Connect with us
Pembangunan Kantor Lurah Tembesi oleh Kontraktor CV. CAHAYA NAFITRI Hadapi Masalah Terkait Pembayaran Jasa Upah Kerja. Ketua RW 24 Ishak Rambe Mengaku Jadi Korban.

Pembangunan Kantor Lurah Tembesi oleh Kontraktor CV. CAHAYA NAFITRI Hadapi Masalah Terkait Pembayaran Jasa Upah Kerja. Ketua RW 24 Ishak Rambe Mengaku Jadi Korban.

More Videos

9Info.co.id | BATAM  — Proyek pembangunan Kantor Lurah Tembesi di Kecamatan Sagulung, Batam, yang dikelola oleh Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dengan Pagu anggaran senilai Rp.944.080.000 dan HPS sebesar Rp.944.024.721,65 bersumber dari APBD kota Batam tahun 2022, kini menghadapi masalah serius terkait pembayaran jasa upah kerja.

Diduga Kontraktor yang bertanggung jawab atas proyek ini, CV. CAHAYA NAFITRI dilaporkan belum memenuhi kewajibannya untuk membayar upah kepada pemborong.

Ishak Rambe Seorang pemborong yang terlibat dalam proyek tersebut, mengungkapkan kekecewaannya terhadap CV. CAHAYA NAFITRI. “Kontraktor belum sepenuhnya membayar upah jasa pengerjaan proyek pembangunan Kantor Lurah Tembesi,” ungkap Rambe.

“Tidak hanya itu, sebagian pembayaran untuk material juga belum dilunasi oleh perusahaan.”sesalnya.

Menurut Ketua RW 24 di wilayah kelurahan Tembesi tersebut, meyebutkan bawa ketidakpastian pembayaran menyebabkan kesulitan finansial baginya dan keluarganya. Bahkan untuk membayar upah para pekerja dan keluhan pihak pemasok material, sempat berdampak pada kelancaran proyek pembangunan kantor Lurah Tembesi.

Namun karena tanggung jawabnya sebagai pihak yang terlibat. Ishak Rambe pun menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan progres yang diperjanjikan.

“Kami sudah menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak, tetapi hingga kini pembayaran yang kami tunggu-tunggu belum juga datang,” tambahnya.

“Total pembayaran upah yang belum saya terima berkisar 35 Juta Rupiah lagi, itu diluar biaya material yang belum dibayarkan perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Karimun tersebut.

Menurut Ishak, sebelumnya persoalan ini sempat mencuat hingga ke Dinas Cipta Karya Tata Ruang Kota Batam. Bahkan dalam pertemuan tersebut di sepakati setelah pekerjaan selesai, pihak dinas akan memfasilitasi sisa pembayaran upah dan Jasa pemborong yang belum diselesaikan tersebut, namun hingga saat ini tidak kunjung dibayarkan”, jelasnya.

Sementara itu, Pihak penanggung jawab lapangan dari CV. CAHAYA NAFITRI bernama Ary, mengklaim bahwa masalah ini dianggap nya telah clear, setelah Ketua RW di wilayah Tembesi tersebut mengambil peralatan milik perusahaan dari gudang mereka.

“Saya hanya penanggung jawab lapangan, namun untuk urusan keuangan merupakan tanggung jawab direktur perusahaan. Ini adalah urusan direktur,” tegas Ary.

“Saya tidak terlibat langsung dalam keputusan pembayaran.” sebutnya.

Bahkan Ary mengaku sudah keluar dari perusahaan kontraktor tersebut dan saat ini berada di Kalimantan area IKN.

“Saya sempat dituding kong kali kong dengan Rambe terkait peralatan perusahaan yang diambil oleh pak Rambe. Jika di taksasi nilai harga peralatan itu mencapai sekitar 23 juta tidak sebanding dengan nilai tagihan pak Rambe yang mereka anggap tidak menyelesaikan pekerjaan 100 persen”, sebutnya.

Sementara itu, Nur Alfrianda Direktur CV. CAHAYA NAFITRI menanggapi tuduhan tersebut dengan pernyataan berbeda. “Semua pembayaran sudah saya lakukan sesuai kesepakatan,” ujarnya. “Bahkan, sebagian alat milik perusahaan masih digunakan oleh pak Rambe. Jadi, saya rasa tidak ada masalah dalam hal pembayaran.” jelasnya.

Menyikapi Tanggapan pihak perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Karimun tersebut. Ishak Rambe pun membantah jikalau dia disebut mencuri barang milik perusahaan. Dia sengaja menahan barang dan peralatan miliki perusahaan atas sepengetahuan Admind gudang dan lapangan CV. CAHAYA NAFITRI. “Saya bersedia mengembalikan barang dan peralatan perusahaan asalkan sisa pembayaran jasa upah saya diselesaikan, sekitar 35 juta Rupiah lagi”, jelasnya.

Perselisihan ini mengangkat kekhawatiran tentang transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek pemerintah yang dibiayai oleh anggaran negara.

Para pihak yang terlibat berharap ada penyelesaian yang cepat dan adil untuk menyelesaikan masalah pembayaran.

Pihak berwenang di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang diharapkan segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini dan memastikan bahwa hak-hak semua pihak yang terlibat dihormati sesuai dengan peraturan yang berlaku.(DN).

Continue Reading
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Batam

Ratas PP GEKIRA Matangkan Rakernas 2026 di Batam, Hashim Djojohadikusumo dan Beberapa Menteri Dijadwalkan Hadir

9info.co.id | JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) bersama panitia pelaksana terus mematangkan persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GEKIRA Tahun 2026 yang direncanakan digelar di Kota Batam.

‎Hal ini dibahas dalam rapat terbatas (ratas) yang notulensinya disusun dalam pertemuan di Jakarta pada Senin (20/04/2026). Rapat tersebut mengulas sejumlah poin strategis terkait pelaksanaan agenda berskala nasional tersebut.

‎Ketua PC GEKIRA Kota Batam, Radiapoh H. Sinaga, menegaskan bahwa jadwal pelaksanaan Rakernas saat ini masih bersifat tentatif, yakni antara tanggal 22 hingga 29 April 2026. Kepastian waktu diharapkan dapat ditentukan dalam waktu dekat.

‎“Diharapkan minggu ini sudah ada kepastian waktu pelaksanaan,” ujarnya.

‎Dalam rapat tersebut, panitia menyepakati bahwa penyusunan rundown acara akan dilakukan oleh panitia pusat. Sejumlah agenda utama pun telah dirancang, di antaranya pelaksanaan Rakernas, seminar kebangsaan atau dialog publik, serta kegiatan penanaman pohon.

‎Untuk lokasi penanaman pohon, panitia lokal di Batam akan menentukan tempat yang strategis dengan mempertimbangkan aspek aksesibilitas dan kenyamanan peserta.

‎Sekretaris PC GEKIRA Batam, El Roy Manalu, menambahkan bahwa panitia juga membuka kemungkinan adanya agenda pengukuhan pengurus, dengan menghadirkan narasumber yang disesuaikan dengan kebutuhan acara.

‎Menariknya, acara Rakernas ini direncanakan akan dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina GEKIRA, Hashim Djojohadikusumo, serta sejumlah menteri yang akan menjadi narasumber dalam forum tersebut.

‎Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia pusat juga berencana melakukan peninjauan langsung ke lokasi acara di Batam. Selain itu, Rakernas GEKIRA 2026 juga akan dirangkai dengan agenda tambahan berupa tour ke Singapura bagi para peserta.

‎Ketua Panitia Rakernas Batam sekaligus Wakil Ketua PC GEKIRA Kota Batam, Johnson F. Sibuea, menjelaskan bahwa pembukaan acara akan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh lembaga aras tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

‎Di sisi lain, PP GEKIRA juga akan melakukan koordinasi dengan para stakeholder Partai Gerindra di wilayah Kepulauan Riau guna mendukung kelancaran kegiatan.

‎Panitia lokal GEKIRA Kota Batam sendiri bertanggung jawab dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis, mulai dari lokasi kegiatan, akomodasi, konsumsi, hingga transportasi peserta.

‎Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus dan panitia, antara lain Ketua Umum GEKIRA Nikson Silalahi, Ketua Panitia Rakernas Melky, Wakil Ketua GEKIRA Pusat Ariston Silalahi, Wakil Ketua Bidang Persekutuan Faan Halawa, serta jajaran pengurus GEKIRA Kota Batam.

‎Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, Rakernas GEKIRA 2026 diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat organisasi serta peran GEKIRA di tengah masyarakat. (Mat)

Continue Reading
Kolom Iklan

Berita Lain

Exit mobile version