Connect with us
EDIAMAN SINAGA

Jaga Kondusivitas Batam, Ketum BBM Ediaman Sinaga Serukan Masyarakat Tidak Terprovokasi Terkait Video Viral Li Claudia

More Videos

9info.co.id | BATAM – Polemik yang menyeret Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terus menjadi perhatian publik. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Bangso Batak Marsada (BBM) Kota Batam, Ir. Ediaman Sinaga, mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

‎Ediaman menegaskan bahwa masyarakat perlu melihat persoalan secara jernih dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan atas pernyataan yang beredar, khususnya yang telah viral di media sosial.

‎Menurutnya, apa yang disampaikan dan dilakukan oleh Li Claudia bukanlah bentuk upaya mengucilkan masyarakat kecil dan Kelompok tertentu, melainkan bagian dari kepedulian terhadap lingkungan serta tanggung jawabnya sebagai pimpinan daerah.

‎“Sebenarnya apa yang dikerjakannya bukan ada kepentingan untuk mengucilkan masyarakat kecil. Namun dia peduli terhadap lingkungan, dan menjalankan kinerjanya sebagai Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam,” ujar Ediaman.

‎Ia juga menekankan bahwa informasi yang beredar harus dipahami secara utuh dan objektif agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

‎Selain itu, Ediaman yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPW Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTSB) Kepri mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah, khususnya di tengah situasi yang sensitif akibat polemik yang berkembang.

‎“Kita harapkan masyarakat dapat melihat persoalan ini secara jernih dan tidak mudah terprovokasi, demi menjaga kondusivitas daerah,” tegasnya.

‎Dukungan terhadap Li Claudia juga mengalir dari berbagai tokoh masyarakat di Batam. Mereka sepakat bahwa pernyataan yang disampaikan harus dipahami sebagai bentuk kepedulian, bukan sebagai upaya merendahkan pihak tertentu.

‎Para tokoh juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi, serta mengedepankan klarifikasi sebelum membentuk opini di ruang publik.

‎Polemik ini sendiri masih menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Batam. Namun, sejumlah pihak berharap agar kondisi tetap kondusif dan masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu yang berkembang.

‎Menjaga persatuan dan ketenangan dinilai menjadi kunci utama agar Kota Batam tetap aman dan harmonis di tengah dinamika yang ada. (Mat).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

BP Batam Jemput Bola, 11 Titik Banjir Langsung Disisir Setelah RDP DPR RI

9info.co.id | BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat merespons masukan Komisi VI DPR terkait penanganan banjir dan genangan air di Kota Batam.

Hanya sehari setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Jakarta, Rabu (17/6/2026), BP Batam langsung menerjunkan tim untuk mengecek 11 titik rawan banjir di wilayah tersebut.

Peninjauan lapangan ini dipimpin langsung oleh Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto dan Direktur Pembangunan Infrastruktur, Wulung Wardhana beserta jajaran.

Guna menyelaraskan langkah, BP Batam juga menggandeng Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, serta para camat setempat.

Sebelas lokasi yang ditinjau mencakup sejumlah kawasan strategis, antara lain Orchard Park di Batam Kota, Kampung Jabi, SDN 010 Nongsa, Sekupang, Batu Aji, Sagulung, hingga area depan Panbil Industrial Estate yang belakangan kerap tergenang saat hujan deras.

Langkah ini diambil setelah Anggota Komisi VI DPR Sturman Panjaitan menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas drainase dalam RDP sehari sebelumnya.

Sturman mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Batam yang pesat harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur pengendali banjir yang mumpuni.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto menegaskan, verifikasi faktual di lapangan ini sangat krusial untuk memetakan akar masalah secara akurat sebelum merumuskan solusi teknis.

“Kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan karena setiap lokasi memiliki karakteristik persoalan yang berbeda. Penanganannya harus terukur, tepat sasaran, dan terkoordinasi,” ujar Mouris.

Ia menambahkan, respons cepat ini merupakan instruksi langsung dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

Keduanya menekankan agar setiap aspirasi publik maupun legislatif segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan.

“Bapak Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Ibu Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, selalu menegaskan bahwa persoalan masyarakat tidak boleh berhenti pada pembahasan di ruang rapat. Setiap masukan, termasuk yang disampaikan DPR RI, harus segera diterjemahkan menjadi langkah nyata dan solusi di lapangan,” tegas Mouris.

Melalui peninjauan bersama Pemerintah Kota Batam ini, skema penanganan di setiap titik mulai disusun.

Rencana kerja tersebut meliputi normalisasi saluran air, peningkatan kapasitas drainase, evaluasi pola aliran, hingga kolaborasi teknis lintas sektoral demi mewujudkan infrastruktur Batam yang andal dan berkelanjutan. (RUD)

 

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version