Connect with us

9Info.co.id | BATAM – Suasana deklarasi dan pelantikan pengurus Bangso Batak Marsada (BBM) di Simalungun tidak hanya dipenuhi semangat persatuan, tetapi juga diwarnai oleh kehadiran yang mencuri perhatian, yakni artis terkenal Osen Hutasoit.

Artis Batak yang sengaja dihadirkan oleh Bupati Simalungun, Radiapo Hasiholan Sinaga (RHS), ini berhasil menarik minat generasi muda untuk turut serta dalam mempererat jalinan kebersamaan sesama suku Batak dalam acara Deklarasi dan pelantikan pengurus BBM. Minggu (23/06/2024).

Dalam kehadiran yang hangat dan penuh semangat, Osen Hutasoit, yang dikenal dengan suaranya yang khas dan lagu lagu yang dibawakanya sangat populer, memberikan nuansa khusus pada acara tersebut. Sorotan kamera dan tepuk tangan mengiringi setiap langkahnya saat berbaur dengan pengurus BBM dan para tamu undangan lainnya.

“Kehadiran Osen Hutasoit bukan hanya sebagai vokalis batak terkenal, tetapi juga sebagai duta kebudayaan Batak yang mampu menyatukan semangat dan antusiasme dari berbagai kalangan, khususnya generasi muda,” ungkap Bupati RHS dalam sambutannya.

 

RADIPOH H.SINAGA

Dalam Sambutanya, Bupati Simalungun RHS mengaku terharu bentuk komitmen dan solidaritas yang terjadi pada hari ini. ini merupakan sejarah pertama terwujudnya solidaritas dan kebersamaan dari ratusan marga marga Batak bisa terwujud.

“Sewaktu Deklarasi dan Pelantikan dan penandatangan Komitmen kebersamaan, saya sempat meneteskan air mata. ternyata para sesepuh dan ketua – ketua marga sudah membuka hati betapa pentingnya solidaritas dan kebersaman yang terbangun untuk kemaslahatan kepentingan bangso batak di kota Batam” tutur RHS.

Untuk menambah semangat para seluruh pengurus BBM. RHS memotivasi seluruh undangan yang hadir untuk menyemarakkan yel yel solidaritas. ” Bangso Batak.. Marsada dalam BBM”.

Acara yang digelar di hari Minggu ini tidak hanya menjadi momen penting untuk mengukuhkan pengurus baru BBM, tetapi juga sebagai panggung bagi para generasi muda untuk memperdalam dan memelihara warisan budaya Batak. Dengan adanya Osen Hutasoit, semangat untuk menjaga dan mengembangkan identitas budaya menjadi semakin terangkat.

OSEN HUTASOIT

Para hadirin dari berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat dan pemuda-pemudi Batak, tampak begitu antusias menyambut kehadiran artis yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki kepedulian mendalam terhadap warisan budaya bangsanya.

“Deklarasi dan pelantikan hari ini adalah bukti nyata bahwa kebersamaan di antara kita, terutama dalam melestarikan kebudayaan, dapat dicapai dengan semangat kolaborasi,” ujar Moden Purba salah satu Tim Perumus terbentuknya organisasi BBM.

Moden Purba menambahkan. Kehadiran Osen Hutasoit tidak hanya meriahkan acara tersebut, tetapi juga menunjukkan bahwa apresiasi terhadap kebudayaan lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda untuk turut serta aktif dalam membangun komunitas dan menjaga keharmonisan sosial.

Acara deklarasi dan pelantikan BBM ini diharapkan tidak hanya menjadi awal yang baik, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas dan semangat persaudaraan di antara masyarakat Batak, dengan dukungan penuh dari para tokoh dan figur publik kedepan. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

33 Tim Tortor Batak Masuk Arena Persaingan, Festival Budaya Batam 2026 Siapkan Hadiah Ratusan Juta

Yayasan Yonkenedia Dukung Pelestarian Budaya, 33 Tim Tortor Siap Berlaga di Festival Batak Batam 2026

9info.co.id | BATAM – Sebanyak 33 tim tortor Batak dipastikan ambil bagian dalam Festival Budaya Batak Batam 2026 di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kompetisi ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan seni tari tradisional, tetapi juga menjadi upaya memperkuat pelestarian adat dan identitas budaya Batak di tengah keberagaman masyarakat.

Babak penyisihan dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Tiara Convention Hall Panbil, Batam. Dari total 33 tim peserta, dewan juri akan memilih 10 tim terbaik untuk melaju ke babak final yang dijadwalkan pada 28 November 2026.

Babak final tersebut sekaligus akan dirangkai dengan peresmian Tiara Convention Hall Panbil milik Johannes Kennedy Aritonang.

Festival ini disponsori Yayasan Yonkenedia dengan menyediakan hadiah bernilai ratusan juta rupiah beserta piala bagi para pemenang. Sejumlah kategori yang diperlombakan meliputi tortor Batak dewasa, parsinabung, pertunjukan busana adat Batak, serta tortor anak-anak.

33 Tim Ikuti Technical Meeting

Menjelang pelaksanaan kompetisi, perwakilan dari 33 tim mengikuti pertemuan teknis atau technical meeting pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Johannes Kennedy Aritonang.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Mangihut Rajagukguk memberikan pengarahan terkait mekanisme perlombaan. Para koordinator tim juga mengikuti pencabutan nomor undian untuk menentukan urutan penampilan pada babak penyisihan.

Penentuan urutan tampil menjadi salah satu tahapan penting agar setiap peserta memahami alur kompetisi dan dapat mempersiapkan penampilan secara maksimal. Masing-masing tim akan diberi kesempatan menunjukkan keterampilan, kekompakan, serta penghayatan terhadap tortor Batak di hadapan dewan juri.

Empat Aspek Penilaian Jadi Penentu

Persaingan menuju babak final diperkirakan berlangsung ketat. Setiap tim tidak hanya dituntut menampilkan gerakan yang kompak dan tepat, tetapi juga memperlihatkan pemahaman terhadap nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tortor Batak.

Penilaian mencakup empat aspek utama. Pertama, wiraga, yakni ketepatan gerakan, kekompakan ant penari, kelenturan, dan kemampuan menjaga kualitas gerakan sepanjang penampilan.

Kedua, wirama, yaitu kesesuaian gerakan dengan tempo, ritme, serta ketukan musik pengiring, termasuk gondang sabangunan apabila digunakan dalam penampilan.

Ketiga, wirasa, yang mencakup ekspresi, penghayatan terhadap makna tortor, serta keselarasan penjiwaan di antara seluruh anggota tim.

Keempat, tata busana dan penampilan, termasuk penggunaan ulos, sortali, serta aksesori tradisional yang sesuai dengan ketentuan dan nilai budaya Batak.

Keempat aspek tersebut menjadi unsur penting dalam mengukur kualitas penampilan peserta, sekaligus memastikan bahwa tortor tidak hanya disajikan sebagai hiburan, tetapi tetap mencerminkan nilai dan karakter budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

10 Tim Terbaik Melaju ke Final

Seluruh 33 tim akan tampil pada babak penyisihan. Setelah penampilan selesai, dewan juri akan memberikan nilai berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Nilai peserta kemudian diurutkan dari yang tertinggi hingga terendah untuk menentukan 10 tim yang berhak melaju ke babak final pada 28 November 2026.

Dengan mekanisme tersebut, setiap tim memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Konsistensi gerakan, keselarasan dengan musik, penghayatan, serta ketepatan penggunaan busana adat akan menjadi bagian penting dalam persaingan.

Festival Budaya Batak Batam 2026 diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat Batak di perantauan untuk terus mengenal serta mengembangkan tradisi leluhur.

Lebih dari sekadar kompetisi memperebutkan hadiah, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga tortor Batak tetap hidup, dikenal lintas generasi, dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang turut memperkuat keberagaman di Kota Batam. (Tim).

Continue Reading

Berita Lain