Connect with us

Dua Pemuda Ditangkap Polisi Lantaran Cabuli Anak Dibawah Umur secara Bergantian

More Videos

9info.co.id – Dua pemuda yakni T (19) dan I (15) harus berurusan dengan pihak kepolisian Bintan, lantaran nekat mencabuli anak di bawah umur yang masih berusia 14 tahun.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP M Darma Ardiyaniki yang membenarkan adanya kejadian itu mengungkapkan, bahwa korban yang seorang pelajar datang bersama orang tuanya melaporkan kedua pelaku atas kejadian buruk yang dialami korban.

“Di mana korban terpaksa harus menuruti keinginan pelaku untuk berhubungan badan, karena takut dengan ancaman video korban tanpa busana tersebar,” terang Darma, Sabtu (04/02/2023.

Lebih lanjut dijelaskan, kejadian bermula saat korban berkenalan dengan salah satu pelaku di media sosial Facebook, hingga akhirnya berlanjut komunikasi melalui WhatsApp.

Kemudian terjadi komunikasi tatap muka melalui video call (VC) WhatsApp, di mana pelaku meminta korban untuk membuka busana dan akhirnya korban menuruti kemauan pelaku.

“Namun tanpa disadari korban, pelaku memvideokan hal tersebut hingga dijadikan bahan ancaman pelaku terhadap korban untuk bertemu langsung,” paparnya.

Di saat bertemu langsung itulah, lanjutnya, korban tak mampu mengelak ajakan pelaku untuk melayani nafsu bejatnya. Ironisnya, pelaku mengajak satu rekannya untuk bergilir menyetubuhi korban.

“Setelah kejadian tersebut korban pulang ke rumah dan menceritakan kepada kedua orang tuanya, hingga akhirnya melaporkan ke pihak kepolisian,” ujar Darma.

Ia menambahkan, dari laporan itu tim Satreskrim Polres Bintan langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan kedua pelaku.

“Sekarang kedua pelaku sudah diamankan dan langsung digiring ke Mapolres Bintan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Kedua pelaku disangkakan Pasal 81 Ayat (3) juncto Pasal 76D dan/atau Pasal 82 Ayat (2) juncto Pasal 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 (Revisi UU Nomor 23 Tahun 2002) tentang Perlindungan Anak.

“Kedua pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara,” tutup Darma. ( Hum )

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version