Connect with us

IKABSU Dipimpin Udin P Sihaloho SH untuk Periode 2022-2027

More Videos

9info.co.id- Udin P Sihaloho akhirnya terpilih menjadi Ketua Ikatan Keluarga Besar Sumatera Utara (IKABSU) dalam  Musyawarah Besar (Mubes) IV di Hotel Pasifik, Batam.

Dalam Mubes  diselenggarakan pada 13 Agustus 2022, Udin P Sihaloho, SH terpilih melalui pemilihan suara terbanyak (voting) dalam Sidang Paripurna IV tentang pemilihan Ketua Umum (Ketum).

Udin Sihaloho  berterimakasih kepada warga Sumatera Utara yang telah mempercayakan dirinya untuk memimpin IKABSU  .

“Seperti motto perhimpunan, berpikir, berbuat dan membangun, itu yang menjadi pola saya dalam memajukan IKABSU. Saya juga akan menjalankan organisasi dengan baik, termasuk merangkul pihak-pihak yang selama ini berbeda pendapat,” kata Ketua IKABSU terpilih, Udin P Sihaloho.

Kepada peserta IKABSU, Udin P Sihaloho berjanji akan bersama-sama melakukan kordinasi dengan pengurus lama dalam membesarkan IKABSU. Dia juga  ingin agar mengangkat IKABSU di hadapan masyarakat luas, dimana untuk hal yang sudah bagus akan sama sama ditingkatkan, dan untuk yang masih kurang akan dibenahi.

”Saya memerlukan saran dan pendapat dari para tokoh, senior dan pengurus lama untuk bersama-sama memajukan IKABSU,” ucap Udin P Sihaloho.

Pemilihan Ketua Umum IKABSU diramaikan oleh dua calon yang diusulkan oleh belasan IKA peserta Mubes. Hasil pemilihan berakhir dengan skor 15 suara memilih Udin P Sihaloho, dan 11 suara memilih Jhonson F. Sibuea. Suasana pemilihan cukup hangat, karena dalam perhitungan suara kedua calon Ketum sempat berkejar-kejaran.

Sebanyak 26 Ikatan Keluarga Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara turut serta dalam penyelenggaraan IKABSU yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga 18.00 WIB. Mubes IV IKABSU dimulai dengan pembukaan yang diisi dengan sambutan dari Wali Kota Batam yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Jefridin. Ketua Umum IKABSU 2015-2020, Nuthrien Sihaloho sebagai penanggungjawab Mubes IV IKABSU. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version