Connect with us
BP Batam Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan Lewat Batam Premier FC

BP Batam Bangun Ekosistem Sepak Bola Berkelanjutan Lewat Batam Premier FC

More Videos

9info.co.id | BATAM –Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Batam Premier FC, klub sepak bola binaannya, berkomitmen membangun ekosistem sepak bola yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Batam.

Komitmen itu mendapat dukungan penuh dari Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra saat menerima jajaran pengurus Batam Premier FC di Batam Centre pada Rabu (22/7).

Menurutnya, pembinaan olahraga menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism.

Ketua Pembina Batam Premier FC yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi, Fary Djemy Francis, mengatakan, Batam Premier FC hadir tidak hanya untuk mengejar prestasi di lapangan tetapi juga membangun fondasi pembinaan sepak bola yang berkelanjutan bagi generasi muda Batam dan Kepri.

Dalam kesempatan tersebut, Fary menyerahkan jersey bersejarah yang ditandatangani langsung oleh para legenda Tim Nasional Indonesia era 1986, generasi pemain yang pernah berjuang membawa Indonesia pada babak kualifikasi Piala Dunia.

“Penyerahan jersey bersejarah ini menjadi penghormatan sekaligus pengingat akan semangat juang sepak bola Indonesia yang ingin terus diwariskan kepada generasi muda Batam,” ujar Fary.

Sementara itu, Manajer Batam Premier FC, Chandra Ng, menyerahkan jersey resmi klub kepada Li Claudia Chandra yang dipercaya sebagai Wakil Dewan Penasihat Batam Premier FC. Penyerahan jersey tersebut menjadi simbol sinergi dan komitmen BP Batam dan Batam Premier FC dalam membangun masa depan sepak bola Batam.

Fary menekankan bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh prestasi di atas lapangan, tetapi juga oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, klub, komunitas olahraga, dunia usaha dan masyarakat.

“Kolaborasi merupakan fondasi penting untuk membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan di Kota Batam. Dengan pembinaan yang terencana dan dukungan yang konsisten dari berbagai pihak, Batam memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini sekaligus melahirkan talenta-talenta muda yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” jelas Fary.

Melalui Batam Premier FC, BP Batam berharap pembinaan usia dini dapat berjalan lebih terstruktur sehingga mampu meningkatkan kualitas atlet dan pelatih serta membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Batam untuk mengembangkan bakatnya di dunia sepak bola.

Komitmen tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang akan digelar pada Agustus mendatang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola usia dini sekaligus mendorong Batam sebagai destinasi sport tourism.

Dengan semangat “Bersama Membina, Bersama Berprestasi”, BP Batam dan Batam Premier FC berkomitmen membangun masa depan sepak bola Batam agar mampu melahirkan talenta-talenta yang berprestasi dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (AP)

 

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

9info.co.id | BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menghadiri Groundbreaking pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kabil, Kamis (5/11/2026).

Pembangunan SWRO tahap pertama ini merupakan komitmen investasi dari Citramas Group dengan nilai proyek sebesar USD 32,8 juta atau sekitar Rp 600 miliar.

Amsakar menjelaskan, pembangunan SWRO Kabil ini akan berlangsung dalam dua tahapan. Tahap pertama ini memiliki kapasitas produksi sebesar 300 lps. Pembangunan akan berlanjut untuk tahap kedua dengan kapasitas produksi 400 lps.

Kehadiran fasilitas pendukung investasi ini, lanjut Amsakar, merupakan langkah strategis dalam memperkuat pasokan air untuk proyek Data Centre dan Kawasan Terintegrasi di dalamnya.

Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek kemajuan Batam, tetapi juga menjadi kontribusi dunia usaha dalam memperkuat kesiapan infrastruktur investasi.

“Kami mengapresiasi langkah Citramas yang telah mengambil bagian dalam memperhatikan pasokan air di Batam. Ini merupakan komitmen investasi yang patut kita dukung bersama karena kebutuhan air menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Data Centre di Batam,” ujar Amsakar.

Ia berharap, investasi tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan kawasan industri sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan investasi.

Pembangunan ini juga menjawab tantangan pasokan air untuk pengembangan investasi Data Centre ke depannya.

“Investasi tidak hanya berbicara tentang pembangunan fasilitas usaha, tetapi juga bagaimana kita memastikan infrastruktur pendukungnya tersedia dengan baik. Ketersediaan air yang memadai akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan investasinya. Karena itu, sinergi seperti ini perlu terus kita perkuat,” tambahnya.

Sementara itu, kebutuhan air untuk kawasan Kabil Industrial Estate (KIE) dan Nongsa Digital Park (NDP) selama ini telah mendapat dukungan dari pembangunan embung mandiri yang berada di wilayah Kabil. Embung tersebut memiliki kapasitas sekitar 5.200 meter kubik per hari (60,2 lps) untuk mendukung kebutuhan air di kawasan tersebut.

Selain pembangunan SWRO, Citramas Group tengah mempercepat pembangunan embung di wilayah Nongsa Digital Park. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan infrastruktur air untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan seiring dengan berkembangnya aktivitas industri dan investasi di kawasan Nongsa.

BP Batam memandang pengembangan infrastruktur air melalui investasi dan penyediaan fasilitas pendukung secara berkelanjutan sebagai langkah penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, Batam diharapkan semakin siap memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja bagi masyarakat. Dan pembangunan ini harus kita dukung agar tidak ada kendala dan dapat terselesaikan sampai waktu yang telah ditentukan,” tutup Amsakar.

Senada, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menambahkan bahwa pihaknya menyadari keberhasilan pengembangan Data Centre bergantung pada ketersediaan infrastruktur dasar yang andal. Khususnya pasokan air bagi keberlangsungan industri.

Pembangunan SWRO Kabil ini, lanjutnya, menjadi salah satu langkah strategis agar pertumbuhan investasi digital tersebut dapat terealisasi optimal.

Di samping SWRO, Citramas juga telah memastikan pasokan energi lain seperti listrik dan konektivitas internet dengan beberapa mitra strategis serta instansi terkait dapat tercukupi.

“Kami hari ini akan memulai tahapan pembangunan fasilitas SWRO 300 lps tahap pertama dengan target operasi hingga November 2027 dari total rencana kapasitas 700 lps. Pembangunan ini sekaligus menjadi bagian komitmen kami untuk membangun kawasan industri yang tidak hanya kompetitif tapi ikut bertanggung jawab terhadap pengelolaan infrastruktur pendukung investasi,” tegas Michael Wiluan.

Michael menjelaskan bahwa selama ini Citramas Group juga telah menggarap suplai air bersih untuk kebutuhan Kawasan Kabil dan Nongsa secara mandiri sejak tahun 1992 melalui ketersediaan embung seluas 4 hektare di dalam kawasan Kabil.

Saat ini, lanjut Michael, produksi air bersih tersebut mencapai 5.200 meter kubik per hari (60,2 Lps). Dan pada awal tahun 2027, kapasitas tersebut akan ditingkatkan menjadi 10.000 meter kubik per hari (atau setara dengan 115,74 Lps), melalui penambahan embung baru di Nongsa serta proses daur ulang air limbah industri.

“Kami turut mengapresiasi dukungan BP Batam terhadap pertumbuhan investasi. Kami ingin agar pembangunan ini dapat berjalan lancar hingga waktu yang ditargetkan,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version