Connect with us

Sahmadin Sinaga Resmi Dilantik sebagai Ketua DPD HBB Kepri 2022-2027

More Videos

9info.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Horas Bangso Batak (HBB) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) periode 2022-2027 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum HBB Lamsiang Sitompul. SH. MH .

Pelantikan DPD Horas Bangso Batak ( HBB ) dan DPC HBB Kota Batam  dilaksanakan pada Sabtu, 29/10 bertempat di di Hotel Travelodge, Kelurahan Jodoh, Batuampar, Batam.  Lamsiang Sitompul dalam sambutannya meminta pengurus DPD HBB Kepri meningkatkan konsolidasi dan mengembangkan Horas Bangso Batak di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

“Ini harus menjadi fokus DPD dan DPC. HBB juga harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi organisasi dan masyarakat umum,” kata Lamsiang. Ia meminta HBB bersinergi dengan pemerintah dan menciptakan program-program yang membantu masyarakat, “ tegasnya sambil membuat para peserta dan undangan seperti Organisasi PBB, IPK dan lainnya tertawa sangking senangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD HBB Kepri, Sahmadin Sinaga SE sebagai Anggota DPRD Propinsi Kepri dari Partai Nasdem mengatakan, program utama pihaknya adalah konsolidasi internal dan pembentukan pengurus-pengurus di Kabupaten/Kota. “Saat ini kita masih terfokus di Kota Batam. Untuk ke depannya kita mengusahakan memperluas sampai ke Kota Tanjungpinang, Bintan dan Karimun dengan secepatnya, Untuk program selanjutnya, kata Anak kelahiran Sidikalang Sumatera Utara 1969 adalah membantu masyarakat, seperti masyarakat yang sakit, meninggal dan anak sekolah, ” ujarnya.

Ketua DPC Kota Batam Zusri Sihombing yang baru selesi dilantik oleh DPD Kepri sangat berterimakasih dan harapannya semoga dengan dilantiknya DPC HBB Kota Batam dapat membawa pengaruh yang besar di Kota Batam dan siap akan berkolaborasi dengan Ormas Batak yang ada di Kota Batam, tentunya akan bersinergi dan mendukung setiap program Pemerintah setempat, baik TNI dan Polri.

Ketua DPC tidak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pimpinan Kecamatan ( DPK ) atas dukungan dan ucapan selamat baik lewat papan Bunga dan secara langsung dalam acara salaman dan antusias menghadiri acara pelantikan, saya sangat bangga tandasnya. (lsm)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Tunda Penyesuaian Tarif Peti Kemas, Tegaskan Komitmen Jaga Daya Saing Logistik dan Iklim Investasi

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memutuskan untuk menunda pemberlakuan penyesuaian tarif layanan peti kemas di Pelabuhan Batam sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah strategis ini diambil guna menjaga stabilitas iklim investasi, industri, dan perdagangan di kawasan khusus tersebut.

Keputusan tersebut diambil atas arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, setelah mendengar masukan dunia usaha serta mempertimbangkan pentingnya menjaga daya saing Batam sebagai kawasan investasi, industri, dan perdagangan.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Francis menegaskan, penundaan ini bukan mengabaikan modernisasi layanan kepelabuhanan melainkan langkah ini diambil agar implementasi kebijakan tarif ke depan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan memberikan nilai tambah yang konkret bagi para pengguna jasa.

“BP Batam ingin memastikan bahwa modernisasi tarif harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas layanan. Setiap penyesuaian biaya wajib dapat dipertanggungjawabkan secara transparan, proporsional, dan berdampak langsung pada efisiensi di lapangan,” ujar Fary dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026) di Marketing Center BP Batam.

Menurut Fary, daya tarik investasi Batam saat ini berada pada momentum positif yang harus dipertahankan.

Daya saing Batam tidak hanya bertumpu pada lokasi yang strategis, insentif fiskal, atau kemudahan perizinan, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh prediktabilitas dan efisiensi biaya logistik.

BP Batam menilai bahwa biaya logistik merupakan salah satu variabel penting dalam keputusan investasi.

Beban biaya yang ditanggung pelaku usaha tidak hanya bersumber dari satu komponen tarif resmi, tetapi akumulasi dari layanan terminal, jasa forwarding, pengangkutan (trucking), pengurusan dokumen, biaya sewa gudang (storage), hingga biaya keterlambatan seperti demurrage dan detention.

“Oleh karena itu, fokus kita tidak sekadar melihat besaran tarif resmi, tetapi bagaimana struktur biaya tersebut didistribusikan dari hulu ke hilir. Jangan sampai ada pembebanan tersembunyi yang tidak proporsional dan memberatkan pengguna jasa,” kata Fary menambahkan.

Kebijakan responsif BP Batam ini mendapat respons positif dari komunitas bisnis lokal.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid menilai, penundaan ini membuktikan pemerintah daerah peka terhadap kondisi riil pelaku usaha yang tengah menghadapi tekanan ekonomi global, mulai dari fluktuasi nilai tukar hingga kenaikan harga bahan baku dan energi.

“Penundaan ini menjadi angin segar yang dapat meringankan beban operasional dunia usaha. Daya saing Batam wajib kita jaga bersama, salah satunya melalui efisiensi biaya logistik agar realisasi investasi baru terus bertumbuh,” tutur Rafki.

Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk membuka ruang dialog yang lebih intensif dengan operator terminal, asosiasi penasihat hukum/usaha, perusahaan forwarder, serta pengguna jasa.

Evaluasi kebijakan tarif nantinya akan berbasis pada data yang akurat dan dikaitkan langsung dengan standar pelayanan minimal (service level agreement) yang terukur.

“Tujuan besar kita adalah membangun Batam yang jauh lebih maju dan berdaya saing tinggi. Pelabuhan harus berfungsi sebagai motor penggerak investasi, bukan justru menjadi sumber ketidakpastian biaya bagi dunia usaha,” pungkas Fary.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad dan Anggota Bidang Pengusaha. (RUD).

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version