Connect with us
Investment Award 2023, Apresiasi BP Batam Kepada Tokoh dan Pelaku Usaha

Investment Award 2023, Apresiasi BP Batam Kepada Tokoh dan Pelaku Usaha

More Videos

9Info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memberikan penghargaan kepada tokoh serta perusahaan yang ikut berperan dalam peningkatan perekonomian dan pembangunan di Kota Batam, dalam ajang Investment Award 2023.

Acara ini digelar di Radisson Golf and Convention Centre, Bukit Indah Sukajadi, Jumat (27/10/2023).

Dalam sambutannya Kepala BP Batam Muhammad Rudi, mengapresiasi kepada pelaku usaha dan seluruh pihak atas kerja kerasnya untuk dapat menciptakan iklim investasi yang baik di Kota Batam. Sebab, iklim investasi yang kondusif merupakan dambaan para investor.

Tingginya nilai investasi, tentunya sebanding dengan luasnya lapangan pekerjaan dan akan berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Kami berharap, dengan Anugerah Investasi 2023 ini, dapat menginspirasi dan terus mendukung inovasi para pelaku usaha.

Sehingga potensi Batam dapat terus dikembangkan sebagai salah satu daerah terkemuka tujuan investasi di Indonesia,” katanya.

Ada 10 kategori penghargaan yang diberikan kepada pelaku usaha dan tokoh berpengaruh. Adapun 10 penerima penghargaan Investment Award 2023 adalah sebagai berikut :

1. Penghargaan Tokoh Lifetime Achievement Batam diberikan kepada B.J Habibie;

2. Penghargaan Tokoh Logistik dan Forwarder Batam diberikan kepada Daniel Burhanuddin;

3. Penghargaan Kawasan Industri Terintegrasi Terbaik diberikan kepada Kabil Integrated Industrial Estate (KIIE);

4. Penghargaan Perusahaan dengan Tenaga Kerja Terbanyak dan Terbaik diberikan kepada PT Pegaunihan Technology Indonesia;

5. Penghargaan PMA Manufaktur AS Tertinggi diberikan kepada PT Flextronics Technology Indonesia;

6. Penghargaan PMA Galangan Kapal Terbaik diberikan kepada PT Dok Warisan Pertama Batam;

7. Penghargaan PMA dengan Perluasan Terbesar diberikan kepada PT Kim Seah Shipyard Indonesia;

8. Penghargaan PMA dengan Realisasi Investasi Terbesar diberikan kepada PT Sinergy Oil Nusantara;

9. Penghargaan PMA dengan Ekspor Tertinggi diberikan kepada PT Ecogreen Oleochemicals;

10. Penghargaan PMA Kepatuhan Pelaporan Penyampaian LKPM diberikan kepada PT Schneider Electric Manufacturing Batam.

Salah satu penerima penghargaan, Daniel Burhanuddin mengapresiasi perubahan pesat dan kemajuan Kota Batam dalam beberapa tahun belakangan ini. Perubahan Kota Batam yang maju saat ini, tidak terlepas dari kerja keras jajaran pimpinan BP Batam.

Kota Batam katanya, merupakan daerah yang dikelilingi oleh laut. Dengan adanya terusan kra, akan banyak potensi yang bisa dikembangkan demi kemajuan Kota Batam.

“Semoga di tangan bapak Muhammad Rudi, kita tetap berjaya. Semoga saya bisa terus menikmati kemajuan Kota Batam diusia saya yang sudah 84 tahun. Jadi saya harapkan, kepada pak Rudi, terus bekerja untuk mengembangkan Kota Batam,” tutupnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan BP Batam sebagai rangkaian Hari Bakti BP Batam ke-52.

Acara ini dimeriahkan dengan adanya tarian kontemporer mengenai 5 investasi PMA terbesar di Kota Batam.

Selain itu, juga ada penayangan video animasi tentang sinergi dari seluruh Forkopimda dalam pembangunan kota Batam. Video kolaborasi antara BP Batam dan Nongsa Digital Park ini, mendapat sambutan hangan dari seluruh tamu undangan yang hadir.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; Anggota Bidang Kebijakan Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam; serta para Pejabat Tingkat II di lingkungan BP Batam.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version