Connect with us
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Terima Kunjungan Bangso Batak Marsada (BBM) Kota Batam, Bahas Kemajuan Ekonomi dan Kerja Sama

Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura Terima Kunjungan Bangso Batak Marsada (BBM) Kota Batam, Bahas Kemajuan Ekonomi dan Kerja Sama

More Videos

9info.co..id | KEPRI – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari Bangso Batak Marsada (BBM) Kota Batam di Gedung Graha Kepri, Batam, Kamis (20/3/2025). Pertemuan ini membahas peran masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di Kepulauan Riau.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa kemajuan Kepri merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat BBM turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami mengajak keluarga besar BBM untuk bergerak bersama agar kemajuan Kepri selaras dengan kondisi masyarakat. Ke depan, kami akan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar siap bersaing dengan tenaga kerja dari luar daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wagub menjelaskan langkah-langkah strategis pemerintah dalam mendukung dunia usaha, termasuk penyediaan modal usaha tanpa bunga bagi UMKM, yang sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Kepri.

“Dengan adanya program ini, kami berharap tingkat pengangguran di Kepri bisa ditekan dan masyarakat semakin sejahtera,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memeratakan pertumbuhan ekonomi dengan memperluas dan mengembangkan kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Bintan, Tanjungpinang, dan Tanjung Balai Karimun agar sejajar dengan Batam.

Ketua BBM Kota Batam, Ir. Ediaman Sinaga, mengapresiasi kesempatan untuk berdialog dengan pemerintah dan menegaskan kesiapan komunitas Bangso Batak Marsada dalam mendukung pembangunan daerah.

“Silaturahmi ini menjadi langkah penting untuk mendukung kemajuan Kepri. Masyarakat Sumatera Utara yang terdiri dari 187 marga di Kota Batam juga ingin merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi di Kepri,” ucapnya.

Ediaman juga menyoroti potensi kerja sama antara BBM dan pemerintah dalam bidang pengelolaan energi dari sampah.

“Kami memiliki usaha waste to energy yang dapat membantu pengolahan sampah di Batam. Kami berharap bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris dan Bendahara Umum BBM Kota Batam serta tamu undangan lainnya. Silaturahmi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Kepri. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version