Connect with us
Disbudpar lampaui target Berhasil Raih Perunggu Turnamen Tenis Meja HUT KORPRI Ke-52 Tingkat Kota Batam

Disbudpar lampaui target Berhasil Raih Perunggu Turnamen Tenis Meja HUT KORPRI Ke-52 Tingkat Kota Batam

More Videos

9Info.co.id | BATAM – Tim tenis meja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam berhasil meraih Perunggu atau juara tiga Turnamen Tenis Meja HUT KORPRI Ke-52 setelah menggalahkan Tim tenis meja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dengan skor 2-0. Pada pertandingan yang dipusatkan di TM, Batam Centre, tim beregu Disbudpar sendiri diperkuat oleh Kasmiyanti (tunggal putri), Ardiwinata dan Zainul (ganda putra), Zulkarnain dan Heri (ganda putra).

Untuk diketahui, langkah Disbudpar melaju ke semi final setelah berhasil menjadi juara grup pada babak penyisihan setelah mengalahkan tim Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam dan Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam. Di babak 16 besar, tim Disbudpar Kota Batam menundukkan tim BPKAD Kota Batam dan di 8 besar merebut tiket semi final dari tim Kecamatan Batuaji. Pada babak semi final, tim Disbudpar Kota Batam menghadapi tim RSUD Embung Fatimah. Di pertandingan lainnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam vs DLH Kota Batam.

“Pertandingan semi final ini dimenangkan oleh RSUD Kota Batam. Pertandingan sangat sengit, poin saling kejar mengejar, juss berapa kali,” kata, Ardiwinata, Kepala Disbudpar Kota Batam, Jumat (27/10/2023).

Permainan dilanjutkan untuk memperebutkan juara tiga. Pertandingan melawan DLH Kota Batam ini, single putri, Kasmiyanti dan ganda putra, Zulkarnain dan Heri membawa Disbudpar Kota Batam menang dengan skor 2-0.

Pertandingan tenis meja ini, Ardi tak menyangka Disbudpar Kota Batam keluar sebagai juara tiga. “Untuk pingpong ini saya tidak menargetkan Disbudpar juara hanya sebagai partisipan dan diluar dugaan tim saya mampu menorehkan prestasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, meraih juara ini berkat kegigihan dari tim Disbudpar Kota Batam yang menyiapkan diri pada turnamen HUT KORPRI Ke-52 Tingkat Kota Batam. Kemenangan ini juga sebagai motivasi untuk mempersiapkan event selanjutnya.

“Kami terus berlatih lagi agar event selanjutnya Disbudpar lebih baik lagi dari sekarang,” ucapnya.

Permainan tenis meja ini dipimpin oleh Ardi. Ia mengaku, sebelum bertanding timnya sudah menganalisa tim lawan dengan melakukan sejumlah langkah, termasuk melihat cara permainan lawan.

“Ini bagian dari strategi kami sehingga atlet yang bertanding bisa memutuskan permainan seperti apa yang akan ditampilkan di lapangan,” ujarnya.

Ardi juga mengapresiasi kepada suporter dari pegawai Disbudpar Kota Batam sendiri yang senantiasa mendukung, baik pertandingan tenis meja, voli, badminton, dan pertandingan lainnya.

“Sedikit terbalaskanlah kekalahan tim badminton kemarin,” pungkasnya.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version