Connect with us

9info.co.id | BATAM – HOKA Coffee Aceh resmi membuka cabang keduanya di Kota Batam melalui acara Grand Opening HOKA Coffee Aceh – Food Dapur 12, Sungai Lekop, Kecamatan Sagulung, Selasa (14/07/2026).

‎Kehadiran kafe bernuansa kuliner khas Aceh ini diharapkan menjadi destinasi wisata kuliner baru sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

‎Prosesi peresmian diawali dengan tradisi Tepung Tawar yang dipimpin langsung oleh Ustaz Habibi An Nawawi, sebagai bentuk doa dan harapan agar usaha yang dijalankan mendapat keberkahan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

‎HOKA Coffee menghadirkan beragam menu khas Aceh, mulai dari kopi Aceh hingga aneka kuliner autentik yang menjadi ciri khas daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut. Konsep ini menjadikan HOKA Coffee bukan sekadar tempat menikmati kopi, tetapi juga destinasi wisata kuliner bagi masyarakat Batam.

‎Ketiga orang Owner HOKA Coffee, Sanusi, Usman Ali dan Lumban Saragih, menjelaskan bahwa,ekspansi usaha ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan bisnis sekaligus membuka lapangan pekerjaan.

‎”Hingga saat ini HOKA Coffee telah memiliki 22 cabang di Indonesia dan telah menyerap sekitar 700 tenaga kerja. Kami berharap kehadiran cabang kedua di kota Batam dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta terus berkembang di masa mendatang,” ujar Sanusi.

‎Acara grand opening turut dihadiri Camat Sagulung M. Arfie Eranov, S.STP, lurah, para Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

HOKA COFFEE

‎Dalam sambutannya, Camat Sagulung menyampaikan apresiasi kepada para owner HOKA Coffee yang telah memilih Sagulung sebagai lokasi pengembangan usaha.

‎”Atas nama Pemerintah Kecamatan Sagulung, kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para owner HOKA Coffee. Kehadiran investasi seperti ini sangat penting karena mampu menggerakkan perekonomian daerah serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya warga sekitar,” ujarnya.

‎Ia juga berharap masyarakat dapat ikut menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, termasuk memperhatikan pengelolaan area parkir agar aktivitas usaha berjalan dengan nyaman.

‎Menurutnya, sejalan dengan arah pembangunan Kota Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.

‎”Dengan jumlah penduduk yang besar, Sagulung memiliki potensi pasar yang sangat baik. Dunia usaha harus terus tumbuh karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, iklim investasi juga harus didukung dengan keamanan, kenyamanan, serta kekompakan seluruh elemen masyarakat,” tutupnya.

‎Kehadiran HOKA Coffee Aceh di Dapur 12 diharapkan semakin memperkaya pilihan wisata kuliner di Kota Batam sekaligus menjadi bukti bahwa sektor kuliner terus berkembang sebagai salah satu motor penggerak ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Kepulauan Riau.(Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

MBG Tak Boleh Berhenti di Dapur dan Distribusi, REL-MBG Kepri Siap Kawal hingga Penerima Manfaat

9info.co.id | BATAM – Peran relawan dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapat perhatian.

‎Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

‎Undangan tersebut menjadi sorotan karena REL-MBG merupakan salah satu elemen masyarakat yang bergerak mengawal implementasi program MBG di tingkat daerah.

‎Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam, Kepri, pada Rabu (12/8/2026) lalu.

‎Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi untuk melihat secara langsung pelaksanaan program MBG sekaligus memperkuat peran jaringan relawan di daerah.

Isye

Ketua DPW Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong/Relawan Makan Bergizi Gratis (REL-MBG) Kepulauan Riau (Kepri), Isye Lombogia, mendapat undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana.Senin (17/08/2026).

Bukan Sekadar Seremonial

‎REL-MBG menegaskan bahwa keberadaan organisasi bukan sekadar pelengkap dalam pelaksanaan MBG. Organisasi ini diarahkan menjadi mitra strategis non-struktural yang ikut mendorong pengawasan sosial terhadap pelaksanaan program di lapangan.

‎Di tingkat daerah, pengawalan dapat dilakukan melalui pemantauan aktivitas SPPG, perhatian terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan, kecukupan gizi, hingga kelancaran distribusi makanan kepada penerima manfaat.

‎REL-MBG juga mendorong agar pelaksanaan MBG memberikan efek ekonomi bagi masyarakat setempat dengan melibatkan petani, pedagang, pelaku UMKM, serta pemasok lokal dalam rantai penyediaan bahan pangan.

‎Bagi Kepri, tantangan tersebut menjadi semakin penting mengingat karakter wilayah kepulauan yang memiliki kondisi geografis dan akses distribusi berbeda dibandingkan daerah lainnya.

‎Ketua DPW REL-MBG Kepri, Isye Lombogia, menegaskan jajaran yang dipimpinnya siap memperkuat konsolidasi dan menjalankan amanah organisasi dari tingkat pusat.

‎“Kepri akan solid menjalankan amanah dari pusat. Kami siap mengawal dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Isye.

Undangan ke Istana Jadi Momentum Penguatan Organisasi

‎Isye menilai undangan menghadiri peringatan HUT ke-81 RI di Istana bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan memperkuat semangat kebangsaan sekaligus membangun koordinasi antara jaringan relawan di daerah dengan gerakan nasional mendukung program MBG.

‎Menurutnya, keberhasilan MBG membutuhkan kerja bersama. Pemerintah memiliki peran utama dalam penyelenggaraan program, sementara masyarakat dapat mengambil bagian melalui partisipasi, pengawasan, serta penyampaian aspirasi dari lapangan.

‎“Kami tidak ingin MBG hanya berhenti pada distribusi makanan. Program ini harus memberikan manfaat yang nyata, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

isye 2

Kehadiran Isye Lombogia di Istana juga berlangsung setelah Ketua Dewan Pembina REL-MBG, Dr. Muhammad Qodari, S.Psi., M.A., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam

Kepri Siap Perkuat Pengawasan dari Lapangan


‎REL-MBG Kepri menyatakan akan terus membangun koordinasi dengan SPPG, pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan.

‎Pengawasan sosial dinilai penting agar setiap persoalan di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi, terutama berkaitan dengan kualitas makanan, keamanan pangan, distribusi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

‎Momentum konsolidasi setelah kunjungan Muhammad Qodari ke Batam pun menjadi titik penting bagi REL-MBG Kepri untuk memperkuat jaringan organisasi di wilayah tersebut.

‎Isye menegaskan, Kepri siap berdiri di garis depan dalam mengawal pelaksanaan MBG, bukan hanya sebagai relawan, tetapi sebagai bagian dari gerakan gotong royong masyarakat untuk memastikan program strategis tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya. (Mat).

Continue Reading

Berita Lain