SH, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan DPRD Kota Batam. Beliau mengaku terkesan dengan perkembangan pembangunan Kota Batam yang dinilai berlangsung sangat pesat.

“Kami sangat terkesan dengan pembangunan Kota Batam yang berkembang pesat. Kunjungan kerja ini kami harapkan dapat memberikan masukan bagi daerah kami, khususnya dalam pengelolaan PAD,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut juga menghadirkan perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Batam yang memaparkan berbagai program pemberdayaan pelaku UMKM. Di antaranya melalui fasilitas pinjaman tanpa bunga serta program pinjaman bergulir yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha masyarakat, serta program-program peningkatan kelas UMK yang bersinergi dengan pokir DPRD Kota Batam.

Kegiatan kunjungan kerja berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Acara diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata sebagai simbol persahabatan antardaerah, serta sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.(SD)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain