Connect with us
Anggota DPRD Batam, Jimmi Siburian Tinjau Lokasi Tenggelamnya Dua Anak di Tanjung Piayu

Anggota DPRD Batam, Jimmi Siburian Tinjau Lokasi Tenggelamnya Dua Anak di Tanjung Piayu

More Videos

9info.co.id | BATAM — Anggota DPRD Kota Batam, Jimmi Siburian bersama Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral dan Kasi Trantib Kelurahan Tanjung Piayu, Ijon Suardi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tenggelamnya tiga anak di kawasan Perumahan Oleana, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kamis (14/5/2026).

‎Dalam peristiwa tragis tersebut, dua anak dilaporkan meninggal dunia, yakni Aska yang masih duduk di bangku kelas 4 SD dan Ramdani siswa kelas 2 SD. Sementara satu anak lainnya, Zidan, berhasil selamat.

‎Raja, orang tua Aska, mengaku baru sekitar satu tahun tinggal di kawasan tersebut. Ia mengatakan sebelum kejadian dirinya melihat anaknya bermain di parit belakang rumah bersama Zidan.

‎“Saya lihat Aska dan Zidan bermain di belakang rumah. Kalau Ramdani saya kurang tahu keberadaannya saat itu,” ujarnya.

‎Menurut keterangan Zidan, lanjut Raja, Ramdani berusaha menolong Aska yang tenggelam dengan cara terjun ke kolam tersebut. Namun nahas, Ramdani justru ikut tenggelam.

‎“Zidan datang memanggil saya. Saya langsung minta bantuan warga untuk mencari anak-anak itu, tapi karena kolamnya dalam kami kesulitan melakukan pencarian,” katanya.

‎Pihak keluarga berharap ada langkah konkret dari pemerintah maupun pengembang agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

‎“Kami minta pengembang mencari solusi dan jangan sampai ada korban lagi,” harap Raja.

Anggota DPRD Batam, Jimmi Siburian Tinjau Lokasi Tenggelamnya Dua Anak di Tanjung Piayu

Dalam sidak tersebut, Jimmi Siburian menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan DPRD Kota Batam akan memanggil seluruh pihak terkait, termasuk BP Batam dan pemilik lahan.

‎“Kehadiran kami untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami akan memanggil semua pihak terkait, termasuk BP Batam maupun pemilik PL, agar dicarikan solusi sehingga kolam ini bisa ditutup,” tegas Jimmy.

‎Ia juga mempertanyakan bentuk empati dari pihak developer terhadap keamanan lingkungan di kawasan tersebut.

‎“Apakah lokasi ini sudah diserahterimakan dari developer atau belum, kita belum mengetahuinya . Karena secara aturan masih ada tanggung jawab pengembang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan, khususnya infrastruktur. Minimal ada bentuk empati atas kejadian ini,” katanya.

‎Menurut Jimmi, berdasarkan informasi yang diperoleh dari para perangkat RT dan RW dan keluarga korban hingga saat ini belum ada kunjungan dari pihak pengembang kepada keluarga korban. Namun demikian kami berupaya akan memfasilitasi dan memanggil pihak developer.

‎“Kami akan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tambahnya.

‎Sementara itu, Kapolsek Sei Beduk Iptu Alex Yasral mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka dan melarang bermain di lokasi kejadian.

‎“Kami mengimbau orang tua agar memantau anak-anaknya dan melarang bermain di lokasi ini sambil menunggu adanya solusi penimbunan kolam. Bahkan kami akan memasang police line di lokasi tersebut,” ujarnya.

‎Ketua RT 05/RW 18 Kelurahan Tanjung Piayu, Warsoni meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata.

‎“Kami sudah mengajukan surat ke perusahaan pengembang yakni PT Rexvin yang ditandatangani warga agar developer menutup kolam jika memang itu bagian dari area properti mereka,” kata Warsoni.

‎Ia berharap apabila kolam tersebut bukan milik pengembang, pemerintah tetap turun tangan membenahi infrastruktur dan menutup akses menuju lokasi berbahaya itu.

‎Usai meninjau lokasi kolam, rombongan DPRD Kota Batam dan pihak kepolisian juga menyambangi rumah duka keluarga almarhum Aska dan Ramdani untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.

‎Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar, terlebih Ramdani diketahui meninggal saat berupaya menyelamatkan temannya yang tenggelam. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Patroli Gabungan Tertibkan Parkir Di Jembatan Barelang

9info.co.id | BATAM – Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam yang berada di bawah Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, melalui Petugas Pos Jembatan 1 Barelang, melaksanakan patroli gabungan bersama Dinas Perhubungan, Polisi Militer, serta Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang, pada Senin (6/7/2026).

Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Mujiyono mengatakan, patroli ini bertujuan memastikan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan larangan parkir di kawasan jembatan, menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan, serta keamanan kawasan strategis sebagai salah satu ikon Kota Batam.

Selama pelaksanaan patroli, petugas juga melakukan pemantauan di sepanjang area Jembatan 1 Barelang serta memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tidak memarkirkan kendaraan di atas jembatan.

Hal ini juga selaras dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, sebagaimana diberitakan oleh Batampos pada 7 Juli 2026, yang menegaskan tujuan patroli ini sebagai langkah preventif atas isu dugaan adanya pungutan liar (pungli) parkir di kawasan Jembatan Barelang.

Ketentuan larangan parkir juga tidak hanya berlaku di kawasan Jembatan Barelang juga, melainkan untuk seluruh jembatan lainnya di Kota Batam.

“BP Batam sangat mengapresiasi sinergi positif lintas instansi. Upaya ini merupakan faktor pendukung untuk meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Mujiyono.

Ia menambahkan, Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, telah menekankan pentingnya pelayanan publik yang mengedepankan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Batam yang aman, tertib, dan berdaya saing.

Sejalan dengan arahan tersebut, seluruh jajaran di lingkungan BP Batam didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait dalam menjaga fasilitas publik dan objek vital daerah.

“Sesuai arahan pimpinan, setiap pelaksanaan tugas di lapangan dilakukan secara humanis, responsif, dan komunikatif, dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat serta memperkuat sinergi antarinstansi demi terciptanya pelayanan publik yang semakin optimal,” pungkas Mujiyono.

Hingga patroli berakhir, situasi di kawasan Jembatan 1 Barelang terpantau aman dan kondusif, tanpa ditemukan gangguan yang berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas maupun mengganggu ketertiban umum.

Melalui kegiatan ini, Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus mendukung arahan pimpinan BP Batam dalam menjaga keamanan kawasan strategis, meningkatkan disiplin masyarakat terhadap peraturan yang berlaku, serta memberikan pelayanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti dan memarkirkan kendaraan di badan jembatan, melakukan aktivitas berjualan, maupun kegiatan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan mengganggu fungsi jembatan,” tutup Mujiyono. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version