Connect with us
Rotasi dan Angkat Pejabat Pemko,  Amsakar Perintahkan Gerak Cepat Tuntaskan Sampah dan Banjir di Batam

Rotasi dan Angkat Pejabat Pemko,  Amsakar Perintahkan Gerak Cepat Tuntaskan Sampah dan Banjir di Batam

More Videos

9info.co.id | BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 17 Pejabat Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Wali Kota Batam, Jumat (6/2/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaluddin, Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Batam.

Sejumlah pejabat menempati posisi strategis dalam rotasi dan mutasi kali ini, di antaranya Herman sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Hendriana Gusti sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Dohar Mangalando Hasibuan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Meitra Dinata sebagai Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Dalam arahannya, Amsakar menegaskan bahwa rotasi dan mutasi jabatan dilakukan murni untuk kebutuhan organisasi, sebagai bagian dari penyegaran dan penguatan kinerja pelayanan publik. Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja cepat dan menunjukkan dedikasi penuh.

“Saya titipkan harapan, ayo bekerja dan persembahkan yang terbaik untuk Kota Batam. Jabatan bukan soal posisi, tetapi soal reputasi dan dedikasi dalam menjalankan amanah,” tegas Amsakar.
Secara khusus, Amsakar menaruh perhatian besar pada persoalan sampah, yang saat ini menjadi sorotan serius pemerintah pusat. Ia meminta Kepala DLH yang baru, Dohar Hasibuan, bekerja ekstra keras mengingat Batam masih berstatus darurat sampah.

“Masalah sampah ini sangat kompleks. Kalau perlu, jangan tidur dulu sampai persoalan ini benar-benar tertangani. Melalui Gerakan Batam Asri atau Gerakan Indonesia Asri, urusan sampah harus beres. Ini perintah langsung Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Selain persoalan sampah, Amsakar juga menekankan percepatan penanganan banjir dan infrastruktur jalan. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air diminta segera menuntaskan pelebaran jalan di wilayah Sungai Beduk hingga Nongsa, serta jalur Batu Aji menuju Tiban, guna mengurai kemacetan yang kerap dikeluhkan masyarakat.

Untuk Dinas Pemadam Kebakaran, Amsakar menginstruksikan perbaikan kendaraan operasional yang dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan, serta peningkatan respons cepat terhadap kejadian kebakaran, termasuk kebakaran lahan di area TPA.

Sementara itu, kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Amsakar berharap lahirnya inovasi yang mampu menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menarik, nyaman, dan berkesan bagi pelajar serta masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Amsakar kembali menegaskan komitmennya terhadap janji politik pemerintahan. Dari 15 program prioritas, ia menyebut tiga indikator utama yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat, yakni penanganan sampah, pengendalian banjir, dan pelayanan air bersih.
“Sehebat apa pun program lain, jika tiga persoalan mendasar ini tidak selesai, kami malu melanjutkan pemerintahan. Saya membutuhkan orang-orang yang tegak lurus, cepat, dan serius dalam bekerja,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Amsakar mengapresiasi capaian ekonomi makro Kota Batam yang tetap menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tercatat 6,89 persen, realisasi investasi mencapai Rp69,8 triliun atau 115,5 persen dari target, serta penurunan angka kemiskinan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.

“Indikator ini menunjukkan tata kelola pemerintahan berada pada jalur yang benar. Mari luruskan niat, buang rasa dengki, dan bergerak solid demi wajah baru serta hasil kerja yang lebih baik untuk Batam,” pungkas Amsakar.(Hum).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Komitmen Jaga Ketahanan Produksi Air Baku, Antisipasi Dampak El Nino di Waduk Nongsa

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan pemantauan terhadap kondisi seluruh waduk, khususnya Waduk Nongsa yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air (TMA).

Berdasarkan pemantauan, TMA Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi ini mendorong BP Batam dan PT ABH melakukan pengaturan pengambilan air baku untuk menjaga ketahanan cadangan air yang tersedia di tengah fenomena El Nino.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memahami keresahan warga Nongsa akibat kondisi tersebut. Ia pun telah menginstruksikan tim untuk turun langsung ke area sekitar waduk guna menindaklanjuti keresahan masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari. Pengaturan produksi juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar cadangan air baku dapat bertahan lebih lama, terutama selama kondisi cuaca masih minim hujan. Pada prinsipnya, kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya, Senin (21/9/2026).

Ia menegaskan bahwa tim BP Batam bersama PT ABH juga telah melakukan suplai air bersih melalui mobil tangki sebagai langkah antisipatif sementara. Terutama bagi wilayah yang alirannya belum terpenuhi secara maksimal.

Di samping itu, solusi lain terhadap permasalahan ini juga telah dilakukan. Salah satunya dengan penguatan suplai ke wilayah Nongsa. Setelah dilakukan pengoperasian sistem pendukung tersebut, aliran suplai ke masyarakat perlahan akan kembali optimal.

Berdasarkan laporan tim, Amsakar menjelaskan bahwa produksi air bersih di Batam secara keseluruhan saat ini masih di atas kebutuhan rata-rata.

Dengan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen, volume air yang efektif masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 Lps. Angka tersebut masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat yang mencapai sekitar 3.700 Lps. Dengan demikian, sistem saat ini masih memiliki margin sekitar 80 Lps di atas kebutuhan rata-rata.

Meski demikian, lanjutnya, BP Batam terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang sumber air bakunya berasal dari waduk dengan kondisi TMA yang terus dipantau, terutama Nongsa dan Sei Harapan.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan. Kondisi tersebut akan terus kami evaluasi dan sejumlah skenario antisipasi juga telah disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” ujarnya lagi.

Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi

Untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan, BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

Salah satunya melalui koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air dan Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (lps) di Sei Ladi untuk menambah daya dorong dan kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber alternatif. Beberapa opsi yang disiapkan antara lain memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat atau membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung sehingga air dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

Skenario pengaturan suplai secara bergilir juga menjadi bagian dari opsi yang dikaji. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, Denny mengungkapkan bahwa BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management untuk memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, serta pemanfaatan stormwater.

Dalam rencana atau proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, Denny mengatakan BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps, air daur ulang 500 Lps, serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam dengan total rencana kapasitas mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045, seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version