Connect with us

Jumat Curhat Bersama Polisi dan Masyarakat Balai Karimun

More Videos

9info.co.id – Kompol Edy Wiyanto SH MH selaku Kapolsek Balai Karimun melaksanakan kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat di wilayah hukum Polsek Balai Polres Karimun, pada Jumat (31/3/2023 ) di Kantor Lurah Tanjung Balai Kota Kabupaten Karimun.

Kegiatan curahan hati (Curhat) ini bertujuan untuk memberikan ruang pada masyarakat agar dapat langsung memberikan informasi dan keluh kesah setiap permasalahan, sehingga solusi di dapat bersama polisi sebagai pengayom dan pelindung di tengah -tengah masyarakat.

Selain itu, dapat menyerap langsung laporan pengaduan dan saran serta aspirasi dari masyarakat.

“Jumat Curhat ini menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” kata Edy.

Edy berharap, melalui Jumat Curhat ini semakin eratnya silahturahmi dan sinergitas Polri dengan instansi terkait, tokoh masyarakat, RT dan RW serta masyarakat guna menciptakan situasi wilayah aman dan kondusif

Bukan itu saja, kegiatan Jumat Curhat menjadi wadah berdiskusi secara langsung, mendengarkan informasi, keluhan bahkan kritik terkait dengan kinerja dan pelayanan Polri sehingga menjadi evaluasi untuk di perbaiki.

“Adanya masukan dan informasi kamtibmas secara langsung dari masyarakat maka sangat membantu kami kepolisian, khususnya dalam meningkatkan pemeliharaan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Balai,” pinta Kompol Edy Wiyanto.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakapolsek Balai Karimun Iptu Kumala Enggar Anjani dan Lurah Tanjung Balai Kota Erwarisyah Waluddin. (Mat)

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Pernyataan Menteri Pertanian Soal Beras dan Minyak Ilegal Dibantah Pengusaha Karimun: “Itu Produk Lokal, Bukan Selundupan”

9info.co.id | BATAM – Pernyataan Menteri Pertanian Amran Sulaiman terkait temuan beras dan minyak goreng ilegal di Batam menuai bantahan keras dari pelaku usaha di Kabupaten Karimun. OK, pengusaha sembako asal Tanjungbalai Karimun, menilai pernyataan tersebut tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik terkait distribusi barang kebutuhan pokok di wilayah kepulauan.

Ia menegaskan bahwa barang-barang yang diamankan di Pelabuhan Rakyat Haji Sage bukanlah barang selundupan, melainkan komoditas lokal yang selama ini menjadi pasokan utama untuk masyarakat di pulau-pulau Kepri.

“Itu jelas produk Indonesia. Bukan selundupan. Contohnya minyak Minyak Kita yang merupakan 100 persen produk Indonesia, beras Gunung Daik, Wong Cilik, tepung terigu Serba Guna. Barang itu salah penyampaiannya ke atas,” ujar OK kepada Batamnews.co.id, Selasa malam (25/11/2025).

Minyak Kita Disebut Ilegal? Pengusaha Kaget

OK mempertanyakan pernyataan pemerintah pusat yang menyinggung adanya penyelundupan minyak goreng, yang kemudian dikaitkan publik dengan barang tangkapan di Batam.

“Masak Minyak Kita disebut ilegal? Itu minyak subsidi pemerintah,” tegasnya.

Ia juga membantah keras narasi bahwa beras yang diamankan adalah beras impor.
“Beras itu bukan dari luar negeri. Kami ambil dari Batam. Tapi karena lagi viral beras impor, kok ini disebut beras impor?” ujarnya.

Tidak Ada Dokumen Kepabeanan Bukan Berarti Selundupan

OK mengakui bahwa barang tersebut tidak dilengkapi dokumen kepabeanan. Namun ia menegaskan bahwa komoditas tersebut merupakan barang domestik, bukan hasil ekspor maupun impor.

“Ini distribusi antar-pulau, bukan perdagangan internasional. Jadi wajar tidak ada dokumen kepabeanan,” jelasnya.

Ia menilai pernyataan Menteri Pertanian yang menyinggung adanya minyak goreng ilegal kurang tepat dan tidak mencerminkan kondisi lapangan di Kepri.

“Press conference itu tidak tepat,” kata OK.

Karimun Bergantung 70 Persen Pasokan dari Batam

Menurut OK, sebagian besar kebutuhan pokok di Karimun mengandalkan pasokan dari Batam. Penahanan barang dalam jumlah besar berpotensi besar mengganggu suplai dan menaikkan harga sembako.

“Ini barang mau dibawa ke Karimun. Kalau terhambat, dampaknya sangat besar. Sangat berimbas,” ungkapnya.

Pasokan dari Jawa Dinilai Tidak Efektif

Ia menyebut opsi mengambil barang dari Pulau Jawa bukanlah solusi mengingat proses logistik yang rumit dan mahal:

perjalanan kapal dari Jawa ke Kepri bisa satu minggu,

bongkar muat di Pelabuhan Parit Rampak dapat memakan waktu hingga dua minggu,

biaya logistik jauh lebih tinggi.

“Pelabuhan Parit Rampak itu tak mumpuni. Bongkar muat bisa dua minggu. Kalau dari Jawa seminggu. Jadi sulit dapat pasokan dari sana, ongkosnya pun mahal,” jelasnya.

Warga Pulau Terancam Kekurangan Pasokan

Dengan kondisi geografis dan keterbatasan pelabuhan, jalur Batam tetap menjadi penopang utama kebutuhan masyarakat Karimun serta pulau-pulau sekitarnya. Oki berharap pemerintah tidak menggeneralisasikan distribusi sembako lokal sebagai praktik penyelundupan.

“Kalau distribusi lokal dipersepsikan sebagai selundupan, ini bisa memutus alur pasokan yang selama ini menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” tegasnya. (Sumber Batamnews.co.id)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version