Connect with us

Pengurus DPD IPK Kepri SAH Di Nahkodai Budi Bukti Purba.

More Videos

9info.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), telah resmi dilantik. Pengurus IPK Periode 2023-2028 tersebut resmi dinahkodai oleh Budi Bukti Purba. Kegiatan tersebut berlangsung di Pasific Place Hotel Batam, Minggu (18/06/2023).

Sebelumnya, Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IPK mengeluarkan Surat mandat, pada Senin (27/02/2023). Surat mandat tersebut bernomor : SM.095/A/DPP-IPK/II/2023 yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Ikatan Pemuda Karya (IPK) Budi Panggabean dan Sekretaris Jenderal H. Arfan Maksum Nasution, SH.

Berdasarkan surat tersebut memutuskan, memberikan mandat kepada Budi Bakti Purba, untuk melakukan konsolidasi organisasi. Selain itu, melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengembangkan dan memajukan organisasi IPK Kepri, serta menyusun kepengurusan Defenitif DPD IPK Kepri periode 2023-2028.

Hadir dalam acara Pelantikan ini, Kepala Kesbangpol Provinsi Kepri mewakili Gubernur, Perwakilan Kapolda Kepri, Kadispora Kota Batam mewakili Walikota Batam, Sekjen DPP IPK, Ketua Harian DPP IPK, Ketua DPD Tingkat 1 Prov Riau beserta ketua Kabupaten/kota se Prov Riau, Ketua IPK Binjai, Ketua IPK Serdang Bedagai, Ketua IPK Deli Serdang, Ketua PPM Kepri, Ketua FKPPI Kepri, Ketua IKABSU Kepri, Ketua KNPI Kepri, Ketua PBB Kota Batam dan organisasi lainnya.

Usai pelantikan, Ketua DPD IPK Provinsi Kepri, Budi Bukti Purba menuturkan, hari ini pihaknya melaksanakan perintah dari DPP untuk menggelar pelantikan pengurus. Kedepan pihaknya akan mengembangkan IPK di Kepri sesuai dengan amanah Ketua Umum.

“Hari ini kami menggelar pelantikan Pegurus. Setelah itu, kami memiliki program untuk membentuk DPC yang ada di wilayah Kepri. Seperti Batam, Bintan, Nantuna dan Tanjung Pinang,” ungkapnya.

Lanjut Budi, pihaknya juga mengajak para pengurus untuk bersatu dan tetap solid dalam membangun organisasi. Karena setelah ini masih ada tugas yang akan dikerjakan saat Rapat Kerja (Raker).

“Kami bersyukur akhirnya bisa dilantik. Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan pengurus yang telah mempercayainya untuk memimpin IPK Kedepan. Kami juga mengajak seluruh anggota agar merapatkan barisan dalam membesarkan IPK di Kepri,” jelasnya.

Budi menambahkan, dalam pengembangan organisasi IPK memang membutuhkan banyak perjuangan dan pengorbanan, namun dimasa kepemimpinannya, Budi Optimis bisa membawa perubahan yang lebih baik untuk Ormas IPK sesuai dengan arahan dari DPP IPK.

Setelah di lantik, saya akan menjalankan roda organisasi sesuai AD ART dan peraturan organisasi. saya menghimbau kepada seluruh kader, mari kita bersatu membuka lembaran baru untuk kemajuan organisasi dan kesejahteraan anggota,” katanya.

Budi juga mencanangkan kedepan IPK Kepri akan menjadi organisasi yang Humanis dan akan mengembangkan program IPK Milenial. “Kita akan kembangkan ke arah IPK Milenial di Kepri dan pengembangan UMKM bagi anggota IPK di Kepri,” pungkasnya

Sementara itu, Sekretaris DPD IPK Kepri, Edi Putra mengatakan, ia akan kembali turun ke bawah untuk mengajak teman-teman yang sudah mulai tidak aktif. Pihaknya akan kembali membangkitkan semangat IPK di lini terbawah masyarakat hingga Keatas.

“Nantinya saya akan turun ke bawah untuk kembali merangkul para pengurus yang sudah mulai tidak aktif. Karena ada beberapa yang berpotensi bisa membantu kami membangun dan membesarkan Organisasi IPK,” katanya.

Sementara itu, Bendahara DPD IPK Kepri, Rahman Simbolon memaparkan, pihaknya akan membentuk beberapa program baik jangka pendek ataupun jangka panjang.

“Kami akan menyusun beberapa program untuk memajukan IPK di kepri. Untuk itu, kami membutuhkan seluruh dukungan dari pengurus, bahkan tidak lupa kami sampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak yang turut serta membantu dan berkontribusi untuk mensukseskan pelaksanaan pelantikan DPD IPK Provinsi Kepri. semoga kedepan IPK bisa bersinergi dengan seluruh Lapisan masyarakat dan staje Holder untuk kemajuan bersama,” tutup Rahman Simbolon. ( Mat )

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam International Football Festival 2026: Membangun Fondasi Sepak Bola Dari Perbatasan

9info.co.id | BATAM – Keberhasilan Ramadhan Sananta menembus panggung sepak bola nasional menjadi bukti nyata bahwa talenta dari Kepulauan Riau (Kepri) mampu bersaing di level tertinggi.

Terinspirasi dari jejak striker Tim Nasional Indonesia tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam menginisiasi BP Batam International Football Festival 2026, sebuah gerakan pembinaan sepak bola usia dini untuk kategori umur U-8, U-10, dan U-12.

Semangat pembinaan ini mengemuka dalam pertemuan santai antara Pembina BP Batam International Football Festival yang juga Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, bersama Ramadhan Sananta di Restoran Pagi Sore, Batam.

Dalam suasana hangat, keduanya berdiskusi mengenai masa depan sepak bola Kepri, pentingnya pembinaan sejak dini, serta strategi membuka jalan bagi talenta lokal menuju pentas dunia.

Menurut Fary Francis, Kepri memiliki modal besar berupa bakat-bakat muda. Namun, mereka membutuhkan ruang berkembang melalui kompetisi yang berkelanjutan.

“Jejak Sananta membuktikan anak daerah bisa mencapai level tertinggi. Tugas kita sekarang adalah membuka jalan agar lahir lebih banyak ‘Sananta baru’ dari Batam dan Kepri. Kita ingin anak-anak memiliki mimpi besar dan kesempatan yang sama untuk mewujudkannya,” ujar Fary.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan Sananta turut menitipkan pesan motivasi bagi anak-anak di tanah kelahirannya agar tidak gentar mengejar mimpi.

“Saya berasal dari daerah yang sama dengan kalian. Jangan pernah takut bermimpi besar. Terus berlatih, disiplin, dan jangan menyerah saat gagal. Tidak ada kesuksesan instan. Jika saya bisa menembus Timnas, saya percaya anak-anak Kepri juga bisa melangkah lebih jauh,” kata Sananta.

Ia menegaskan bahwa asal daerah bukanlah hambatan untuk berprestasi, melainkan kemauan keras untuk berproses setiap hari.

“Siapa tahu, beberapa tahun lagi kalian yang mengenakan lambang Garuda di dada,” ujarnya optimis.

BP Batam International Football Festival 2026 dirancang bukan sekadar sebagai turnamen, melainkan gerakan membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan kompetitif.
Selain aspek olahraga, ajang ini diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata olahraga (sport tourism), menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat citra Batam sebagai kota investasi yang modern dan berdaya saing.

Mengingat posisi strategis Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, kota ini berpotensi menjadi pusat pengembangan sepak bola usia dini di kawasan regional.

Adapun pembinaan usia dini dinilai selaras dengan upaya pemerintah dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan percaya diri. Sepak bola ditempatkan bukan lagi soal menang atau kalah, melainkan sebagai ruang menyemai harapan.

Festival ini nantinya akan mempertemukan akademi serta pemain muda dari tiga negara: Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Untuk itu, BP Batam International Football Festival 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia dini di Kepri.

Melalui kolaborasi antar-akademi, dukungan regulasi pemerintah, serta keterlibatan orang tua, Batam tengah meletakkan fondasi pembinaan jangka panjang.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut positif kegiatan ini.

Ia menilai ajang olahraga internasional dapat menjadi instrumen efektif dalam memperkuat penataan kota di mata dunia.

“Batam tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga kota yang dinamis, aman, dan nyaman untuk agenda internasional. Festival seperti ini mengirimkan pesan positif bahwa Batam memiliki ekosistem yang mendukung pariwisata olahraga sekaligus daya tarik investasi,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, pembangunan Batam tidak boleh bertumpu pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kreativitas lokal.

“Investor tidak hanya melihat kawasan industri, tetapi juga kualitas hidup kota, talenta muda, dan kemampuan daerah menggelar acara yang tertata. Kegiatan ini menampilkan wajah Batam yang terus bergerak maju,” imbuhnya.

Pandangan senada disampaikan oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.

Ia menilai festival ini memberikan dampak berlapis (multiplier effect) bagi daerah, mulai dari geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga perluasan jejaring internasional.

“Kita ingin Batam dikenal sebagai kota yang nyaman untuk tinggal, bekerja, dan tumbuh. Kehadiran para peserta, pelatih, dan keluarga dari negara tetangga akan membawa energi positif,” tutup Li Claudia. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version