Connect with us

Bakamla RI Gelar Latma Hadapi Pencemaran di Laut

More Videos

‘

9info.co.id – Deputi Kebijakan dan Strategi (Jakstra) Bakamla RI Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr (Han) membuka Latihan Bersama (Latma) Teknik Pengambilan Sample Pencemaran di Laut. Kegiatan berlangsung di Aula II Mabes Bakamla RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kemarin

Latihan ini diikuti oleh seluruh personel terkait yang berdinas di Kapal Negara Bakamla RI, Kantor Kamla Zona Maritim Barat, Tengah dan Timur, serta perwakilan Kementerian dan Lembaga (K/L) seperti Polair, TNI AL, PSDKP, KPLP, dan Bea Cukai.

Dalam sambutan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Aan Kurnia yang dibacakan oleh Deputi Jakstra Bakamla RI, menyampaikan bahwa latihan bersama sudah menjadi amanah dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 13 Tahun 2022. Guna mendukung tugas operasional penegakan hukum di laut, khususnya dalam menangani masalah pencemaran di laut, tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan diperlukannya sinergitas yang kuat dari para K/L terkait.

“Saya berharap pelatihan ini dapat memberikan ilmu tentang penanganan pencemaran di laut, dalam rangka mendukung penyidikan atau tindak pidana pencemaran lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku. Serta memupuk kebersamaan sekaligus meningkatkan profesionalisme kita semua dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai aparat pemegak hukum”, ucap Laksda Bakamla Tatit saat membacakan sambutan Kepala Bakamla RI.

Setelah secara resmi dibuka, di hari pertama pelatihan ini, para peserta diberikan materi oleh narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI tentang “Tindak Pidana Lingkungan Hidup Kasus Pencemaran di Laut” dan “Pengawasan, Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan di Wilayah Pesisir dan Laut”. Sesi materi dibawakan oleh Drs. Iyan Suwargana, M.Si., dan Drs. Yudi Suyudi, MA.

Turut menghadiri dan mengawasi jalannya pelatihan Direktur Latihan Bakamla RI Laksma Bakamla Suwito, S.E., M.Si.(Han), Direktur Kerja Sama Bakamla RI Laksma Bakamla Purwanto Djoko Prasetyo, Kasubdit Penyelenggaraan Latihan Bakamla RI Kolonel Bakamla Anang Suryanto, S.H., M.A.P., M.Tr. Hanla. Serta turut dihadiri perwakilan dari Staf Operasi Angkatan Laut Kolonel (P) Amrin dan Polair yaitu Capt. Nyoto Saptono. (*red)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version