Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, H.Jefridin Hamid, M.Pd., menjadi salah satu narasumber penting dalam momen pelantikan organisasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam.

Acara ceremony Pelantikan Pengurus Organisasi Mahasiswa (ORMAWA), yang terdiri dari Senat, BEM dan HIMA Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan digelar di Gedung Auditorium Unrika pada, Jumat (13/10/2023).

Dalam kuliah yang diisi oleh Sekda Batam, di isi dengan tema utama yang disampaikan adalah “4 Pilar Wawasan Kebangsaan.”

Jefridin menjelaskan tujuan tentang empat pilar tersebut, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Didampingi Moderator, Dosen Senior FH Unrika Rahmanidar, SH.MH.CPM, dan Perwakilan Polda Kepri, Ipda Dr Lindu Deni, SH.,MH., Sekda Batam menyampaikan pentingnya pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kebangsaan dan konstitusi Indonesia, terutama bagi mahasiswa Fakultas Hukum yang diharapkan menjadi agen perubahan dan penegak hukum masa depan. Ia juga menekankan bahwa wawasan kebangsaan merupakan pondasi yang kuat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berkeadilan.

Mahasiswa Fakultas Hukum Unrika Batam tampak antusias mengikuti kuliah dari Sekda Batam, yang memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana mereka dapat menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.

Acara pelantikan organisasi mahasiswa ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang cinta tanah air dan dapat berkontribusi positif bagi kemajuan Bangsa dan Negara.

Dalam penutupannya, Sekda Batam menyatakan harapannya bahwa mahasiswa Fakultas Hukum Unrika Batam akan terus menggali pengetahuan dan berperan aktif dalam memperkuat wawasan kebangsaan, sehingga Indonesia tetap menjadi negara yang bersatu, kuat, dan berdaulat.

Semoga momen penting kuliah umum 4 Pilar ini mampu memperkuat kesadaran wawasan kebangsaan serta membakar semangat mahasiswa Fakultas Hukum Unrika Batam dalam menjalani perjalanan akademik dan kepemimpinan mereka kedepan”. Imbuhnya.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.

‎Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

‎Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.

‎Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.

‎Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.

Isye

Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

Bukan Sekadar Seremonial

‎REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.

‎Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.

‎REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.

‎Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.

‎Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.

‎“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.

Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi

‎Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.

‎Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.

‎“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

isye 2

Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam

Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan


‎REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.

‎Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

‎Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.

‎Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).

Continue Reading

Berita Lain