Connect with us

9info.co.id – Kasus dugaan keterlibatan mantan Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa kini menyeret banyak nama orang di baliknya. Salah satunya AKBP Dody Prawiranegara yang merupakan mantan Kapolres Bukittinggi yang diduga masuk dalam daftar orang yang terlibat dalam jaringan barang haram tersebut.

Kendati demikian, Dody mengungkap bahwa dirinya hanya dijebak dan mengetahui bahwa Teddy-lah yang bertindak sebagai otak dari peredaran narkoba tersebut. Hal ini membuatnya mengajukan justice collaborator melalui sang pengacara, Adriel Viari Purba.

Sosok pengacara muda ini pun menjadi sorotan karena bersikukuh untuk membela sang klien dan melibatkan banyak pihak untuk bisa memberikan keadilan kepada AKBP Dody. Lalu, siapa sebenarnya Adriel ini?

Adriel Viari Purba atau dikenal dengan Adriel Purba ini merupakan pengacara muda yang sering terlibat dalam kasus kasus besar. Adriel merupakan lulusan dari Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya pada tahun 2016 lalu.

Kiprah Adriel di dunia hukum dimulainya sejak masih belia, khususnya saat ia masih berstatus sebagai mahasiswa. Sang ayah, Mulia Rindo Purba merupakan Anggota Komisi II DPRD Kota Batam. Adik Adriel, Jeremy Viari adalah seorang musisi yang kini sedang menapaki karir di dunia entertainment.

Adriel diketahui juga pernah bekerja di firma hukum Jat&Co pada tahun 2016. Adriel juga pernah terlibat dalam program bantuan hukum untuk masyarakat miskin di Tangerang bersama perusahaan yang menaunginya.

Adriel juga sering menghabiskan waktunya bersama keluarganya, hingga berlibur ke luar negeri bersama terlihat lewat banyak unggahan di instagramnya saat berlibur dan berkumpul dengan keluarganya.

Pria berdarah batak ini juga tercatat pernah bergabung dengan beberapa firma hukum, seperti KMM Counselors of Law. Ia juga berhasil melaksanakan pengangkatan dan pengambilan sumpah advokat di wilayah PN Jakarta pada tahun 2020 lalu.

Adriel pun kini ditunjuk sebagai tim kuasa hukum AKBP Dody yang saat ini menjadi salah satu tersangka dalam kasus jaringan narkoba Teddy Minahasa mengungkap bahwa kliennya diperintahkan oleh Teddy untuk menukar barang bukti sabu dengan tawas melalui pesan singkat. (Nat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

Tugboat Terbalik Telan Korban, PT Pradana Samudra Lines Bertanggungjawab

9info.co.id | BATAM  – Manajemen PT Pradana Samudra Lines memastikan menanggung seluruh biaya santunan, asuransi, hingga pemakaman korban dalam insiden kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh. Fatur Akbar mengatakan pihak perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap para kru yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” kata Fatur di Batam, Sabtu.

Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima orang kru di dalam kapal tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain.
Menurut dia, hubungan kerja para kru berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal, bukan sebagai agen pelayaran. Sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan manajeman PT ASL.

“Kami adalah manajemen kru. Para kru memiliki kontrak kerja langsung dengan perusahaan kami. Jadi kami yang mengelola dan menyediakan kru untuk kapal yang digunakan oleh perusahaan lain,” ujarnya.

Fatur mengatakan berdasarkan keterangan kru yang selamat, insiden terjadi ketika kondisi cuaca dan arus laut cukup kuat sehingga kapal terdorong ombak hingga akhirnya terbalik. Saat kejadian, sebagian kru berada di luar kapal untuk memperbaiki tali, sementara kru lainnya masih berada di dalam kapal.

“Menurut keterangan kru yang selamat, arus laut cukup kuat sehingga mereka kesulitan menyelamatkan diri. Namun kami memastikan seluruh kru bekerja sesuai prosedur operasi standar (SOP),” katanya.

Ia menambahkan pihak perusahaan juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban dan memastikan seluruh korban dimakamkan di Batam.

“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka sudah menerima penjelasan dari perusahaan,” ujarnya.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang setelah kapal tugboat terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Batam, Jumat (6/3).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Fazzli mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 17.57 WIB, sementara insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia.

Dari lima orang yang berada di atas kapal, tiga orang ditemukan meninggal dunia, satu orang selamat, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian.

Tiga korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Sementara korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, sedangkan satu korban yang masih dalam pencarian adalah Yusuf Tankin yang bertugas sebagai second engineer.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepulauan Riau, serta pihak PT ASL Batam masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang hilang di sekitar lokasi kejadian.(Tim)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain