Connect with us

9info.co.id – Pencurian aset fasilitas publik kembali terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kali ini Penerangan Jalan Umum (PJU) pada beberapa titik di kawasan Baloi yang terpantau mati.

Hal ini dikarenakan oknum tidak bertanggung jawab mencuri kabel PJU, di kawasan Simpang Dadut ke Simpang Universitas Internasional Batam (UIB). Serta PJU dari depan Rumah Duka Batu Batam menuju Rumah Sakit Awal Bros.

“Baru ketahuan malam tadi. Saat petugas PJU melakukan patroli di beberapa titik. Mereka menemukan di dua jalur ini lampu PJU mati semua,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Yumasnur, Kamis (02/02/2023).

Yumasnur mengaku, sangat menyayangkan perihal kejadian tidak terpuji itu pasalnya menimbulkan gangguan bagi para pengguna jalan terutama di saat malam hari.

Selain itu, tindakan pencurian ini juga kembali menimbulkan kerugian material.

“Penerangan tentu saja sangat penting. Hilangnya kabel PJU membuat lampu jalan mati dan gelap. Juga akan kembali menambah beban pada APBD untuk pengadaan kembali,” ungkapnya.

Ia berharap, kejadian ini tak terulang dan kesadaran menjaga Batam agar secara kolektif dipedomani seluruh masyarakat.

“Sering kami sampaikan, mari sama-sama jaga kota yang kita cintai ini. Apalagi Batam kini sedang gencar dibangun,” terang Yumasnur.

Sebelumnya, tak hanya pencurian kabel, penutup drainase berbahan besi, tempat duduk di Halte Cipta Puri Sekupang, dan peralatan box control lampu lalu lintas dekat UIB juga dicuri.

Belum lama ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Salim juga mengimbau kepada masyarakat jika mendapati gerak-gerik yang mencurigakan agar segera menginformasikan kepada Pemko Batam maupun aparat kepolisian.

“Kalau melihat ada yang mencurigakan jangan sungkan melaporkan,” tegas Salim. ( Tim )

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Amsakar Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial, Jadikan Ruang Positif bagi Persatuan

Amsakar Ajak Warga Bijak Gunakan Media Sosial, Jadikan Ruang Positif bagi Persatuan

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial secara bijak guna memperkuat kebersamaan dan menjaga harmoni sosial. Pesan tersebut disampaikan Amsakar saat menghadiri Halalbihalal Kecamatan Lubukbaja di Aula Universitas Ibnu Sina, Kamis (9/4/2026) malam.

‎Di kesempatan itu, Amsakar menegaskan, cara pandang dan sikap seseorang, termasuk dalam bermedia sosial, sangat memengaruhi kualitas kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak warga menjadikan rasa syukur sebagai landasan utama dalam menjalani kehidupan, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

‎“Jika kita pandai bersyukur, keterbatasan tidak akan menjadi persoalan. Namun, jika tidak, sebanyak apa pun nikmat yang diterima akan terasa kurang,” ujarnya.

‎Ia menilai, nilai-nilai tersebut penting diterapkan dalam interaksi di media sosial. Menurutnya, ruang digital seharusnya menjadi sarana menyebarkan hal positif, bukan justru memperkeruh suasana atau memicu konflik.

‎Amsakar menegaskan, pembangunan Batam tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia, termasuk kedewasaan dalam berkomunikasi di ruang publik digital.

‎“Media sosial harus menjadi ruang mempererat silaturahmi, bukan sebaliknya. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga persatuan,” katanya.

‎Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dalam suasana Idulfitri. Ia menempatkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat yang tidak luput dari kekurangan.

‎“Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu Li Claudia Chandra menyampaikan mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.

‎Amsakar mengakui, memimpin Batam dengan jumlah penduduk yang besar merupakan tantangan tersendiri. Tingginya ekspektasi masyarakat menjadi amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

‎Ia pun mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri, termasuk dalam penggunaan media sosial, agar tercipta ekosistem digital yang sehat dan konstruktif.

‎“Jika sebelumnya ada kesalahan, mari kita perbaiki. Orang yang cerdas adalah yang mampu belajar dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan ini, Amsakar menegaskan bahwa kemajuan Batam tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga persatuan, baik di kehidupan nyata maupun di ruang digital. (Hum)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain