Connect with us

Kadin Batam Koordinasi dengan Dirjen Imigrasi Minta Relaksasi VoA untuk Wisatawan

More Videos

9info.co.id – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Batam, Jadi Rajagukguk, berkordinasi dengan Dirjen Imigrasi terkait pemberlakuan Visa on Arrival (VoA) bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Batam dan Kepri secara umum.

Koordinasi antara Jadi Rajaguguk kepada Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Silmi Salim tersebut terkait banyaknya keluhan pelaku usaha pariwisara terkait pemberlakuan VoA bagi wisatawan.

“Tadi kami sudah melakukan rapat, dan saya mendengar secara langsung keluhan dari para pelaku usaha pariwisata. Setelah itu saya langsung berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Pak Silmi Salim,” kata Jadi, Senin (30/1/2023).

Jadi –yang mengaku menghubungi langsung Dirjen Imigrasi, menambahkan, dari hasil pembicaraan antara dirinya bersama Dirjen Imigrasi Kemenkumham didapati hasil bahwa dalam waktu dekat akan dilaksanakan survei terkait permasalahan pemberlakuan VoA.

“Kami mengapresiasi Pak Dirjen menampung aspirasi ini secara terbuka dan memberikan saran-saran agar dapat dilaksanakannya relaksasi terkait VoA wisatawan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, dari hasil pertemuan bersama BP Batam, Imigrasi Batam dan pelaku usaha pariwisata, pihaknya mendapati masukan dari sejumlah pelaku pariwisata Batam dan Kepri. Secara umum, masalah yang dialami para pelaku usaha pariwisata adalah pemberlakuan VoA terhadap sejumlah negara besar yang sebelum pandemi rutin berkunjung ke Batam dan Kepri.

“Usulan para teman-teman, yakni meminta relaksasi terkait VoA wisatawan. Hal ini sudah sering dirapatkan oleh pelaku usaha, namun belum mendapatkan hasil. Oleh karena itu, kami mencoba menfasilitasi, agar bisa kami sampaikan ke Pemerintah Pusat,” tegasnya.

Dicontohkannya, negara tetangga seperti Singapura, memiliki kunjungan wisatawan bisa mencapai 26 juta orang per tahun. Alangkah baiknya, bila wisatawan itu bisa melanjutkan perjalanan tour-nya ke Batam, karena sebagian besar dari mereka melanjutkan perjalanan wisata ke Johor Malaysia.

Menurutnya, apabila tidak bisa diberikan bebas visa secara penuh, pemerintah bisa memberikan dispensasi seperti bebas visa bila berkunjung 3 hari ke Batam atau Kepri, atau mungkin ada skema lain.

“Mereka tinggal selangkah lagi bisa ke Batam, karena adanya regulasi terkait VoA, ini menjadi salah satu penghambat, seperti wisatawan, Jepang, Korea, India dan China, mereka dulu rutin kemari, sekarang malah belok ke Johor dan Kuala Lumpur,” tutupnya. (Tim)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Firmus Technologies dan Nvidia Pilih Batam, PLN Batam-BP Batam Siap Wujudkan Hub AI Asia Tenggara

9info.co.id | BATAM – PT PLN Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam menyambut positif rencana ekspansi Firmus Technologies Pty Ltd., perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) asal Australia yang didukung Nvidia, untuk membangun proyek pusat data AI pertamanya di Indonesia melalui kerja sama strategis dengan DayOne.

Investasi berskala global tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap Batam sebagai destinasi utama pengembangan infrastruktur digital dan teknologi tinggi. Dengan posisi geografis yang strategis, infrastruktur yang terus berkembang, serta iklim investasi yang semakin kompetitif, Batam dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat data (data center) dan ekosistem AI di kawasan Asia Tenggara.

Proyek yang akan dibangun berupa Nvidia DSX AI Factory Campus dengan kapasitas mencapai 360 megawatt (MW). Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027 dan secara bertahap akan mengoperasikan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia sepanjang periode 2027–2028.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan rencana investasi Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne merupakan bukti nyata kepercayaan investor global terhadap kesiapan Batam dalam mendukung industri digital masa depan.

“Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” ujarnya.

Menurut Li Claudia, meningkatnya investasi pada sektor data center dan teknologi digital menunjukkan bahwa Batam memiliki berbagai keunggulan kompetitif, mulai dari lokasi yang strategis di jalur perdagangan internasional, ketersediaan infrastruktur pendukung, hingga kebijakan investasi yang semakin kondusif.

Ia menegaskan, BP Batam akan terus memastikan kesiapan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk pasokan listrik yang andal, konektivitas digital, serta kemudahan perizinan bagi investor.

“Kami ingin memastikan proyek strategis seperti ini dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Batam di tingkat regional maupun global,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan bahwa kehadiran investasi data center tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa gedung maupun server, tetapi juga menjadi fondasi terbentuknya ekosistem ekonomi digital baru di Batam.

“Ketika investasi data center masuk ke Batam, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung dan server. Yang sedang dibangun adalah ekosistem ekonomi digital baru. PLN Batam berkomitmen memastikan fondasi energi yang andal agar investasi tersebut dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam,” ujar Kwin Fo.

Menurutnya, pengembangan AI Data Center oleh Firmus Technologies yang didukung Nvidia menjadi momentum penting bagi Batam untuk memasuki ekosistem industri teknologi tinggi secara lebih luas. Selain memperkuat infrastruktur digital nasional, investasi tersebut juga diharapkan mendorong pengembangan talenta digital, inovasi teknologi, serta tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi berbasis kecerdasan buatan.

Dengan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal dari PLN Batam dan komitmen BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kompetitif, proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi transformasi Batam sebagai pusat industri digital, data center, dan artificial intelligence yang mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara bahkan dunia.(Tim).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version