Connect with us

9info.co.id | BATAM – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam beserta jajaran di Ruang Kerja Kapolda Kepri, Jumat (6/2/2026). Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi penegakan hukum di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik strategis sebagai daerah perbatasan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat utama Polda Kepri, di antaranya Dirreskrimsus Kombes Pol. Silvester M.M. Simamora, S.I.K., M.H., Dirpolairud Kombes Pol. Ade Mulyana, S.I.K., Dirresnarkoba Kombes Pol. Suyono, S.I.K., S.H., M.H., dan Kabidhumas Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. Dari jajaran Bea dan Cukai hadir Kepala Bea Cukai Batam Agung Widodo, Kepala Bea Cukai Kepri Sodikin, Kabag Umum Bea Cukai Batam Eka Purnama, serta Kasi Intel Bea Cukai Batam Fastabiqul.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolda Kepri menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bea dan Cukai Batam serta menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan yang berpotensi terjadi di wilayah perbatasan.

“Provinsi Kepulauan Riau memiliki kerawanan tersendiri terhadap kejahatan lintas batas. Karena itu, sinergi yang solid dan koordinasi yang berkelanjutan antarinstansi menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Irjen Pol. Asep Safrudin.

Kapolda Kepri juga menyoroti sejumlah isu strategis yang memerlukan penanganan terpadu, antara lain pengawasan barang impor, pengelolaan limbah termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pemberantasan peredaran narkotika, serta penyesuaian terhadap penerapan ketentuan hukum pidana yang baru. Seluruh isu tersebut dinilai membutuhkan langkah penegakan hukum yang terkoordinasi dan berkesinambungan.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kepri, Sodikin, menyampaikan apresiasi atas sambutan Kapolda Kepri beserta jajaran. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara Bea dan Cukai dengan Polda Kepri dapat terus diperkuat guna mendukung efektivitas pengawasan dan penegakan hukum di wilayah Kepulauan Riau.

Pada kesempatan yang sama, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo menegaskan kesiapan Polda Kepri untuk terus menjadi mitra strategis Bea dan Cukai. Ia menekankan pentingnya kejelasan kewenangan antarinstansi agar setiap persoalan hukum di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional.

Silaturahmi antara Polda Kepri dan Bea Cukai Batam berlangsung dalam suasana aman dan kondusif. Diharapkan, pertemuan ini semakin memperkuat kolaborasi dan soliditas antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan serta supremasi hukum di wilayah Kepulauan Riau.(Hum).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

BP Batam Dukung Pembangunan SMKN 13 Batam, Perkuat SDM Vokasi untuk Industri Masa Depan

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan komitmen BP Batam dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan lahan bagi pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMKN 13 Batam.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan sekolah di Jalan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Senin (13/7/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, unsur DPRD Provinsi Kepulauan Riau dan Kota Batam, Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait, Forkopimda, OPD, perangkat RT/RW, serta masyarakat Tanjung Buntung.

Pembangunan SMKN 13 Batam merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas sekaligus memperkuat pendidikan vokasi guna mencetak sumber daya manusia yang siap memenuhi kebutuhan dunia usaha dan industri.

Amsakar mengatakan, BP Batam memberikan dukungan penuh melalui penyediaan lahan sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan pendidikan.

“Ini merupakan ikhtiar penting bagi peradaban, kemajuan Kepulauan Riau, dan kemajuan Batam. Pendidikan adalah jalan transformasi menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Amsakar.

Menurutnya, daya saing suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dipersiapkan sejak dini. Karena itu, penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota Batam bersama BP Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Pendidikan harus kita dukung. Jika berbicara tentang daya saing, semuanya bergantung pada bagaimana kita mendesain pendidikan hari ini untuk menjawab kebutuhan masa depan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program, di antaranya pemberian seragam sekolah gratis, beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu, beasiswa bagi pelajar di wilayah hinterland, hingga kerja sama dengan tujuh perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Amsakar optimistis kehadiran SMKN 13 Batam akan menjadi bagian dari desain besar pembangunan sumber daya manusia Batam yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa yang maju dan berdaya saing.

“Negara yang memiliki kemajuan teknologi dan sumber daya manusia unggul akan menjadi negara yang kuat. Karena itu, pemerataan pendidikan harus terus diwujudkan sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ansar, Batam sebagai kawasan industri membutuhkan semakin banyak tenaga kerja terampil yang dihasilkan melalui pendidikan vokasi. Pembangunan SMKN 13 Batam dinilai akan semakin memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja siap pakai bagi dunia usaha dan industri.

Ia juga mengapresiasi dukungan BP Batam dalam mempercepat penyediaan lahan pendidikan.

“Terima kasih kepada Pak Kepala BP Batam dan Ibu Wakil atas keseimbangan pembangunan antara kebutuhan investasi dan kebutuhan pendidikan masyarakat. Kami sangat mengapresiasi dukungan BP Batam yang begitu responsif dalam mempercepat penyediaan lahan bagi pendidikan,” tutupnya.

Melalui pembangunan SMKN 13 Batam, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan vokasi di Batam semakin kuat sehingga mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, berdaya saing, dan selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

SMKN 13 Batam dirancang membuka enam rombongan belajar dengan kapasitas awal sekitar 350 siswa. Ke depan, sekolah ini akan mengembangkan sejumlah program keahlian yang selaras dengan kebutuhan industri, antara lain Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Elektronika Industri, serta Teknik Pengelasan. (NA)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain