Connect with us

Bupati Simalungun Terima Penghargaan dari Komnas PA

More Videos

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH usai menerima penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA)

9info.co.id –  Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH menerima penghargaan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dalam mewujudkan Desa dan Pariwisata Ramah Anak dan Bebas Eksploitasi.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait kepada Bupati Simalungun di acara penutupan Forum Nasional Perlindungan Anak ke V yang berlangsung di Mes Pora Pora Pemprovsu Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Sumut, Jum’at (9/9/2022).

Bupati Simalungun dalam sambutannya menyampaikan bawah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun sangat menyambut baik dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggara Forum Nasional Perlindungan Anak di Kabupaten Simalungun.

“Kita juga sangat bersyukur atas terpilih Kabupaten Simalungun menjadi Kabupaten Layak Anak di Sumatera Utara. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melaksanakan Perlindungan terhadap Anak,”kata Bupati.

Disampaikan Bupati, anak-anak merupakan mutiara bangsa yang perlu di jaga dan di lindungi agar menjadi manusia yang seutuhnya.

“Masih banyak persoalan dan kekerasan yang terjadi kepada anak-anak kita, termasuk di Simalungun ini. Dan ini menjadi ‘PR’ kita bersama, bagaimana kita menyikapi dan terus berkerja dan berjuang untuk memberikan perlindungan terhadap anak anak kita,”sebut Bupati

Menurut Bupati, aspek teknologi juga menjadi dampak terhadap sikap kita kepada anak anak. Sering kita melihat ketika kita duduk bersama di rumah makan atau tempat tempat santai bersama keluarga, jarang kita berinteraksi kepada anak-anak.

“Kita asik sendiri dengan gedget kita, ini perlu kita sikapi bersama,”tandas Bupati.

Selanjutnya, Bupati mengajak peserta forum nasional perlindungan anak ke-V untuk kembali berwisata di Danau Toba dengan mengajak kerabat dan keluarga. “Kehadiran bapak ibu dalam beberapa hari ini, tentu memberikan dampak positif bagi ekonomi di kota Parapat ini,”kata Bupati.

“Kita akan terus berupaya meningkatkan pelayanan agar kota wisata Parapat ini menjadi kota wisata yang rahma untuk anak, mari bersama kita memutus mata rantai kekerasan kepada anak,”ucap Bupati mengakhiri.

Sementara itu Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menyampaikan bawah Forum Nasional Perlindungan Anak Ke-V di laksanakan dengan berkomitmen untuk mewujudkan bagaimana desa dan Pariwisata ramah anak dan serta bebas eksploitasi.

Kita berkomitmen bersama pemerintah untuk mewujudkan ini,”kata Aris Merdeka Sirait.

Sebelumnya Munirudin Ritongah selaku ketua panitia Forum Nasional Perlindungan Anak Ke-V menyampaikan selam berlangsungnya kegiatan forum nasional berjalan dengan baik dan lancar berkat dukungan Bupati Simalungun.

Munirudin menjelaskan bahwa pembukaan Forum Nasional Perlindungan Anak Ke-V di laksanakan pada 8 September 2022 di Hotel Manado Medan, yang di buka secara langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan penutupan di laksanakan di Mes Pora pora Pemprovsu Parapat.

“Dengan kesepakatn bersama bawah LPA ini di pimpinan kembali oleh Bapak Aris Merdeka Sirait,”ucap Munirudin.

Tampak hadir antara lain Kadis PPPA Simalungun Sri Wahyuni, Kadis Pendidikan Zocson M Silalahi, Kadis Kesehatan Edwin Toni SM Simanjuntak, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Afdoli, Sekjen Komnas PA Lia Latifa dan Forkopimca Girsang Sipangan Bolon. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version