9Info.co.id | BATAM – Setia Putra Tarigan, anggota DPRD Kota Batam dari Fraksi Gerindra, menggelar reses masa sidang tahun 2024 di wilayah Kecamatan Bengkong dan Batu Ampar.
Reses ini bertujuan untuk mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi masyarakat setempat, yang selama ini menghadapi berbagai persoalan infrastruktur, pasokan air, pelayanan BPJS Kesehatan, dan penanganan banjir.
Dalam reses yang dilaksanakan di kedua kecamatan tersebut, Setia mendapati beberapa isu yang menjadi keluhan utama warga.
Salah satu yang paling menonjol adalah masalah infrastruktur, seperti jalan rusak dan kurangnya fasilitas publik yang memadai.
Selain itu, masalah pasokan air bersih juga menjadi keluhan serius, di mana banyak warga merasa kesulitan dalam mendapatkan akses air yang cukup dan berkualitas.
Tidak hanya itu, masalah terkait BPJS Kesehatan juga mendapat perhatian serius dari masyarakat.
Banyak warga yang mengeluhkan pelayanan BPJS, baik dari sisi administrasi maupun ketersediaan fasilitas medis yang terbatas. Hal ini menciptakan rasa ketidakpuasan terhadap layanan kesehatan yang seharusnya dapat diakses dengan mudah oleh setiap warga.
Isu lainnya yang tak kalah penting adalah penanganan banjir. Warga Bengkong dan Batu Ampar menyampaikan bahwa selama musim hujan, banjir sering melanda pemukiman mereka, mengganggu aktivitas sehari-hari dan merusak infrastruktur.
Setia, yang juga menjabat sebagai Ketua Pansus Angkutan Massal di DPRD Kota Batam, menanggapi serius keluhan-keluhan ini.
Ia berkomitmen untuk membawa semua aspirasi yang diterimanya dalam reses ini ke rapat DPRD Kota Batam, agar dapat segera dicari solusi terbaik melalui program-program yang bersinergi dengan pemerintah kota.
“Semua aspirasi ini akan saya bawa dan perjuangkan di DPRD. Masalah infrastruktur, air, BPJS Kesehatan, dan penanganan banjir sangat penting untuk diperhatikan. Kami akan terus mendorong perbaikan dan peningkatan kualitas layanan publik agar warga dapat merasakan manfaatnya,” ungkap Setia saat menutup kegiatan reses di Bengkong dan Batu Ampar.
Dengan adanya reses ini, Setia berharap dapat memperjuangkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat dan memberikan solusi yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga di kedua kecamatan tersebut. (Mat).
BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun
9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.
Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.
Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.
Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).
Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.
Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.
“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)