Connect with us

9info.co.id | BATAM – PLN Batam sejalan dengan BP Batam menyambut baik rencana ekspansi Firmus Technologies Pty Ltd., perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) asal Australia yang didukung Nvidia, untuk membangun proyek pusat data AI pertamanya di Indonesia melalui kerja sama strategis bersama DayOne.

Rencana investasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Batam semakin dipercaya sebagai kawasan tujuan investasi teknologi berskala global. Dengan keunggulan lokasi yang strategis, dukungan infrastruktur, serta iklim investasi yang terus diperkuat, Batam dinilai memiliki posisi penting dalam pengembangan data center dan infrastruktur AI di kawasan Asia Tenggara.

Proyek berupa kampus Nvidia DSX AI Factory berkapasitas 360 megawatt (MW) tersebut direncanakan dibangun di Batam dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2027. Fasilitas ini diproyeksikan menyediakan hingga 170.000 chip akselerator AI Nvidia secara bertahap sepanjang 2027 hingga 2028.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan bahwa rencana ekspansi Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne merupakan bentuk kepercayaan investor global terhadap iklim investasi dan kesiapan infrastruktur Batam.

“Kehadiran Firmus Technologies bersama Nvidia dan DayOne di Batam menegaskan bahwa kawasan ini siap bertransformasi menjadi pusat infrastruktur kecerdasan buatan berskala global. Ini bukan sekadar investasi pusat data, melainkan langkah strategis yang akan memperkuat posisi Batam dan Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital serta ekosistem AI dunia,” ujar Li Claudia.

Menurutnya, meningkatnya investasi di sektor pusat data dan teknologi digital menunjukkan bahwa Batam memiliki keunggulan kompetitif, baik dari sisi letak geografis yang strategis, ketersediaan infrastruktur, maupun dukungan regulasi yang kondusif bagi investor.

“BP Batam berkomitmen untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari pasokan listrik yang andal, konektivitas digital, hingga kemudahan berinvestasi. Kami ingin memastikan proyek strategis seperti ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Batam di tingkat regional maupun global,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyampaikan bahwa masuknya investasi data center ke Batam bukan hanya berkaitan dengan pembangunan gedung, server, maupun infrastruktur teknologi. Lebih dari itu, investasi tersebut menjadi bagian dari pembangunan ekosistem ekonomi digital baru yang akan mendorong pertumbuhan Batam ke depan.

“Ketika investasi data center masuk ke Batam, sesungguhnya yang sedang dibangun bukan hanya gedung dan server. Yang sedang dibangun adalah ekosistem ekonomi digital baru. PLN Batam berkomitmen memastikan fondasi energi yang andal agar investasi tersebut dapat tumbuh, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam,” ujar Kwin Fo.

Kwin Fo mengatakan, rencana pengembangan AI data centre oleh Firmus Technologies yang didukung Nvidia menjadi momentum penting bagi Batam untuk masuk ke ekosistem industri teknologi tinggi. Kehadiran investasi ini diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan infrastruktur digital, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan talenta, inovasi, dan aktivitas ekonomi berbasis teknologi.

“Ini merupakan kebanggaan bagi PLN Batam dan Kota Batam. Kerja sama PLN Batam dengan DayOne mulai membuahkan hasil, ditandai dengan rencana masuknya Firmus yang didukung Nvidia untuk mengembangkan proyek AI data centre pertamanya di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai lokasi strategis bagi pengembangan infrastruktur digital berskala global,” tambah Kwin Fo.

Menurut Kwin Fo, data center, khususnya AI data center, membutuhkan pasokan listrik yang besar, stabil, dan berkualitas tinggi. Karena itu, PLN Batam akan terus memastikan kesiapan sistem kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan investasi digital di Batam.

“PLN Batam siap menjadi mitra strategis dalam menyediakan listrik yang andal bagi investasi digital. Kami berharap kehadiran proyek ini dapat memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan regional,” pungkas Kwin Fo.

Rencana masuknya investasi AI berskala besar ini semakin memperkokoh posisi Batam sebagai destinasi utama pengembangan pusat data dan infrastruktur digital di Asia Tenggara. Melalui dukungan BP Batam sebagai pengelola kawasan, kesiapan energi dari PLN Batam, serta kolaborasi dengan DayOne dan pelaku industri global, Batam diharapkan mampu menjadi gerbang investasi teknologi masa depan bagi Indonesia. (Tim).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain