Connect with us
Jimmy Siburian Tinjau Lokasi Batu Miring Ambruk di Kemuning City, Pertanyakan Legalitas dan PL Pengembang

Jimmy Siburian Tinjau Lokasi Batu Miring Ambruk di Kemuning City, Pertanyakan Legalitas dan PL Pengembang

More Videos

9info.co.id | BATAM – Anggota DPRD Kota Batam, Jimmy Siburian, turun langsung meninjau lokasi ambruknya batu miring di Perumahan Kemuning City, Kavling Bukit Layang, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kamis (19/2/2026).

‎Dalam kunjungannya, Jimmy Siburian mempertanyakan legalitas dan dokumen perizinan lahan (PL) yang dimiliki pihak pengembang sebelum melakukan pembangunan di kawasan tersebut. Ia menegaskan, setiap pengembang harus memastikan seluruh izin lengkap dan aspek keselamatan terpenuhi sebelum memulai pembangunan.

‎“Saat Anda berani membangun, tentu harus jelas PL yang dimiliki perusahaan. Jangan sampai pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan aspek legalitas dan keselamatan warga,” tegasnya di lokasi kejadian.

‎Jimmy juga meminta pihak pengembang bertanggung jawab penuh atas kerusakan tujuh rumah warga yang terdampak serta segera mengambil langkah konkret untuk mencegah longsor susulan.

‎Sementara itu, Dave selaku Manager Operasional PT Tekad Kreasi Abadi menyampaikan bahwa pihak perusahaan memprioritaskan keselamatan warga pascakejadian. Menurutnya, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

‎“Yang utama adalah keselamatan nyawa warga terlebih dahulu. Setelah itu kami fokus pada penanganan darurat di lapangan,” ujarnya.

‎Dave menambahkan, perusahaan akan menurunkan empat unit alat berat untuk membersihkan material longsor serta memperkuat kembali struktur yang ambruk. Pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan lurah setempat dan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

‎“Kami akan menghadirkan empat alat untuk penanganan dan segera berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta pihak operasional terkait,” jelasnya.

‎Warga berharap pengawasan dari DPRD dan pemerintah setempat dapat memastikan perbaikan dilakukan secara menyeluruh, transparan, dan sesuai standar teknis, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung penuh pembangunan Monumen Simpang Barelang yang berlokasi di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung.

Pembangunan monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Batamindo Invesment Cakrawala ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung penataan kawasan dan memperindah wajah Kota Batam.

Di samping itu, proyek tersebut akan menjadi landmark baru bagi Kota Batam dengan luas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Penataannya pun tidak hanya berfokus pada bangunan utama monumen, area sekitar juga akan dirancang dengan elemen lanskap seperti planter box, plaza, hardscape, dan softscape berupa rumput. Sehingga, kawasan di sekitar monumen diharapkan tampil lebih tertata dan nyaman secara visual.

Selain itu, desain proyek turut dilengkapi dengan pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman. Elemen-elemen tersebut menjadi bagian dari konsep penataan kawasan agar landmark dapat tampil lebih representatif, terutama pada malam hari.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ketika dunia usaha ikut mengambil bagian melalui program yang memberikan manfaat bagi kawasan, tentu ini harus kita apresiasi dan kita kawal bersama agar pelaksanaannya berjalan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan wajah Kota Batam,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, Senin (14/9/2026).

Terkait persiapan pekerjaannya, termasuk pemagaran lokasi, Amsakar menyampaikan telah dimulai pada 11 September 2026 ini. Ia mengatakan bahwa pembangunan dan penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dan dunia usaha untuk menghadirkan Batam yang semakin tertata dan memiliki identitas kota yang kuat di mata investor dan wisatawan.

Dengan penataan tersebut, lanjut Amsakar, Simpang Barelang diharapkan tidak hanya menjadi titik pertemuan lalu lintas, tetapi juga memiliki identitas visual yang lebih kuat sebagai salah satu kawasan strategis di Batam.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen. Kita ingin setiap penataan memberikan nilai tambah bagi kawasan dan menjadi bagian dari wajah Batam yang kita banggakan. Oleh karena itu, aspek kualitas, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan harus tetap menjadi perhatian,” pungkasnya. (DN)

Continue Reading

Berita Lain

Exit mobile version