Connect with us
Dorong Pertumbuhan Investasi, Kepala BP Batam Apresiasi Penyelenggaraan Investment Award

Dorong Pertumbuhan Investasi, Kepala BP Batam Apresiasi Penyelenggaraan Investment Award

More Videos

9Info.co.id | BATAM – Penyelenggaraan “Investment Award 2023” mendapat sambutan hangat dari banyak kalangan.

Pasalnya, agenda penganugerahan terhadap korporasi dan tokoh inspiratif yang berpengaruh terhadap iklim investasi di Kota Batam tersebut dapat menjadi motivasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan bahwa “Investment Award 2023” ini merupakan ajang untuk mengapresiasi dukungan dari seluruh pihak dalam mewujudkan Batam Kota Baru.

Mengingat, BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi tengah menggesa percepatan pembangunan Batam menuju kota modern, madani dan berdaya saing tinggi.

“Terima kasih atas semua pihak yang telah menjaga iklim investasi di Kota Batam. Dengan letaknya yang strategis, kita semua ingin menjadikan Batam sebagai salah satu daerah unggulan investasi di Indonesia,” ujarnya, Jumat (27/10/2023).

Rudi memaparkan bahwa BP Batam juga sedang menyiapkan infrastruktur pendukung seperti pelebaran jalan, pembangunan Terminal II Bandara Internasional Hang Nadim, serta pengembangan Pelabuhan Batu Ampar guna meningkatkan nilai investasi di Kota Batam.

Orang nomor satu di Kota Batam tersebut berharap, upaya strategis itu mampu memberikan multiplier effect terhadap peningkatan nilai investasi ke depan.

“Pemberian anugerah ini juga dapat memperkuat kerja sama antara pemerintah dan investor. Mari kita jadikan Batam sebagai surganya investasi,” pungkasnya.

Senada dengan Muhammad Rudi, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto atau akrab disapa Cak Nur, turut mengapresiasi penyelenggaraan”Investment Award 2023″.

Cak Nur berharap, BP Batam yang telah berusia 52 tahun terus maju dan dapat mengoptimalkan tugas serta fungsinya sebagai pengelola Free Trade Zone (FTZ).

“Keberhasilan BP Batam dapat terlihat dari realisasi investasi yang memberikan lapangan pekerjaan dalam jumlah banyak. Dimana, ujungnya memberikan dampak pada pertumbuhan ekonomi guna kesejahteraaan masyarakat,” kata Cak Nur dalam sambutan singkatnya. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version