Connect with us
Panbil Group Gandeng BP Batam dan PLN Batam, KEK Tanjung Sauh Disiapkan Jadi Hub Energi dan Industri Berteknologi Tinggi Indonesia

Panbil Group Gandeng BP Batam dan PLN Batam, KEK Tanjung Sauh Disiapkan Jadi Hub Energi dan Industri Berteknologi Tinggi Indonesia

More Videos

9info.co.id | BATAM – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh memasuki babak penting. Panbil Group bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT PLN Batam resmi menjalin kolaborasi strategis untuk mempercepat pembangunan kawasan industri modern yang diproyeksikan menjadi pusat energi, logistik, dan manufaktur berteknologi tinggi di Indonesia.

‎Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan dua nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Bida Marketing BP Batam, Kamis (23/7/2026), disaksikan Kepala BP Batam Amsakar Achmad, CEO Panbil Group Johannes Kennedy, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis, serta jajaran pimpinan BP Batam dan PLN Batam.

‎MoU pertama merupakan kerja sama antara BP Batam dan Panbil Group dalam mendukung investasi serta percepatan perizinan pengembangan KEK Tanjung Sauh.

‎Sementara MoU kedua mempertemukan PT Panbil Utilitas Sentosa dengan PT PLN Batam untuk menjajaki penyediaan pasokan listrik dari kawasan tersebut guna memperkuat sistem kelistrikan Pulau Batam.

‎CEO Panbil Group Johannes Kennedy menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan kawasan industri generasi baru yang mengedepankan infrastruktur modern, efisiensi layanan investasi, dan kepastian pasokan energi.

‎Menurutnya, setelah lebih dari empat dekade berkembang sebagai pusat manufaktur nasional, Batam kini membutuhkan kawasan industri yang lebih terintegrasi guna menjawab meningkatnya kebutuhan investasi sektor manufaktur berteknologi tinggi.

‎”KEK Tanjung Sauh kami hadirkan sebagai kawasan industri next generation yang tidak hanya menyediakan lahan industri, tetapi juga membangun ekosistem lengkap sebagai pusat energi, logistik, dan industri modern,” ujar Johannes.

‎Ia menambahkan, daya saing kawasan industri global saat ini tidak lagi hanya bergantung pada insentif investasi, tetapi juga ditentukan oleh kecepatan pelayanan perizinan, kualitas infrastruktur, dan keandalan pasokan energi.

‎Karena itu, sinergi bersama BP Batam dalam percepatan pelayanan investasi serta kerja sama dengan PLN Batam dinilai menjadi faktor strategis untuk meningkatkan daya saing Batam di tingkat internasional.

‎Johannes juga mengapresiasi langkah BP Batam yang terus mendorong penyederhanaan perizinan dan memberikan dukungan terhadap proyek-proyek strategis.

‎”Investasi yang kami lakukan tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan nasional,” katanya.

‎Sementara itu, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo mengatakan kerja sama dengan PT Panbil Utilitas Sentosa merupakan langkah awal dalam memperkuat keandalan sistem kelistrikan Batam yang menjadi salah satu faktor utama penarik investasi.

‎Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua belah pihak akan melakukan kajian teknis, komersial, ekonomi, hingga regulasi terkait potensi pemanfaatan pasokan listrik dari pembangkit yang akan dikembangkan di KEK Tanjung Sauh.

‎”Kami berharap kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti hingga penyusunan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik setelah seluruh aspek disepakati bersama,” ujar Kwin Fo.

‎Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan dunia usaha merupakan fondasi penting dalam memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri dan investasi bertaraf internasional.

‎Di sisi lain, Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama menjaga tren positif pertumbuhan ekonomi Batam.

‎Ia mengungkapkan realisasi investasi Batam secara triwulanan meningkat signifikan dari sekitar Rp8 triliun menjadi sekitar Rp15 triliun atau tumbuh lebih dari 125 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

‎Menurut Amsakar, capaian tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar Batam menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus motor penggerak investasi Indonesia.

‎”Jika kolaborasi seperti ini terus diperkuat, saya yakin pertumbuhan ekonomi dan investasi Batam akan meningkat jauh lebih besar lagi,” ujarnya.

‎Amsakar menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga melalui indikator makroekonomi seperti pertumbuhan investasi, penurunan pengangguran dan kemiskinan, peningkatan IPM, produktivitas, PAD, PNBP, hingga kunjungan wisatawan.

‎Ia juga mengungkapkan bahwa dalam satu tahun lima bulan terakhir, Batam berhasil memperoleh lima Peraturan Pemerintah yang mendukung pengembangan kawasan, serta tiga kali mendapat undangan langsung dari Presiden ke Istana untuk membahas pengembangan Batam.

‎”Ini menunjukkan bahwa Batam dipandang sangat strategis oleh pemerintah pusat. Karena itu, apa yang kita bangun di Batam harus menjadi yang terbaik bagi Indonesia,” tegasnya.

‎Melalui sinergi BP Batam, Panbil Group, dan PLN Batam, pengembangan KEK Tanjung Sauh diharapkan segera terealisasi sebagai kawasan industri modern berbasis teknologi yang didukung kepastian investasi, pelayanan perizinan yang cepat, serta sistem energi yang andal.

‎Kehadiran kawasan ini diyakini akan memperkuat daya saing industri nasional, menarik investasi baru, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version