Connect with us

Kemeriahan Pembukaan Turnamen Futsal DPD Tingkat II IPK Kota Batam

More Videos

Pembukaan turnamen futsal IPK Kota Batam

9info.co.id – Kemeriahan turnamen futsal IPK Kota Batam dipadati oleh ribuan suporter di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal Kota Batam. Mereka memberikan dukungan kepada tim yang akan berlaga pada turnamen Futsal DPD Tingkat II IPK Kota Batam.
Kemeriahan turnamen futsal IPK Kota Batam terlihat saat kategori pelajar yang terdiri dari 32 tim dari berbagai sekolah yang ada di Batam dan bahkan juga ada dari SMA Tanjungpinang.

Para suporter datang untuk memberikan semangat kepada tim sekolahnya, mereka juga membawa sejumlah peralatan seperti drum, bass drum dan berbagai spanduk serta bendera sekolah. Yel-yel untuk menyemangati sekolahnya menggelegar di dalam Sport Hall Temenggung Abdul Jamal. Tidak lupa juga lagu-lagu penyemangat dilantunkan dengan begitu kompak dan lantang. Dan bahkan, setiap tim sekolah ada seorang pembimbing suporter untuk memberikan aba-aba kepada semua suporternya.

“Event ini sangat luar biasa, saya mewakili walikota Batam disini,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Batam, Zulkarnain. Event yang diusung oleh DPD Tingkat II IPK Kota Batam salah satu niat baik dari organisasi ini untuk menghidupkan olahraga futsal. Kata dia, ini juga salah satu dari program pemerintah dalam bidang membina olahraga.

“Kita sangat mendukung apa yang dibuat pak Budi sebagai Ketua IPK Batam. Salah satu tugas perintah ialah pembinaan olahraga. Terutama bagi pelajar yang umumnya berumur dibawah 17 tahun” ucapnya.

Dari turnamen futsal ini, akan melahirkan atlet-atlet futsal yang dapat mengharumkan nama Batam, baik ditingkat daerah, provinsi, nasional dan bahkan tingkat internasional. Pemerintah akan membuat program untuk membuat pertandingan ditingkat internasional, misalnya nanti akan membuat turnamen dengan negara tetangga seperti Johor maupun Singapura.

“Yang bertanding di turnamen ini sangat ramai, hampir semua sekolah ikut, termasuk juga dengan yang kategori umum,” paparnya.

Sementara itu, Ketua DPD Tingkat II IPK Kota Batam, Budi Purba memberikan apresiasi kepada semua peserta yang ikut dalam turnamen futsal ini. “Saya memberikan apresiasi kepada semua tim yang ikut, juga termasuk suporter yang hadir atau menonton di Temenggung,” kata Budi.

‘Hadiah pertama Rp15 juta, hadiah kedua Rp10 juta dan hadiah ketiga Rp5 juta. Ada supporter terbaik juga, total hadiahnya Rp80 juta,” sambungnya. Dia mengklaim, event ini merupakan turnamen futsal terbesar yang pernah digelar di Kota Batam. Kedepannya, IPK Batam berencana untuk menggelar event yang lebih besar.

“Kita ingin tunjukkan kepada pemerintah, bahwa IPK itu berkarya. Menciptakan olahraga bagi pemuda dan pemudi di Kota Batam, termasuk pelajar,” ujarnya.  (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version