Connect with us
Asosiasi Distributor Kota Batam Kolaborasi dengan Pemko Batam Sediakan Kebutuhan Pokok di Bawah Harga Pasar Jelang Nataru

Asosiasi Distributor Kota Batam Kolaborasi dengan Pemko Batam Sediakan Kebutuhan Pokok di Bawah Harga Pasar Jelang Nataru

More Videos

9info.co.id | BATAM – Pemerintah Kota Batam berkolaborasi dengan Asosiasi Distributor Kota Batam akan menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka inflasi di Kota Batam, dengan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dari harga pasar.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd., menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Zoom Meeting Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2024 bersama Kementerian Dalam Negeri di Ruang Rapat Embung Fatimah, Lantai IV Kantor Wali Kota Batam, Senin (16/12/2024). Dalam rapat tersebut, Jefridin mengungkapkan bahwa setiap bulan Desember, tekanan inflasi cenderung meningkat akibat perayaan Natal dan Tahun Baru. Kelompok pengeluaran utama yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi adalah makanan dan transportasi.

“Seperti yang kita dengar bersama, Desember selalu menjadi bulan yang penuh tantangan dalam pengendalian inflasi. Salah satu upaya yang kita lakukan untuk menekan angka inflasi adalah melalui Operasi Pasar Murah,” ujar Jefridin, didampingi oleh Kabag Perekonomian Setdako Batam, Zul Arif.

OPM akan digelar selama dua hari, yaitu pada tanggal 19 dan 20 Desember 2024, di empat kecamatan di Kota Batam. Pada tanggal 19 Desember, kegiatan ini akan dilaksanakan di Kecamatan Batam Kota dan Kecamatan Bengkong. Di Kecamatan Batam Kota, OPM akan diselenggarakan di Fasum Villa Pesona Asri, Kelurahan Belian, sementara di Kecamatan Bengkong, akan diadakan di halaman Kantor Camat Bengkong.

Pada hari kedua, 20 Desember 2024, OPM akan dilaksanakan di Kecamatan Batu Aji, bertempat di Ruko Kompl. Griya Prima, Kelurahan Buliang, serta di Kecamatan Sekupang, yang bertempat di depan Mori Kopi, Kelurahan Patam Lestari.

“Semoga langkah ini dapat membantu masyarakat Batam, terutama mereka yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru, untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap OPM ini dapat meringankan beban masyarakat, sekaligus turut mengendalikan inflasi di Batam,” tambah Jefridin.

Operasi Pasar Murah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi warga Batam, dengan memberikan akses kepada mereka untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dari harga pasar, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru. (DN)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version