9Info.co.id – Usai menuntaskan Studinya S2 nya di universitas Batam. Ria Ukur Rindu Tondang, Anggota DPRD Tanjungpinang, secara resmi menyatakan akan maju jadi calon legislatif (Caleg) DPRD Kepri di Pileg 2024 mendatang.
Ria mengatakan, dirinya maju bukan karena percaya diri (Pede) berlebihan. Dia menepis anggapan segelintir orang yang menyebut dirinya terlalu pede.
Padahal menurutnya, dia ingin maju karena ada potensi besar bahwa satu orang warga Batak bisa duduk menjadi anggota DPRD Kepri Dapil Tanjungpinang mengingat jumlah warga Batak yang cukup banyak.
“Potensi itu hendak saya pergunakan untuk menjunjung tinggi nama besar Bangso Batak di tanah perantauan ini,” terangnya.
Semua rencananya tersebut, sambungnya, bukan semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri, tapi juga untuk kepentingan warga Batak dan masyarakat Tanjungpinang pada umumnya.
Ria Ukur dan timnya sudah melakukan hitung-hitungan dan ternyata jumlah warga Batak di Tanjungpinang bisa mengusung dan memenangkan satu kursi dari Komunitas warga Batak ke DPRD Kepri.
Ria Ukur Tondang-Anggota DPRD Kota Tanjung Pinang
“Kami juga sadar, ini pekerjaan berat. Sangat berat. Tapi kami yakin dengan kehadiran bapak ibu sekalian, kita bisa menang asalkan semua bersatu,” ucapnya.
Hal itu disampaikannya dalam acara syukuran wisuda S2nya dan silaturahmi dengan para Tokoh, Ketua marga, Ketua parsahutaon, Utusan Gereja yang digelar di Gedung Serbaguna HKBP Kampung Baru, Senin (5/12/2022) malam.
Diketahui Ria Ukur merupakan Anggota DPRD di Tanjungpinang dari partai Nasdem. Setelah Sukses menyelesaikan studi S2 nya, Berkat dukungan Keluarga dan masyarakat kota Tanjungpinang, Ria Ukur Tondang Pun akan maju jadi calon legislatif (Caleg) DPRD Kepri pada Pileg 2024 mendatang. (*) Sumber: Primetimes.id
Albert Gultom Gabung Demokrat Batam, Modal Politik dan Basis Massa Jadi Kekuatan Baru
9info.co.id | BATAM – Peta politik Kota Batam kembali menarik perhatian setelah politisi Albert Gultom resmi bergabung dengan Partai Demokrat Kota Batam.
Langkah politik tersebut dinilai dapat menjadi tambahan energi bagi Demokrat dalam memperkuat struktur partai sekaligus meningkatkan daya tawar politik menghadapi dinamika Pemilu dan kontestasi politik mendatang.
Albert Gultom dikenal sebagai salah satu figur yang memiliki jaringan sosial dan politik cukup luas, khususnya di kalangan masyarakat Batak dan komunitas marga Gultom. Kehadirannya di Partai Demokrat pun dipandang bukan sekadar perpindahan kendaraan politik, tetapi berpotensi membawa basis dukungan dan jaringan yang telah dibangunnya selama berkiprah di dunia politik.
Sebelum bergabung dengan partai besutan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut, Albert Gultom tercatat pernah berkiprah di Partai Perindo dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Partai Perindo Kota Batam.
Dalam kiprahnya bersama Perindo, Albert disebut memiliki pengalaman dalam membangun mesin politik dan mengonsolidasikan kekuatan partai di tingkat daerah. Bahkan, pada momentum Pemilu sebelumnya, ia turut mengantarkan salah satu kader Perindo hingga berhasil duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau.
Pengalaman tersebut menjadi modal politik yang dinilai penting bagi Demokrat Kota Batam. Terlebih, Albert tidak hanya membawa pengalaman organisatoris, tetapi juga jejaring sosial yang selama ini telah terbentuk di tengah masyarakat.
Bukan Sekadar Pindah Partai Bergabungnya Albert Gultom ke Demokrat dinilai memiliki arti strategis.
Di tengah persaingan partai politik untuk memperkuat basis elektoral di Batam, masuknya figur yang telah memiliki pengalaman politik dan jaringan massa dapat menjadi salah satu faktor yang memperkuat konsolidasi partai.
Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana Demokrat mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi kekuatan politik yang nyata.
Popularitas seorang tokoh tidak secara otomatis berbanding lurus dengan perolehan suara partai. Diperlukan konsolidasi organisasi, komunikasi politik yang efektif, serta kemampuan membangun hubungan dengan masyarakat secara berkelanjutan.
Karena itu, bergabungnya Albert Gultom dapat menjadi momentum bagi Demokrat Kota Batam untuk melakukan konsolidasi lebih luas sekaligus memperkuat positioning partai di tengah masyarakat.
Membawa Pengalaman, Menghadapi Tantangan Baru Bagi Albert sendiri, keputusan bergabung dengan Demokrat menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya.
Dengan pengalaman memimpin partai politik di tingkat Kota Batam, membangun jaringan politik, serta pernah terlibat dalam keberhasilan mengantarkan kader ke DPRD Provinsi Kepri, Albert kini menghadapi tantangan baru untuk membuktikan kontribusinya bersama Demokrat.
Jika mampu mengintegrasikan pengalaman politik, jaringan sosial, dan kekuatan organisasi partai, kehadiran Albert Gultom berpotensi menjadi salah satu kekuatan baru dalam peta politik Demokrat Kota Batam.
Perjalanan politik Albert di Demokrat pun menarik untuk dicermati. Sebab, pertaruhan sesungguhnya bukan hanya mengenai perpindahan seorang politisi dari satu partai ke partai lainnya, melainkan sejauh mana kehadirannya mampu diterjemahkan menjadi kekuatan elektoral dan peningkatan elektabilitas Partai Demokrat di Kota Batam. (Mat).