Connect with us

9info.co.id | BATAM – Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Batam bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam menggelar sosialisasi bahaya narkoba melalui Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kegiatan ini menargetkan sebanyak 211 sekolah tingkat SMP di Kota Batam, sebagai upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

Salah satu kegiatan sosialisasi P4GN tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 27 Batam. Kamis 5/02/2026.

Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian insan pers terhadap maraknya peredaran narkoba yang kini telah menyasar anak-anak usia sekolah.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IWO Kota Batam Oki Indra Purnama, Sekretaris Jenderal IWO Batam Rahmat A.K. Purba, Wakil Ketua sekaligus Ketua Panitia P4GN Ernala Ginting, serta Humas IWO Batam Bakri Aritonang.

‎Ketua PD IWO Kota Batam, Oki Indra Purnama, dalam sambutannya menegaskan bahwa IWO Batam berkomitmen penuh untuk melawan dan menyatakan perang terhadap narkoba.

‎“IWO berkomitmen membantu pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga aset bangsa, yakni generasi penerus. Peredaran narkoba saat ini sudah berada pada fase yang sangat mengkhawatirkan,” tegas Oki.

‎Senada dengan itu, Ketua Panitia Program P4GN IWO Kota Batam yang juga bekerja sama dengan BNN, Ernala Ginting, menyampaikan bahwa insan pers merasa memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak dari bahaya narkoba.

‎“Kami prihatin melihat kondisi saat ini. Anak-anak usia dini dan usia rentan harus diberikan pemahaman agar tidak coba-coba dengan narkoba. Ini bentuk tanggung jawab sosial kami sebagai insan pers,” ujarnya.

‎Sementara itu, pemateri dari BNN Kota Batam, Hendrianes Ramadan Ginting, S.E., memberikan edukasi terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan para pelajar agar tidak tergiur mencoba narkoba maupun rokok elektrik.

‎“Anak-anak jangan pernah coba-coba narkoba, termasuk vape. Saat ini banyak vape yang sudah mengandung unsur narkotika dan sangat berbahaya,” jelas Hendrianes.

‎Kegiatan sosialisasi P4GN ini mendapat apresiasi dari Kepala SMP Negeri 27 Batam, Borbor Hehe Tua Pasaribu, S.Pd., M.M. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian IWO Batam dan BNN Kota Batam terhadap dunia pendidikan.

‎“Kami sangat mengapresiasi sosialisasi ini. Kegiatan ekstrakurikuler dan edukasi seperti ini menjadi salah satu cara efektif untuk membentuk karakter siswa dan mengurangi kenakalan remaja,” ungkapnya.

‎Melalui program P4GN ini, IWO Kota Batam berharap dapat terus bersinergi dengan BNN dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.(Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan lahan bagi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 13 Batam.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, unsur DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait, Forkopimda, OPD, perangkat RT/RW, serta masyarakat Tanjung Buntung.

Pembangunan SMKN 13 Batam merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sekaligus memperkuat pendidikan vokasi guna mencetak sumber daya manusia yang siap memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Amsakar mengatakan, BP Batam memberikan dukungan penuh melalui penyediaan lahan sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan pendidikan.

“Ini merupakan ikhtiar penting bagi peradaban, kemajuan Kepulauan Riau, dan kemajuan Batam. Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Amsakar.

Menurutnya, daya saing suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dipersiapkan sejak dini. Karena itu, penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Pendidikan harus kita dukung. Jika berbicara tentang daya saing, semuanya bergantung pada bagaimana kita mendesain pendidikan hari ini untuk menjawab kebutuhan masa depan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, di antaranya pemberian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, beasiswa bagi pelajar di wilayah hinterland, hingga kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Amsakar optimistis kehadiran SMKN 13 Batam akan menjadi bagian dari desain besar pembangunan sumber daya manusia Batam yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing.

“Negara yang memiliki kemajuan teknologi dan sumber daya manusia unggul akan menjadi negara yang kuat. Karena itu, pemerataan pendidikan harus terus diwujudkan sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ansar, Batam sebagai kawasan industri membutuhkan semakin banyak tenaga kerja terampil yang dihasilkan melalui pendidikan vokasi. Pembangunan SMKN 13 Batam dinilai akan semakin memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja siap pakai bagi dunia usaha dan industri.

Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam mempercepat penyediaan lahan pendidikan.

“Terima kasih kepada Pak Kepala BP Batam dan Ibu Wakil atas keseimbangan pembangunan antara kebutuhan investasi dan kebutuhan pendidikan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan BP Batam yang begitu responsif dalam mempercepat penyediaan lahan bagi pendidikan,” tutupnya.

Melalui pembangunan SMKN 13 Batam, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan vokasi di Batam semakin kuat sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

SMKN 13 Batam dirancang membuka enam rombongan belajar dengan kapasitas awal sekitar 350 siswa. Ke depan, sekolah ini akan mengembangkan sejumlah program keahlian yang selaras dengan kebutuhan industri, antara lain Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan. (NA)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain